Menelusuri Gelar 'Profesor' Rhoma Irama Yang Lagi Heboh

Menelusuri Gelar 'Profesor' Rhoma Irama Yang Lagi Heboh - Spanduk 'Presiden Kita Bersama Prof. Rhoma Irama' terbentang di Jl Tanjung Barat Raya, Jakarta Selatan. Berikut kisah asal-usul gelar kehormatan untuk Bang Haji itu.

"Profesor itu gelar honoris causa, sudah lama itu. Sudah sejak tahun 80-90an," kata Ketua Tim Sukses Pencapresan Rhoma Irama, Ramdansyah, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (24/2/2014) malam.

Berdasarkan Wikipedia, gelar kehormatan profesor dan doctor honoris causa (Dr HC) itu diperoleh Bang Haji pada bulan Februari 2005 silam. Dia memperoleh gelar Dr HC dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut.

Namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.

Di Indonesia sendiri, berdasar data Wikipedia, Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. Namun Rhoma berbangga karena ia banyak menjadi rujukan penelitian, ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.

Terlepas dari kontroversi yang mencuat, gelar profesor dan doktor tetap dipakai Rhoma Irama hingga kini. Termasuk yang terpampang pada baliho 'Presiden Kita Bersama' yang bertebaran di Jakarta. So, selamat berjuang Bang Haji..eh Pak Profesor...

Kampus 'Profesor' Rhoma Irama Tak Diakui di Negara Lain
Rhoma Irama pernah meraih gelar doktor bahkan profesor honoris causa bidang dangdut dari American University of Hawaii pada tahun 2005 silam. Namun di Iran, gelar dari universitas ini tak diakui, seperti apa ceritanya?

Sebuah blog 'Inside Iran' memposting bahwa Kementerian Urusan Publik Iran tidak mengakui gelar dari American University of Hawaii pada kisaran Januari 2006 silam. Universitas ini disebut telah memberikan ijazah yang diragukan keabsahannya kepada sejumlah pegawai negeri dan swasta di Iran, tanpa benar-benar kuliah di kampus. Pemerintahan Ahmadinejad kala itu menyatakan lembaga ini menjajakan gelar ilegal.

Bisnis gelar ilegal itu berlangsung selama tujuh tahun dan para pejabat di Iran sempat menutup mata. Sampai kemudian ketahuan pegawai negari merogoh kocek sekitar USD 10.000 untuk mendapatkan ijazah sarjana bahkan pascasarjana untuk memenuhi persyaratan minimal untuk kenaikan pangkat. Bahkan dikabarkan orang-orang penting di pemerintahan menggunakan ijazah dari universitas ini.
Baca Juga:
Inilah Spanduk Rhoma Irama Dengan Gelar Profesor
Dilacak detikcom di internet, Senin (25/2/2014), American University of Hawaii masih bisa dijumpai di website http://auh.academia.edu/. Di situ tertulis nama Rhoma Irama di bagian 'Dangdut Music Management, Department of Soneta'.

Sejumlah informasi menyebutkan University of Hawaii sudah ganti nama menjadi American University of Hummanities yang bisa dijumpai di website www.auh.edu. Sama dengan American University of Hawaii, universitas ini juga memberikan layanan belajar online. Di Iran, istilahnya adalah universitas global.

Universitas ini, seperti ditulis di blog shivathespy.blogspot.com, tidak memiliki siswa. Mereka mengklaim hanya membantu pelajar tanpa memandang usia, asal, kepercayaan, untuk belajar tanpa batasan.

"Kami tidak punya kampus utama dengan taman, ruangan berlantai marmer, penjaga keamanan, lapangan bermain atau tim sepak bola dan hoki dengan sekelompok pelatih yang harganya jutaan dolar setahun," demikian promosi universitas tersebut yang disadur blogger Iran tersebut.

PKB Heran Rhoma Punya Gelar Profesor
Kemunculan baliho bergambar Rhoma Irama mencantumkan gelar akademik yang disandang sang Raja Dangdut, yakni Profesor. Ketua Fraksi PKB DPR RI Marwan Jafar heran dengan gelar tersebut.

"Gelar apa? Saya malah belum tahu itu. Profesornya dari mana?" kata Marwan saat dikonfirmasi, Selasa (25/2/2014).

Sebelumnya Tim Sukses pencapresan Rhoma Irama, Ramdhansyah menyatakan gelar tersebut didapat dari Amerika. Menurut Ramdhansyah gelar tersebut adalah Honoris Causa (HC) yang diberikan atas jasa mempopulerkan musik Dangdut.

Marwan Jafar kemudian mempertanyakan legitimasi gelar tersebut. "Apa iya? Dari universitas apa?" tanya dia.

Marwan pun belum mengetahui adanya baliho yang dipasang di bilangan Jakarta Selatan tersebut. Apakah gelar ini berpengaruh terhadap elektabilitas Rhoma Irama sebagai capres PKB?




1 komentar: