Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Renungan: Dosa Dibalik Jilbab Gaul, Cara Berhijab Yang Jadi Trend

Renungan: Dosa Dibalik Jilbab "Gaul", Cara Berhijab Yang Jadi Trend - Jilbab sebuah hijab atau hanya aksesoris merupakan realita yang kita lihat disekitar kita . Banyak orang beranggapan sebuah jilbab adalah sebuah keharusan dan kewajiban , memang betul tapi caranya yang membedakan kesungguhan menggunakan jilbab.

Beberapa orang memandang Jilbab hanya sebagai aksesoris semata , dan tidak memaknai arti dari jilbab itu sendiri . Maka dari itu pada tulisan ini saya memaparkan 5 kasus yang seringkali kita lihat , semoga menjadi introspeksi bagi kaum wanita yang masih melakukan hal tersebut.

Kasus I : Memakai jilbab tapi anggota tubuh lain terbuka dan mengundang hawa nafsu
Seorang perempuan muda berjilbab mini tengah mengambil bolpoin yang jatuh di lantai. Secara mengejutkan, pakaian yang tak kalah mini dengan jilbabnya, terangkat ke atas hingga memperlihatkan bagian tubuhnya.

Na’udzubillahi min dzalik, jika contoh yang dilukiskan itu sudah menjadi gambaran dari muslimah-muslimah sekarang ini. Niatnya memang baik, menutup aurat yang sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslimah. Hanya saja, seringkali aurat yang ditutup tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dituntunkan oleh Islam.

Lihatlah, betapa banyak perempuan-perempuan yang mengaku beragama Islam, mengenakan jilbab, tetapi masih mempertontonkan bentuk lekuk tubuhnya [memakai celana jean's atau legging]. Salah bergerak sedikit, bagian tubuhnya bisa kelihatan. Mininya jilbab yang dikenakan seringkali malah membuat rambutnya yang panjang menjuntai keluar.

Kasus II : Penggunaan kerudung , harus disesuaikan dengan konteks berpakaian.
Ketika para ibu yang menghadiri walimahan mengenakan jilbab, namun lengan kebayanya masih transparan. Usai walimahan, biasanya mereka menanggalkan jilbab seolah-olah jilbab hanyalah sebagai asesoris untuk walimahan saja.

Kasus III : Jilbab hanya digunakan untuk gaya – gayaan saja.
Sama halnya dengan para siswi atau mahasiswi yang sekolah atau kuliah di sekolah atau universitas Islam yang mewajibkan untuk mengenakan jilbab, mau tidak mau mereka harus mengenakan jilbab ketika berada di lingkungan sekolah atau kampus. Di luar itu, mereka dengan mudahnya tanpa beban membiarkan rambutnya tidak tertutup oleh jilbab.

Bahkan, ada juga sebagian mengenakan jilbab hanya karena merasa lebih cantik jika berjilbab. Rambutnya yang kurang bagus untuk diperlihatkan, terpaksa harus ditutupi. Jilbab modis yang dikenakan bisa mengalihkan penampilannya, hingga ia terlihat lebih mempesona dengan berjilbab.

Kasus IV : Kerudung gaul ?! Ikut trend atau untuk hijab
Fenomena kerudung gaul atau jilbab cekek adalah fenomena yang sangat membingungkan bagi setiap muslim atau muslimah yang memahami ajaran Islam dengan benar. Ini mengingat, seorang perempuan atau wanita muslim yang mengenakan kerudung gaul, dalam benaknya dia ingin menutup aurat, namun juga ingin tampil pamer modis dan cantik.

Beberapa gelintir perempuan berkomentar, “Lho, masih mending memakai kerudung atau jilbab gaul, daripada tidak sama sekali?!” Yang lainnya menyatakan, “Ini kan masih belajar untuk menutup aurat.” Ya, kerudung gaul selalu dianggap lebih baik daripada tidak menutup aurat sama sekali. Atau juga dianggap sebagai sebuah proses belajar menutup aurat. Pernyataan-pernyataan tersebut sekilas tampak benar, namun sejatinya sungguh keliru. Karena seorang muslim diharuskan untuk menjalani setiap perintah syariat secara total atau kaffah.

Bagi para muslimah yang memahami benar ketentuan jilbab sesuai perintah teks Al-Qur‘an dan hadits, mengenakan kerudung gaul tak ubahnya melecehkan syariat Islam dan sebagai bentuk penyaluran selera pribadinya semata. “Maksudnya pengen mengenakan simbol islami, tapi juga nggak mau meninggalkan mode yang sedang booming saat ini".

Kasus V : Memakai jilbab dan pakaian Islami tidak menarik perhatian
Bahkan lucunya, kini semacam ada pandangan yang menyatakan bahwa perempuan yang memilih untuk berjilbab panjang dan mengenakan gamis rapih, maka mereka akan kehilangan respek dari kaum lelaki. Padahal, ditilik dari sudut pandang Islam, perempuan dewasa yang tidak menutup aurat, justru merekalah yang akan kehilangan respek dari setiap muslim dan muslimah, dan kehilangan respek dari Allah tentunya.

Padahal, jilbab yang dikehendaki syariat bermakna milhâfah, berarti baju kurung atau semacam abaya yang longgar dan tidak tipis, atau kain (kisaa‘) apa saja yang dapat menutupi, atau pakaian (tsaub) yang dapat menutupi seluruh bagian tubuh. Di dalam kamus Al-Muhith dinyatakan bahwa jilbab itu laksanasirdab (terowongan) atau sinmar (lorong), yakni baju atau pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung atau kain apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya seperti halnya baju kurung.

Dalam kamus Ash-Shahhah, Al-Jauhari menyatakan, “Jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebutmula’ah (baju kurung)". Makna jilbab seperti inilah yang diinginkan Allah ketika berfirman, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Ahzab: 59)

Para ulama pakar tafsir pun sepakat, jilbab syar’i bermakna sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Hal ini membuat seorang muslimah tampak elegan, santun, bermartabat, dan tentunya berkepribadian islami.

Kesimpulan dan Renungan
Apakah makna jilbab bagi para wanita muslimah sebatas hanya perhiasan semata ?! Amat sangat disayangkan jika jilbab hanya diartikan sebagai asesoris semata.

Pernahkah kita berpikir mengapa begitu banyak perempuan dan wanita muslim yang mengenakan ‘jilbab’, namun berpakaian sangat ‘provokatif,’ misalnya menampakkan lekuk-lekuk kemolekan tubuhnya? Fungsi jilbab yang semestinya diarahkan untuk menutupi aurat, seperti dada dan pinggul, justru malah diabaikan.

Sejatinya, penutup kepala seperti itu bukanlah jilbab dalam perspektif hijab yang disyariatkan Islam. Orang-orang lebih menyebutnya dengan “kerudung gaul”. Atau diistilahkan Milasari Astuti –dalam artikelnya di sebuah situs Islam— dengan istilah “jilbab cekek”, karena memang benar-benar hanya sebatasnyekek leher.

Maksudnya, seorang perempuan muslim mengenakan kerudung yang menutupi kepala dan rambutnya, namun berpakaian tipis, transparan, atau ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya. Semisal, kepala dibalut kerudung atau jilbab, namun berbaju atau kaos ketat, bercelanajean atau legging yang full pressed body, dan lain sebagainya.

Ketika ditanya mengenai sabda Nabi: “Berpakaian tapi telanjang”, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjawab, “Yakni wanita-wanita tersebut memakai pakaian, akan tetapi pakaian mereka tidak tertutup rapat (menutup seluruh tubuhnya atau auratnya).”

Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan, “Makna kasiyatun ‘ariyatun(berpakaian namun telanjang) adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” (Lihat:Jilbab Al-Mar‘ah Muslimah, 125-126).

Hal senada juga dikatakan oleh Ibnul Jauzi yang berpendapat bahwa makna kasiyatun ‘ariyatun ada tiga makna. Pertama,wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang. Kedua, wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang. Ketiga wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya.

Pada intinya wanita berpakaian telanjang adalah wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya, atau memakai pakaian ketat, sehingga terlihat lekuk tubuhnya, dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup.

Semoga tulisan ini memberikan pencerahan bagi kaum wanita yang kini terjebak dengan hal – hal yang sebenarnya adalah esensi dari jilbab tersebut.




"Warung Sodaqoh" Makan Tanpa Bayar!!! Nyata di Indonesia

"Warung Sodaqoh" Makan Tanpa Bayar!!! Nyata di Indonesia

"Warung Sodaqoh" Khusus fakir miskin & kaum dhuafa.
Bila Anda tidak punya uang untuk makan, silahkan mampir ke warung tersebut. Ajak istri, suami, anak, pacar, tetangga, teman, atau siapa saja yg butuh makan, tetapi terkendala uang. Silakan, pesan menu apa saja yg Anda mau, dan tersedia di situ. Tak akan dimintai bayaran sepeserpun.

Atau.. kalau misal Anda punya uang, apakah itu seribu perak, duaribu perak, silakan.. masukkan uang tersebut ke tempat yang sudah disediakan.

Semuanya akan dilayani dengan sepenuh hati. Jangan khawatir, Menu masakannya cukup beragam, Ada ayam opor, nasi megono, telur bacem, telur ceplok, sampai daging rendang.
Warung Sodaqoh
Buka tiap hari, mulai pkl. 06.00-09.00.
Lokasi: Alun-alun Kota Pekalongan.
Tiap hari, banyak saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai tukang becak, kuli panggul, pengemis, dsb, makan di situ.

Warung tersebut dibuka dan dibiayai oleh seorang yang mengaku sebagai 'Hamba Allah'. Tujuannya, untuk membantu orang-orang yang kekurangan. Ia juga ingin mengembalikan fungsi alun-alun sebagai tempat favoritnya rakyat kecil. Dengan begitu, rakyat kecil bisa ikut menikmati makanan murah bahkan gratis di kawasan alun-alun... Sekaligus menyentil orang-orang kaya, para pejabat, atau siapapun, untuk ikut terketuk hatinya kepada orang-orang miskin...

Anda kalo mau juga bisa lho punya warung seperti ini, kalo tidak bisa di kelola sendiri, bisa juga di kelola berjamaah.. bersama team Anda, atau Komunitas Anda.

"Semoga bermanfaat Dan Menginspirasi agan"




ABG Jaman Sekarang Banyak Yang Lebih Hina Daripada Pelacur

ABG Jaman Sekarang Banyak Yang Lebih Hina Daripada Pelacur - Kenapa kebanyakan cewek ABG jaman sekarang itu moralnya lebih hina dibanding pelacur?

Bandingkan cewek ABG zaman sekarang banyak yang udah jebol sebelum nikah. Mereka membuang buang keperawanan nya hanya demi Si Pujaan Hati yang dengan gampang merayu.

Mereka tak pernah menyesali perbuatan mereka, bahkan mereka melakukannya secara Gratis! Tanpa bayaran sepeser pun.

Tapi bandingkan dengan para PELACUR di jalan, mereka walaupun rela di tiduri lelaki. Tapi mereka melakukan semua itu hanya untuk mencari sesuap nasi, bahkan demi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya mereka rela mengorbankan harga dirinya di injak-injak oleh orang lain dengan alasan keluarganya bisa bahagia.

Tapi para ABG jaman sekarang, kalian cari apa? Mereka tak menyesal? Mereka sama sekali tidak merasa kasihan sama orangtua yang membesarkannya bekerja dari pagi sampai matahari terbenam hanya untuk membahagiakan keluarga.

Dan yang paling diutamakan adalah para anaknya. Jadilah seorang anak yang berguna bagi semua orang, terutama orang tua dan keluarga.

Jangan jadi sampah masyarakat yang hanya merugikan diri sendiri dan orang lain.




Kisah Inspiratif: Inilah Yang Membuat Selebriti Ini Memilih Pakai Jilbab

Kisah Inspiratif: Inilah Yang Membuat Selebriti Ini Memilih Pakai Jilbab - Menggunakan jilbab merupakan sebuah kewajiban yang diberikan oleh Allah kepada seluruh muslimah. Sebab, jilbab akan membuat diri wanita merasa lebih tenang dan terhindar dari berbagai gangguan dan godaan yang mungkin saja dapat mengancam nyawa mereka. Pun begitu dengan selebriti Indonesia di bawah ini.

Walaupun namanya dibesarkan di dunia gemerlap nan glamor layaknya selebriti-selebriti lainnya, namun dengan hati yang ikhlas dan sungguh-sungguh mereka mau menutup aurat mereka menggunakan jilbab.

Bahkan, mereka tak takut akan kehilangan rezeki karena mereka yakin Allah lah yang mengatur seluruh rezeki bagi mereka. Kira-kira bagaimana ya kisah inspiratifnya? Berikut ulasannya.

1. Nuri Maulida
Awalnya, Nuri Maulida dikenal sebagai model sebelum berhasil membintangi sejumlah sinteron. Saat mulai memasuki dunia entertainment, Nuri belum menutup tubuhnya dengan balutan jilbab dan pakaian yang menutup seluruh auratnya.

Namun, semenjak ia mempelajari agama lebih dalam, maka ia dapat memantapkan hati untuk menggunakan jilbab agar dapat meraih surga Allah. Nuri juga memantapkan hati untuk mengenakan jilbab karena kerap membaca buku-buku agama islam dan terbiasa mengenakan jilbab saat dirinya umroh ke Mekkah.

Awalnya, Nuri khawatir jika rezekinya akan menurun karena ia memutuskan untuk mengenakan jilbab. Namun ternyata hidayah dari Allah yang datang padanya jauh lebih besar dan kuat daripada kekhawatirannya tersebut.

Ia pun meyakini bahwa jodoh, rezeki dan maut merupakan kuasa Allah yang mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Bahkan saat ia mengenakan jilbab, ia justru mendapati karirnya semakin cemerlang.

2. Marshanda
Istri dari Ben Khasyafani ini telah dikenal publik sebagai artis muda berbakat sejak dirinya masih sangat kecil. Ia dikenal sebagai selebriti yang sangat apik memerankan tokoh protagonis di berbagai sinetron dan film.

Wanita yang akrab disapa Caca ini pernah mencibir saat ia dianjurkan untuk mengenakan jilbab. Namun semua itu berubah ketika pada tahun 2010 silam ia akhirnya memutuskan untuk mengenakan jilbab. Setelah tersandung kasus penyebaran video pada beberapa tahun silam, Caca kemudian memutuskan untuk mendalami agama islam.

Ia banyak menghabiskan waktunya untuk sholat dan mengaji. Ia pun juga lebih belajar untuk bersyukur kepada Allah. Keinginan Marshanda untuk mengenakan jilbab memang sudah sangat kuat. Ia bahkan menolak tawaran film yang mensyaratkannya harus membuka jilbab.

3. Zaskia Sungkar
Kakak kandung dari Shireen Sungkar ini pernah berpikir jika hidupnya telah sempurna dan sangat bahagia. Bagaimana tidak? Ia memiliki keluarga yang amat mendukung karir dan keputusannya, ia juga memiliki karir yang cemerlang, bahkan ia juga memiliki seorang suami yang setia.

Namun ternyata, hati kecilnya merasakan sesuatu yang berbeda. Hatinya merasa ada sesuatu yang kurang. Hingga akhirnya ia sadar, bahwa kehidupan duniawi yang ia miliki sekarang bahkan tidak dapat menutupi kekosongan tersebut. Setelah ia berdiskusi panjang dengan ibunya, maka Zaskia pun menemukan jawabannya.

Ia memutuskan untuk mengenakan jilbab dan merasa hatinya lebih tenang dari sebelumnya.

4. Zaskia Adya Mecca
Istri dari sutradara ternama Hanung Bramantyo ini memang dikenal sebagai sosok artis yang berbakat. Bahkan film-film maupun sinetron yang dibintanginya kerap menjadi favorit masyarakat Indonesia.

Zaskia memutuskan untuk mengenakan jilbab lantaran dirinya merasa lebih tenang. Ia ikhlas menutup diri dan melakukan perubahan tersebut hanya untuk Allah.

Kesungguhannya dalam mengenakan jilbab juga ia tunjukkan dengan menolak berbagai tawaran yang memintanya untuk melepas jilbab.



Kisah Perjalanan CEO WhatsApp Jan Koum, Dari Tukang Sapu Jadi Miliarder

Kisah Perjalanan CEO WhatsApp Jan Koum, Dari Tukang Sapu Jadi Miliarder - Pada 1992, Jan Koum yang berusia 16 tahun tiba di Mountain View, Amerika Serikat. Didampingi oleh ibunya, Koum adalah imigran yang memutuskan hijrah dari Kiev, Ukraina, dengan mimpi meraih kehidupan yang lebih baik.

Di AS, mereka mengalami masa-masa sulit. Keluarga Koum tinggal di apartemen kecil dengan dua kamar tidur hasil bantuan pemerintah. Mereka terpaksa bergantung pada jaminan sosial dan mengantre kupon makanan karena tak punya uang.

Koum pun bekerja sebagai tukang sapu di sebuah toko untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara ibunya mengambil profesi baru sebagai baby sitter.

Ayah Koum tak ikut bermigrasi. Pria yang bekerja di sektor konstruksi ini memilih tinggal di Ukraina. Begitu terpisah, Koum mengaku tak bisa sering-sering menghubungi sang ayah karena mahalnya biaya telepon. "Jika saja ketika itu saya sudah bisa berkirim pesan instan ke ayah…" ujar Koum berandai-andai dalam wawancara dengan Wired.

Bersekolah
Saat masih tinggal di Ukraina, keluarga Koum hidup di sebuah desa di luar ibu kota Kiev. Dia pergi menuntut ilmu di sebuah sekolah yang keadaannya begitu memprihatinkan sampai-sampai tak punya kamar kecil.

"Bayangkan suhu di luar minus 20 derajat celsius, anak-anak harus berlari menyeberangi lapangan untuk ke kamar kecil… Saya baru punya komputer saat umur 19 tahun, tetapi pernah memiliki sempoa," kenang Koum. Sesampainya di rumah, Koum kecil terpaksa bergelap-gelap karena tak ada sambungan listrik ataupun air panas.

Begitu pindah ke Amerika dan mulai bersekolah di sana, keluarga Koum adalah satu-satunya di kelas yang tidak memiliki mobil. Jadilah Koum terpaksa bangun lebih pagi untuk mengejar bus. Sang ibu menjejali koper yang dibawa dari negeri asal dengan pulpen dan buku tulis cetakan Uni Soviet untuk menghemat biaya peralatan sekolah.

Datang dari negeri seberang, Koum ketika itu tak pandai berbahasa Inggris. Koum beberapa kali terlibat masalah karena "membalas anak lain yang mengganggu". Untung, dia terbantu dengan postur badan yang tinggi menjulang mencapai 188 cm. "Hidup di Ukraina tak mudah dan membuat saya tangguh secara fisik dan mental," katanya lagi.

Koum kemudian masuk kuliah, mempelajari ilmu komputer dan matematika, tetapi tidak sampai selesai. "Prestasi saya buruk, ditambah lagi dengan rasa bosan."

Duo pendiri WhatsApp Jan Koum dan Brian Acton
Maka, dia pun memutuskan drop out, lalu mulai bekerja sebagai pembungkus barang belanjaan di supermarket, setelah itu di toko elektronik, internet provider, hingga perusahaan audit. Sampai kemudian pada 1997 Koum bertemu dengan Brian Acton dari Yahoo. Enam bulan setelahnya, Koum mulai bekerja di Yahoo.

Mendirikan WhatsApp
Koum menjalin persahabatan dengan Acton, yang banyak membantu Koum ketika sempat hidup sebatang kara setelah ibunya meninggal pada tahun 2000. Sang ayah telah lebih dulu wafat pada 1997. "Dia (Acton) sering mengajak saya ke rumahnya," tutur Koum.

Menghabiskan sembilan tahun bekerja di Yahoo, termasuk Yahoo Shopping, Koum merasa tidak nyaman dengan banyaknya iklan yang harus diurus dan bertebaran di mana-mana.

"Selalu ada perdebatan untuk menempatkan lebih banyak lagi iklan dan logo di laman situs. Apa urusan pengguna dengan itu semua? Saya jadi tak nyaman. Iklan bukan satu-satunya solusi monetisasi untuk semua orang. Sebuah layanan harus benar-benar berupa layanan murni, pelanggan adalah pengguna," ujar Koum.

Acton rupanya merasakan hal serupa. Koum dan Acton kemudian memutuskan keluar dari Yahoo pada hari yang sama, yaitu 31 Oktober 2007. Koum ketika itu berusia 31 tahun dan telah mengumpulkan uang untuk memulai bisnisnya sendiri. Dia bertekad bahwa bisnisnya ini tak akan direcoki oleh iklan yang mengganggu.

Koum dan Acton pisah jalan, tetapi masih sering bertemu untuk mendiskusikan rencana bisnis. Keduanya sempat mencoba melamar di Facebook dan sama-sama ditolak.

Sequoia Capital Secarik kertas berisi motto WhatsApp yang ditulis tangan oleh Brian Acton
Pada 2009, setelah membeli sebuah iPhone, Koum menyadari bahwa toko aplikasi App Store yang baru berumur tujuh bulan akan melahirkan industri baru yang berisi pengembang-pengembang aplikasi.

Koum mendapat ide untuk membuat aplikasi yang bisa menampilkan update status seseorang di daftar kontak ponsel, misalnya ketika hampir kehabisan baterai atau sedang sibuk.

Nama yang muncul di benak Koum adalah "WhatsApp" karena terdengar mirip dengan kalimat "what's up" yang biasa dipakai untuk menanyakan kabar.

Dia pun mewujudkan ide ini dengan dibantu oleh Alex Fishman, seorang teman asal Rusia yang dekat dengan komunitas Rusia di kota San Jose. Pada 24 Februari 2009, dia mendirikan perusahaan WhatsApp Inc di California.

Tumbuh besar
WhatsApp versi pertama benar-benar dipakai sekadar untuk update status di ponsel. Pemakainya kebanyakan hanya teman-teman Koum dari Rusia. "Lalu, pada suatu ketika, ia berubah fungsi jadi aplikasi pesan instan. Kami mulai memakainya untuk menanyakan kabar masing-masing dan menjawabnya," ucap Fishman, sebagaimana dikutip oleh Forbes.

Koum pun tersadar bahwa dia secara tak sengaja telah menciptakan layanan pengiriman pesan. "Bisa berkirim pesan ke orang di belahan dunia lain secara instan, dengan perangkat yang selalu Anda bawa, adalah hal yang luar biasa," kata Koum.

Ketika itu, satu-satunya layanan messaging gratis lain yang tersedia adalah BlackBerry Messenger. Namun, aplikasi ini hanya bisa digunakan di ponsel BlackBerry. Google G-Talk dan Skype juga ada, tetapi WhatsApp menawarkan keunikan tersendiri di mana mekanisme login dilakukan melalui nomor ponsel pengguna.

Koum merilis WhatsApp versi 2.0 dengan komponen messaging. Jumlah pengguna aktifnya langsung melonjak jadi 250.000 orang. Dia kemudian menemui Acton yang masih menganggur. Acton bargabung dengan WhatsApp dan membantu mencarikan modal dari teman-teman eks-Yahoo.

Kendati sempat mengalami kesulitan keuangan, WhatsApp terus tumbuh dan mulai menghasilkan pendapatan dari biaya langganan yang ditarik dari pengguna.

Kini, WhatsApp telah menjelma jadi layanan pesan instan terbesar dengan jumlah pengguna aktif per bulan mencapai 450 juta. Setiap hari, sebanyak 18 miliar pesan dikirim melalui jaringannya. Semua itu ditangani dengan jumlah karyawan hanya 50 orang.

Warisan Soviet
Pengalaman hidup Koum ternyata punya pengaruh besar dalam membentuk layanan WhatsApp. Pria ini menghabiskan masa kecil di Ukraina yang masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Di negeri tersebut, percakapan warga selalu dimata-matai oleh pemerintah. "Itulah tempat yang saya tinggalkan untuk menuju ke sini (AS), di mana ada demokrasi dan kebebasan berbicara," ujar Koum.

Sehubungan dengan kemungkinan penyadapan oleh NSA, Koum mengatakan bahwa privasi pengguna WhatsApp sangat dijaga. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan semacam Facebook dan Yahoo, Koum mengatakan bahwa WhatsApp tak didorong oleh iklan. "Jadi, kami tak perlu mengumpulkan data pribadi pengguna," katanya.

Soal kebebasan dari iklan ini ternyata juga ada hubungannya dengan masa lalu Koum.

"Tak ada yang lebih personal dari komunikasi yang Anda lakukan dengan teman dan keluarga, dan menginterupsi itu semua dengan iklan bukanlah solusi yang tepat," ujar Koum. "Lagi pula, saya tumbuh di sebuah dunia yang tidak mengenal iklan. Tak ada iklan di Uni Soviet yang komunis," imbuhnya.
Brian Acton (kiri), Jan Koum (tengah) dan Jim Goetz dari Sequoia Capital, usai meneken perjanjian dengan Facebook
Sejak dulu, Koum dan Acton selalu konsisten menjaga layanan perusahaan itu agar tetap sederhana dan berfokus pada pengiriman pesan serta bebas iklan.

Sikap ini tecermin dari secarik kertas di ruang kantor Koum, berisikan semboyan singkat yang ditulis oleh Acton: "Tanpa Iklan! Tanpa Permainan! Tanpa Gimmick!". Di sampingnya tergeletak sepasang walkie-talkie yang dipakai Koum untuk mencari tahu bagaimana caranya menyederhanakan pesan instan berbasis suara.

Kini, WhatsApp telah dibeli Facebook dengan nilai 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 223 miliar). Kekayaan Koum yang memiliki 45 persen saham WhatsApp diperkirakan melonjak jadi 6,8 miliar dollar AS. 

Kendati demikian, dia tak melupakan masa lalu. Koum menandatangani perjanjian bernilai triliunan rupiah dengan Facebook itu di depan bekas kantor Dinas Sosial North County, Mountain View, tempat dia dulu mengantre kupon makanan bersama-sama warga kurang mampu lainnya.




Inspiratif: Foto Bocah Penjual Nasi Goreng

Inspiratif: Foto Bocah Penjual Nasi Goreng - Assalamu'alaikum, Selamat malam agan-agan kaskus sekaligus, udah pada makan belum nih ? Kalo ane sih lagi makan nasi goreng sambil buat trit ini eh ngomong soal nasi goreng nih, barusan ane pulang kuliah trus liat bocah digerobak nasi goreng lagi ngaduk-ngaduk kuali.

Ane mikirnya oh mungkin dia beli nasi goreng/mie rebus dan mamas yg jualannya lagi nuker duit atau lagi beli roko, tapi perasaan ntu bocah juga ada disitu pas malem-malem kemaren-kemarennya waktu ane pulang krj/kuliah, nah karena ane penasaran setelah nyampe rumah, ane balik lagi deh ke TKP nggak taunya ternyata doi emang penjualnya.

Karena ane penasaran rasanya bijimane dan mumpung lagi lapar juga ane beli deh tu nasi goreng, dari pada ane ngasih bocah pengemis dijalanan mending ane beli nasi goreng ini aja dah, Berikut Foto foto bocah penjual nasi goreng:

Ane nggak tau menau deh soal asal usul ni bocah yang jualan nasi goreng, tapi satu hal yang ane anggap dia hebat karena dia nggak malu berusaha.

Pada saat bocah-bocah SD/SMP lainnya lagi asik main di warnet atau main game online atau apalah dirumahnya, ni bocah malah nyari duit malam-malam begini.

Agan pernah liat nggak bocah-bocah dilampu merah? ada yang jualan koran, ada yang ngamen, ada yang ngemis, ada yang tepok2 jidat, Daripada agan kasih duit pada pengemis yang kerjaannya cuma minta-minta aja, mending agan belanjain deh ntu duit buat beli koran kek atau apa lah gitu. agar bisa membantu mereka yang mau berusaha, meskipun agan rasa itu tak perlu.

minggu pagi kemaren ane juga pernah liat bocah seorang diri menjajakan kue, ane nggak tau nama kuenya apa kalo disini (kalo dikampung ane namanya kue sapik alias kue dimasaknya dengan cara dijepit) tapi yang jelas dia teriak-teriak bu' pak beli dong kue sempring semprong nya (Rasanya seperti nonton laskar pelangi gan)

Kadang ane kasian lihat bapak-bapak atau ibu-ibu yang dagangannya nggak cuma seberapa tapi mereka masih tetap usaha dan nggak malu menjajakan dagangannya walau kadang cuma sedikit pembelinya.

Mohon maaf gan bila ada salah kata-kata, ane bikin trit ini atas dasar berbagi aja, bagi yang tak berkenan dengan tirt ini tolong lah jangan marah, karena pada dasarnya semua orang itu pasti punya alasan tersendiri mengapa mereka harus seperti ini dan itu, berkomentarlah dengan baik dan bijak dalam menyikapi suatu hal




Kisah: Seorang Nenek Mempertahankan Rumahnya di Antara Bangunan Mall

Kisah: Seorang Nenek Mempertahankan Rumahnya di Antara Bangunan Mall - Setiap orang melewati hidupnya penuh dengan kenangan. Semua orang juga memiliki banyak kenangan yang ingin dijaga hingga akhir hayat. Mungkin sangat klise jika dikaitkan dengan kata move on. Ini bukan soal move on. Tetapi tentang keinginan seseorang untuk selalu hidup dengan kenangannya. Di antara Anda mungkin ada yang selalu ingin tinggal di rumah orang tua Anda, karena begitu banyaknya kenangan yang telah Anda lalui bersama. Ini bukan tentang menjalani masa depan, tapi tentang kesulitan seseorang untuk hidup tanpa hal yang selama ini dijaganya.

Begitu pula yang dialami oleh seorang nenek berusia 84 tahun ini dilansir dari viralnova.com. Nenek ini tampak seperti wanita lansia pada umumnya. Tetapi dunia mendadak menaruh pandangan padanya setelah sebuah film animasi Up pada tahun 2009 membuat banyak orang menangis saat melihatnya. Rumah yang begitu tampak jelas di antara beberapa bangunan besar itu bukan rumah yang paling mewah atau yang paling besar. Melainkan rumah mungil milik Edith Mcefield, seorang nenek yang bersikeras mempertahankan rumahnya dari permintaan seorang vendor yang akan mendirikan mall di lokasi tersebut.

Barry Martin sebagai kepala untuk bagian konstruksi pembangunan mall di daerah ini telah berulang kali menyakinkan Edith sejak nenek ini masih muda. Tetapi Edith menuturkan kisah yang membuat Barry Martin mengurungkan niatnya meskipun Barry sendiri tidak tahu apakah itu benar atau salah. Edith mengatakan bahwa dirinya telah direkrut oleh badan intelegensi Inggris sebagai murid di sekolah musik dan kemudian dikirim ke Jerman sebagai mata-mata nazi.

Barry Martin tidak putus asa begitu saja untuk mendekati Edith, bahkan hubungan mereka semakin dekat sampai ketika Edith mengatakan dirinya sakit, Barry akan segera mengantarkan Edith ke rumah sakit. Akhirnya suatu ketika Barry kembali menanyakan pada Edith kenapa dirinya tidak ingin pindah dari rumah tersebut. Tak disangka akhirnya Edith mengatakan apa alasannya, "Kemana aku harus pergi? Aku tidak punya keluarga di rumah ini, ibuku meninggal di rumah ini. Aku datang dari Inggris ke Amerika untuk merawatnya. Ibuku berpesan bahwa dia ingin meninggal di rumah ini tanpa harus pergi ke rumah sakit dan aku memegang janji itu. Akupun juga ingin mati di sini."

Edith masih sering menerima tawaran untuk menjual rumahnya dengan tawaran tertinggi sekitar 1 juta dollar atau sekitar 12 miliar rupiah. Sejak bertemu Barry, Edith semakin tergantung pada Barry. Suatu hari Barry menyadari bahwa Edith tampak semakin kurus dan membawanya ke rumah sakit. Ternyata Edith menderita kanker pankreas. Namun ini tidak mematahkan semangat Edith. Baginya tidak ada hal yang dia takutkan karena dia memiliki rumah dan sahabatnya, Barry.




Inilah 7 Hal Cerdas Yang Dilakukan Orang Sukses Tanpa Kuliah

Inilah 7 Hal Cerdas Yang Dilakukan Orang Sukses Tanpa Kuliah - Ini sebuah ironi yang sulit dipecahkan. Di satu sisi, bangku kuliah menawarkan ilmu dan pengalaman belajar bagi setiap mahasiswanya. Di sisi lain, sebagian orang berpikir bahwa kuliah hanya bersifat teoritis, bukan praktis. Ironisnya, sebagian orang berhasil mencapai kesuksesan tanpa harus menimba ilmu sebagai mahasiswa. Sebaliknya, banyak lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur dan jobless.

Berikut adalah tujuh hal pintar yang dilakukan orang sukses tanpa kuliah, seperti dilansir Forbes.

1. Anda dapat belajar sesuatu yang bermanfaat dari siapa pun
Titel tinggi belum tentu menjanjikan kepintaran lebih. Banyak orang di luar sana yang memiliki pengetahuan lebih luas dibanding lulusan kuliah sekali pun. Anda bisa mempelajari banyak hal dari orang lain.

2. Tidak peduli seberapa baik ide Anda
Orang yang tak kuliah sering berpikir di luar kotak dan tidak mengikuti aturan. Beda dengan lulusan perguruan tinggi, sebagian besar dari mereka diajarkan untuk mengikuti aturan.

3. Tidak suka diintimidasi
Mereka merasa bebas dan tidak suka diintimidasi oleh orang lain. Bullying hanya akan meruntuhkan ide kreatif seseorang.

4. Belajar itu baik, melakukan itu lebih baik.
Belajar teori itu baik, namun ada yang lebih penting, yakni praktek. Bahkan, seseorang yang tak pernah masuk kuliah bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari lulusan perguruan tinggi. Kenapa? Mereka belajar dari melakukan dan mencoba secara terus-menerus. Mereka sudah merasakan jatuh dan belajar untuk bangkit.

5. Balas budi
Keberhasilan seseorang tergantung pada bantuan orang lain. Hubungan timbal balik antar manusia memberikan kesempatan seseorang untuk berkembang. Meski terdengar sepele, membalas budi bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

6. Bersikap baik tanpa pandang bulu
Bersikap baik pada semua orang, tanpa pandang bulu. Keengganan untuk bersikap ramah pada orang lain, membuat seseorang sulit sukses. Percayalah, kebaikan apa pun yang Anda lakukan untuk orang lain akan berbuah manis di kemudian hari.

7. Uang memang penting, tetapi pengalaman lebih berharga
Semua orang membutuhkan uang. Namun, ada yang lebih berharga dari sekadar uang, yakni pengalaman. Ketika Anda berinvestasi pada pengalaman, Anda akan mendapatkan pembelajaran baru, cara berpikir baru, dan masih banyak lagi.

Ada banyak hal penting yang bisa kita pelajari di luar sana. Tidak terbatas, kawan! Belajar memang baik, tetapi melakukan lebih penting.




Pandangan Bob Sadino Mengenai Bodoh Vs Pintar

Pandangan Bob Sadino Mengenai Bodoh Vs Pintar - Sebuah Ukuran yang tepat mengenai bodoh dan pintar bagi setiap orang pasti berbeda- beda. Kali ini mari kita melihat pandangan Pak Bob Sadino mengenai Bodoh dan Pintar yang seseorang dari kacamata Entrepuener/wiraswasta.

1. Terlalu Banyak Ide
Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

2. Miskin Keberanian Untuk Memulai
Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar, kenapa? Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang pintar telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis
Sebagian besar orang pintar sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang bodoh tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses
Orang pintar merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang bodoh merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar
Orang pintar berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang bodoh tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi
Orang pintar menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang bodoh berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai
Orang pintar yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang bodoh tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri
Orang pintar berpikir aku pasti bisa mengerjakan semuanya, sedangkan orang bodoh menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan
Orang pintar menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang bodoh berpikir simpel, yang penting produknya terjual.

10. Tidak Fokus
Orang Pintar sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang bodoh tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen
Orang pintar sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang bodoh? Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas
Orang bodoh kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberitahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang pintar sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tahu Prioritas
Orang pintar sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang bodoh? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas.

14. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas
Banyak orang bodoh yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang pintar malas untuk berkerja keras dan sok cerdas.

15. Mudah Menyerah
Orang pintar merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang bodoh seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

16. Melupakan Keluarga
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin menguras waktu dan tenaga.




Motivasi: Buang 5 Kata Ini Dalam Hidup Anda!

Motivasi: Buang 5 Kata Ini Dalam Hidup Anda! - Tanpa banyak disadari, kata memiliki kekuatan tertentu yang dapat dirasakan oleh orang yang mendengarnya maupun yang mengatakannya. Maka dari itu banyak yang menyarankan agar menghindari melontarkan kata-kata yang tidak menyenangkan kepada orang lain.

Selain itu, ternyata ada kata yang bisa membawa pengaruh buruk dalam kehidupan Anda, kira-kira apa saja ya kata-kata itu? Berikut dilansir dari mindbodygreen.com.

1. Bodoh
Anda akan melontarkan kata-kata ini baik kepada diri sendiri ataupun orang lain ketika mereka melakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan atau ketika Anda merasa melakukan kesalahan fatal. Siapakah Anda bisa mengatakan ini pada orang lain?

2. Gemuk
Kata-kata ini akan menyebabkan kebencian terhadap diri sendiri atau kepada orang lain yang mengatakannya. Apakah Anda ingin menjadi bagian orang yang dibenci atau disukai? Hapus kata ini dari pikiran Anda. Tidak ada orang yang suka mendengarnya.

3. Seharusnya
Kata ini ternyata memiliki dampak besar pada masa depan seseorang. 'Seharusnya" membuat orang berhalusinasi telah melakukannya. Atau membuat Anda tidak mampu menerima kenyataan. Itulah sebabnya Anda harus menghapus kata-kata ini dari hidup Anda.

4. Benci
Sebenarnya ini bukan kata yang memiliki kekuatan besar seperti kata-kata lainnya. Tetapi ini mengekspose hal negatif. Anda tidak perlu fokus terhadap hal-hal yang tidak baik atau hal yang salah dalam hidup Anda. Karena tetap lebih baik untuk fokus dengan hal positif yang bisa Anda lakukan.

5. Pecundang
Setiap orang memiliki jalan masing-masing dalam hidupnya dan Anda bukanlah orang yang tepat untuk mengatakan mereka pecundang. Karena semua orang akan belajar dari pengalamannya. Dan setiap orang berhak menentukan kehidupan seperti apa yang mereka inginkan.

Ingat ya, hapus 5 kata di atas dari kehidupan Anda.




Kisah Perjuangan Zaitun, Kakek 74 Tahun Yang Semangat Mencari Sesuap Nasi

Kisah Perjuangan Zaitun, Kakek 74 Tahun Yang Semangat Mencari Sesuap Nasi - Kakek Zaitun sudah berusia 74 tahun. Tapi dia tetap semangat mencari rezeki, berjualan kalender, peniti, resep masakan, atau barang-barang pernak pernik lainnya. Dia tak mau hanya bengong di rumah menunggu pemberian anaknya.

Setiap hari, sang anak Saringat (42) mengantarkannya dengan motor ke tempat dia berdagang memulai hari di sekolah Kanisius Sengkan, Yogyakarta. Setelah sekolah bubar dia berkeliling hingga sore hari.

"Sehari dapat Rp 25 ribu," kata Zaitun dengan terbata saat ditemui detikcom, awal Januari lalu.

Zaitun berjalan perlahan, dari satu lokasi ke lokasi lain. Dengan tubuh membungkuk dan tertatih dia tak sungkan menyapa para pembeli, menawarkan barang dagangan miliknya. Senyum selalu diumbar di wajahnya.

Menurut Zaitun, uang Rp 25 ribu itu tak banyak tersisa. Keuntungan berdagang itu habis buat makan atau minum selama menjajakan dagangan. Zaitun tetap senang, berjalan dan bekerja membuat dia bertahan mengarungi hidup.

Tak sedikit pembeli yang membeli barang dagangannya hanya sekedar iba. Mereka tak butuh barang yang dijajakan Zaitun, tapi kasihan dan kagum pada kakek itu.

Kadang ada hari di mana anaknya tak bisa mengantar dia berdagang, Zaitun pun tetap memilih berjualan dengan naik angkot sampai ke tempat tujuan. Dari sejak muda dia sudah terbiasa mandiri, bahkan saat usianya sudah senja seperti sekarang.

"Saya tidak merepotkan anak, penghasilannya juga sedikit," terang Zaitun dalam bahasa Jawa.



Cerita Orang Terkaya RI Sekolahkan Pedagang Asongan Sampai Jadi Dokter

Cerita Orang Terkaya RI Sekolahkan Pedagang Asongan Sampai Jadi Dokter - Salah satu orang terkaya di Indonesia, Tahir, dikenal sebagai orang kaya yang dermawan. Dia memiliki yayasan yang bernama Tahir Foundation. Salah satu bentuk kedermawanan dia adalah membiayai hidup seorang tukang susu hingga menjadi seorang dokter.

Ceritanya berawal saat Tahir bertemu seorang kakak beradik yang berjualan susu di kawasan Green Garden, Jakarta Barat. Pedagang susu tersebut menurut Tahir adalah pedagang yang jujur dan tidak pernah mengemis-ngemis.

Menantu dari Mochtar Riady ini mengisahkan, saat itu ada seorang pembeli yang merasa iba dan memberikan uang Rp 10.000 kepada kakak beradik tersebut. Padahal harga susunya hanya Rp 500/bungkus.

Si pembeli ingin memberikan semua uangnya untuk sebungkus susu seharga Rp 500 itu. Namun si anak menolak dan mengaku kalau mereka berjualan bukan mengemis. Itu yang mengetuk hati seorang Tahir untuk membantu mereka.

"Cerita ini yang menginspirasi saya. Something special nih. Saya inget saya punya anak laki-laki satu yang lahirnya di istana dia tidak pernah mengenal dunia nyata. Ini kesempatan saya untuk bantu," kata pendiri Mayapada Group ini saat berkunjung ke kantor detikcom di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Tahir langsung mencari-cari alamat mereka. Dengan bantuan staff-nya, Tahir akhirnya tahu di mana mereka tinggal. Di sebuah perkampungan yang tidak disebutkannya, anak-anak tersebut hidup 4 bersaudara dengan orang tuanya. Sang bapak tidak bekerja karena mengalami kecelakaan dan mengalami benturan di kepala.

Singkat cerita, Tahir ingin membantu keluarga tersebut
"Saya tanya kamu biaya keluarga berapa dia bilang Rp 700 ribu. Saya kasih Rp 700 ribu, tapi syaratnya anaknya nggak boleh jualan lagi. Kerja sama saya anaknya. Pagi sekolah siang kerja sama saya. Saya punya cabang di Mayapada. Kebetulan anak perempuan saya masih jadi manager di sana," kisah Tahir.

Kedua kakak beradik tersebut akhirnya bekerja di Mayapada hingga beranjak dewasa, sambil meneruskan sekolahnya. Setelah lulus sekolah, keduanya diterima di salah satu perguruan tinggi Universitas Kristen Kridawacana (Unkrida). Salah satu dari mereka diterima di Fakultas Kedokteran di kampus itu.

Mereka kembali mendatangi Tahir dan mengatakan bahwa biaya masuk kuliahnya mencapai Rp 120 juta. Tahir sempat berargumen dengan sang istri pada saat ingin memberikan uang sebesar itu.

"Saya bilang istri saya, dia bilang gini 'nanti biaya sekolahnya juga mahal, buku kedokteran juga mahal'. Saya bilang gini, aduh waktu kecil saya pengen jadi dokter tapi nggak kesampaian, sekarang ini saatnya," tambahnya.

Akhirnya, Tahir memutuskan untuk membantu mereka. Tahir langsung datang menemui rektor universitas tersebut dan meminta keringanan biaya. Akhirnya, biaya yang harus dikeluarkan Tahir hanya Rp 100 juta.

Setelah dibantu biaya masuk perkuliahan, anak-anak tersebut tidak pernah lagi meminta sepeserpun kepada pria berumur 61 tahun ini. Hingga pada akhirnya, salah satu dari mereka datang dan mengabarkan kalau dirinya sudah lulus kuliah kedokteran.

"Satu lulus dan praktek. Filosofi saya, itu adalah berkah yang di atas, sehingga saya bisa mengambil bagian dalam kebaikan," kisah Tahir. | Detik.com

Cerita Inspiratif: Bapak Ibukku Adalah Sarjana Tanpa Gelar

Cerita Inspiratif: Bapak Ibukku Adalah Sarjana Tanpa Gelar - Seperti kata #Marshanda, Allah sudah menyusun skenario terbaik untuk kita. Ya benar sekali. Jika aku tidak dilahirkan di keluarga ini, akankah aku jadi seperti sekarang ini?

Tangan dingin Bapak Ibukku telah berhasil membuatku membentuk kepribadian dan mental bajaku. Dulu mungkin aku sangat marah bahkan antipati ketika aku menangis, tanpa banyak bicara, aku langsung disiram dengan air. Ternyata kusadari bahwa Bapakku mendidikku agar menjadi wanita yang tegar dalam menghadapi berbagai masalah.

Tidak hanya Bapakku, Ibukku juga seperti itu, tanpa bertanya apakah aku masih mengantuk atau tidak, aku tidur jam berapa, jam 2 wajib bangun, sholat tahajjud, dan belajar meski sampai ketiduran dan buku dipenuhi luberan tinta. Ternyata Ibukku membentuk gaya belajarku, belajar di pagi hari itu sangat baik.

Aku masih ingat, ketika SD-SMA dan kuliah, aku harus mengurusi segalanya sendiri, daftar sekolah sendiri, mencari kos sendiri, bahkan terkadang Bapak-Ibukku tidak tahu jika anaknya diterima di SMP terbaik di Pasirian, SMA terfavorit di Lumajang, bahkan Universitas Airlangga. Ya, mereka berdua mendidikku untuk menjadi mandiri, tidak bergantung kepada orang lain selama itu bisa dikerjakan sendiri.

Aku juga masih ingat, ketika aku meminta dibelikan baju baru atau apalah itu, ibuku tidak akan menggubris, tapi jika aku menyangkut pendidikan tanpa babibu besoknya langsung ada, bahkan aku masih ingat aku punya buku yang itu tidak ada yang memiliki.

Aku juga masih ingat, sejak SD-SMA ibukku selalu membawakan aku bekal makanan ke sekolah dan mewajibkanku sarapan pagi. Bahkan uang saku yang aku dapatpun, hanya cukup untuk naik bis. Bukan karena terlalu pelit, tapi ibukku menjaga makanan yang ku makan, sumpah gizi banget pokoknya.

Ibukku dan Bapakku bukan Sarjana yang tahu tentang itu semua, gizi, gaya belajar anak, dll. Mereka saja tidak bisa sekolah alias buta huruf. Tapi, bagaimana mereka bisa mendidikku seperti itu layaknya seorang Sarjana yang begitu paham akan semua itu?

I don’t know. Tapi, ku tahu, meski dari keluarga yang serba kekurangan, tapi mereka sadar akan pendidikan anak-anaknya. Allah pun menjabah semua yang mereka lakukan demi aku, dengan banyaknya guru mulai SD-SMP yang sangat membantuku, mencarikan aku beasiswa, memberiku buku-buku untuk belajar.

Itulah kenapa aku sangat bersyukur dilahirkan di keluarga ini meskipun di tengah kejamnya kemiskinan.

Arigatou gozaimasu, okan dan oton. Sukidayo :)

Sumber. Keepo.me


Demi Biayai S3 Kuliah Anaknya, Suami Istri Ini Mulung Plastik Bekas

Demi Biayai S3 Kuliah Anaknya, Suami Istri Ini Mulung Plastik Bekas - Ikatan keluarga, terutama orangtua kepada anaknya, tidak akan pernah pudar, dan mereka rela melakukan apa saja untuk menjadikan anaknya bahagia. Salah satu contoh nyata yang terjadi adalah pada pasangan suami istri di Cina, yang rela menyortir sebanyak 7 ribu hingga 10 ribu botol bekas untuk membiayai anaknya kuliah S3 di luar negeri.

Seperti dikutip WowKeren, sang suami, Jiagu Zhu, menyewa sebuah pabrik pada tahun 2004 bersama sang istri, Jianying Liu. Di situlah ia mengolah barang bekas dari plastik untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Tugas memulung plastik dilakukan oleh sang suami dengan bersepeda pada pagi hari, sementara sang istri bertugas mencucinya di pabrik dan menyortirnya. Dalam satu tahun, pasutri ini terhitung telah mengumpulkan 20 ton atau setara 900 ribu botol, belum termasuk material plastik selain botol.

Sang istri mengaku kalau pekerjaan yang dilakukannya itu memang cukup berat dan melelahkan, namun dia merasa bahagia karena bisa melakukannya bersama dengan suami tercinta. Keduanya percaya kerja kerasnya ini akan membuat masa depan mereka lebih baik.

Usaha keras pasutri ini patut dicontoh, karena dari tiap usaha pasti akan mendapatkan balasannya. Semoga pasutri ini terus mendapatkan yang terbaik demi anaknya. | Jadiberita.com

8 Kisah Orang-orang Miskin Yang Menjelma Menjadi Miliarder Dunia

8 Kisah Orang-orang Miskin Yang Menjelma Menjadi Miliarder Dunia - Ternyata tidak semua miliarder yang ada di dunia berasal dari keluarga kaya. Beberapa miliarder justru berawal dari orang miskin.

Dikutip dari laman Business Insider, Jumat 3 Januari 2014, orang-orang miskin ini berhasil mengembangkan bisnis yang mereka jalankan dan masuk ke daftar miliarder dunia.

Kisah mereka ini bisa menjadi inspirasi bahwa semangat, ketekunan, dan tekad yang kuat dapat mengubah keadaan miskin hingga sukses luar biasa.

Berikut adalah daftar beberapa miliarder dunia yang semula adalah orang miskin.

1. Larry Ellison
Ellison lahir di Brooklyn, New York dan tidak memiliki ayah. Dia dibesarkan oleh bibi dan pamannya di Chicago. Setelah bibinya meninggal, Ellison di-drop out dari sebuah universitas dan pindah ke California untuk bekerja serabutan selama delapan tahun.

Dia kemudian mendirikan Oracle, perusahaan pengembangan software, pada 1977. Saat ini, Oracle menjadi salah satu perusahaan IT terbesar di dunia.

Adapun jumlah kekayaan Ellison per September 2013 mencapai US$41 miliar.

2. Harold Simmons
Simmons dibesarkan di sebuah gubuk tanpa listrik. Dia berhasil diterima di University of Texas, di mana ia kemudian mendapatkan gelar sarjana ekonomi.

Simmons memiliki terobosan besar pertama dengan membeli rantai toko obat yang kemudian dia jual seharga US$50 juta. Simmons dikenal sebagai orang yang ahli membeli perusahaan.

Adapun jumlah kekayaan Simmons per September 2013 senilai US$40 miliar.

3. Li Ka-Shing
Setelah ayahnya meninggal dunia, Ka-Shing harus berhenti sekolah untuk membantu menghidupi keluarganya. Ayahnya meninggal dunia saat Ka-Shing berusia 15 tahun. Ka-Shing kemudian meninggalkan China dan pergi ke Hong Kong pada 1940-an untuk bekerja.

Pada 1950an, Ka-Shing mendirikan perusahaan sendiri yang bernama Cheung Kong Industries, yang kemudian memperluas usahanya ke bidang real estat.

Adapun jumlah kekayaan Ka-Shing per Maret 2013 sebesar US$31 miliar.

4. George Soros
Saat remaja, Soros berpose sebagai anak baptis seorang karyawan Departemen Pertanian Hungaria agar tetap aman dari pendudukan Nazi di Hungaria.

Pada 1947, Soros berhasil lolos dan tinggal bersama keluarganya di London. Dia kemudian bersekolah di London School of Economics sambil bekerja sebagai pelayan dan porter kereta api.

Setelah lulus, Soros bekerja di sebuah toko suvenir sebelum mendapatkan pekerjaan sebagai bankir di New York.

Adapun jumlah kekayaan Soros per September 2013 mencapai US$20 miliar.

5. Leonardo Del Vecchio
Del Vecchio adalah satu dari lima saudaranya yang dikirim ke panti asuhan, karena ibunya yang seorang janda tidak bisa merawat dan membiayainya.

Del Vecchio kemudian bekerja di pabrik pencetakan onderdil mobil dan frame kacamata. Pada usia 23 tahun, dia memberanikan diri untuk membuka toko sendiri. Toko itu kemudian semakin berkembang dan saat ini menjadi produsen kacamata hitam terbesar di dunia dengan merek Ray-Ban dan Oakley.

Adapun jumlah kekayaan Del Vecchio per Maret 2013 senilai US$15,3 miliar.

6. Francois Pinault
Pinault merupakan pendiri grup PPR yang membangun merek-merek barang mewah. Sebut saja misalnya Gucci dan Balenciaga, dua merek terkenal yang berada di bawah kendali PPR. Dia menggunakan klub olahraga untuk mempromosikan produk olahraga produksi PPR, yakni Puma.

Saat remaja, Pinault harus berhenti dari sebuah universitas karena kekurangan biaya. Adapun jumlah kekayaan Pinault per Maret 2013 sebanyak US$15 miliar.

7. Ralph Lauren
Lauren adalah perancang busana asal Amerika, dan pengusaha yang memiliki sebuah perusahaan busana bernilai multi-miliar dolar yang sudah terkenal di dunia.

Dia pernah bekerja di sebuah perusahaan ritel sebelum memunculkan mereknya sendiri. Pada 1967, Lauren mendirikan Polo yang saat ini menjadi identitas kerajaan bisnisnya. Usahanya itu meliputi produk parfum, furnitur, dan pakaian mewah.

Lauren memiliki hobi mengoleksi mobil langka dan mobil klasik. Adapun jumlah kekayaan Lauren per September 2013 mencapai US$7,7 miliar.

8. Do Won Chang
Do Won Chang dan istrinya, Jin Sook pindah ke Amerika Serikat dari Korea pada 1981. Do Won harus bekerja tiga pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dia bekerja sebagai petugas kebersihan, penjaga warung kopi, dan petugas pompa bensin.

Pada 1984, Do Won kemudian membuka toko pakaian pertama mereka. Ini yang menjadi cikal bakal Forever21, jaringan toko pakaian internasional. Do Won memiliki 480 gerai di seluruh dunia dengan penjualan sebesar US$3 miliar per tahun.

Adapun jumlah kekayaan Do Won Chang per September 2013 sebanyak US$5 miliar.

Albert Lexie, Kakek Penyemir Sepatu Yang Menyumbang Rp 2M Untuk Rumah Sakit

Albert Lexie, Kakek Penyemir Sepatu Yang Menyumbang Rp 2M Untuk Rumah Sakit - Jika sampai sekarang Anda enggan memberi sumbangan dengan alasan 'tidak punya uang' atau 'nanti saja kalau sudah jadi orang kaya', belajarlah dari kakek tukang semir sepatu ini. Pekerjaannya tidak menghasilkan uang yang banyak, tetapi dia bisa menyumbangkan uang $ 200.000 atau hampir Rp 2 miliar untuk sebuah rumah sakit anak, dilansir Huffingtonpost.

Besarnya jumlah sumbangan dari seorang tukang semir sepatu rasanya hampir tidak mungkin. Tetapi apa yang tidak mungkin jika seseorang memiliki niat baik untuk menolong orang lain? Tuhan akan memudahkan jalannya, meskipun semua itu harus melalui kesabaran lebih dari 30 tahun.

Nama kakek penyemir sepatu yang baik hati ini adalah Albert Lexie. Beliau sudah menjadi tukang semir sepatu sejak tahun 1950-an. Di tahun 1980-an, beliau bekerja sebagai tukang semir sepatu untuk rumah sakit anak di Pittsburgh. Albert membuat sepatu banyak dokter dan pembesuk berkilau.

Selama bekerja, beliau sering mendapat tip sebesar sekitar Rp 10.000 - Rp 20.000). Pernah ada seorang dokter yang memberi sekitar Rp 500.000 saat Natal. Dokter lain yang bernama Joseph Carcillo mengatakan bahwa Albert menyumbangkan lebih dari sepertiga penghasilannya seumur hidup untuk Rumah Sakit Children's Hospital Free Care Fund. Sumbangan itu digunakan untuk membantu pasien yang tidak sanggup membayar biaya rumah sakit.

"Ini adalah cara yang baik untuk menjadi seorang pahlawan," demikian yang dikatakan Dr Joseph Carcillo.

Sekecil apapun pekerjaan seseorang, bahkan jika pekerjaan itu diremehkan, selama hatinya dipenuhi keikhlasan dan sikap dermawan, ia akan berguna bagi banyak orang. | Vemale.com

8 Keuntungan Jika Menjadi Orang Jelek [yang merasa wajib baca]

8 Keuntungan Jika Menjadi Orang Jelek - Saya rasa tidak ada orang yang ingin dilahirkan jadi orang jelek karena semua ingin lahir dengan rupa yang baik dan setelah besar tumbuh dan berkembang menjadi orang yang cakep yaitu kalau laki-laki itu ganteng dan kalau perempuan itu cantik.

Tapi apa mau dikata kita tidak bisa memilih dan penampilan merupakan anugerah dari Sang Maha Kuasa.

Sebenarnya orang yang memiliki wajah atau penampilan yang relatif jelek itu tidak selalu membawa berkah karena semua ada hikmah atau keunggulan tertentu yang belum tentu bisa diraih oleh orang yang berpenampilan relatif baik. Diantaranya yaitu :

1. Tidak Banyak Gangguan Untuk Mengembangkan Diri
Orang yang berwajah jelek dan biasa saja punya banyak waktu luang untuk pengembangan diri karena tidak banyak gangguan dengan pacaran, dikejar penggemar, digoda lawan jenis, ditawari jadi foto model, kerja part time yang mengumbar kelebihan fisik, dan berbagai gangguan lain akibat keunggulan fisik. Terdapat waktu banyak untuk belajar dan berkarir labih serius untuk mempersiapkan masa depan yang akan dijalani nanti.

2. Tidak Mengalami Patah Hati Yang Serius
Kalau selama remaja tidak memikirkan masalah pacaran maka tidak mungkin ada rasa sakit hati karena diputuskan pacar, dikhianati pacar, rasa cemburu buta, dan lain sebagainya. Paling-paling hanya iri sama orang lain karena jomblo dan cemburu karena lawan jenis yang kita suka mesra dengan orang lain.

3. Mendapat Jodoh Yang Serius Dan Baik
Jika serius menggarap masa depan dan akhirnya mendulang sukses, pintar serta kemapanan maka tidak mungkin jodoh akan datang sendiri karena dari sisi bobot bibit bebet terpenuhi bobot dan bebet. Dengan kondisi sukses maka orang jelek bisa memperbaiki penampilan diri dengan uang yang melimpah sehingga memperbesar mendapat pasangan yang berkualitas baik. Tetapi jangan terlalu mengharap yang high quality karena cukup pandai dan baik saja itu sudah cukup untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tidak perlu dapat jodoh yang cakep di fisik saja karena justru bisa menimbulkan masalah jika orang itu tidak memiliki itikad baik dan juga terlalu lugu / polos.

4. Lebih Bisa Menjaga Kesucian (Keperawanan / Keperjakaan)
Orang yang jelek / biasa yang memiliki iman yang kuat kurang dilirik lawan jenis untuk diajak melakukan seks bebas sehingga banyak terhindar dari perbuatan dosa, dari pergaulan bebas yang salah jalan, dari pengaruh ajakan narkoba, rokok, minuman keras, dsb. Setelah dewasa pun akan punya rasa percaya diri dan nilai lebih dari orang yang terjerumus pergaulan sesat. Orang yang jelek atau biasa saja bisa juga terjerumus jika tidak punya iman hanya sebagai orang yang diperalat oleh lawan jenis untuk pemuas nafsu, pemorotan uang, dll. Yang pasti setelah dewasa dan sadar orang jelek / biasa akan lebih menyesal dari yang berpenampilan oke.

5. Punya Banyak Kesempatan Untuk Mencengangkan Orang Lain
Orang yang mukanya biasa ke bawah biasanya kurang diperhitungkan dan dianggap masa depan akan biasa-biasa atau di bawah standard. Namun jika serius menggarap masa depan dan berhasil maka orang yang menganggap rendah kita akan tercengang hebat dan iri. Para lawan jenis pun dari yang acuh bisa berubah menjadi suka karena kepandaian dan kesuksesan yang telah diraih dengan kerja keras hasil banting tulang sendiri.

6. Minim Gangguan Setelah Berkeluarga
Orang yang memiliki muka yang jelek dan biasa umumnya kurang dilirik oleh pihak luar yang dapat menghancurkan koharmonisan rumah tangga yang sedang berjalan. Yang ada mungkin pihak luar yang hanya suka dengan harta yang dimiliki oleh keluarga itu. Dengan begitu bagi orang jelek / biasa yang pandai dan beriman, rintangan hidup semacam itu tidak akan diindahkan.

7. Meminimalisir Berbagai Tindak Kejahatan / Kriminalitas Seksual
Memiliki wajah yang dianggap bagus akan membahayakan kita ketika masih kecil dan remaja yang umumnya memiliki pemikiran yang polos. Ada banyak orang dewasa yang suka memangsa anak di bawah umur serta orang dewasa yang senang menjerumuskan pemuda pemudi abg ke lembah hitam. Memiliki anak yang secara umum dinilai cakep akan lebih membuat kita waswas karena akan lebih aktif dalam menarik rasa suka dari teman sebaya maupun yang lebih tua. Jika tidak diawasi dan dibekali dengan baik, masa depannya bisa hancur berantakan dalam sekejap.

8. Lebih Dihargai Karena Kemampuan Murni & Keimanan
Seseorang yang cerdas / pandai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki serta memiliki keimanan yang baik di sisi agama sehingga memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat umum akan jauh lebih dihargai oleh orang lain dan juga Tuhan. Berbeda dengan orang yang cakep secara fisik namun otaknya biasa dan perilakunya kurang baik di mata masyarakat. Mungkin orang segan kerena dia cakep tapi di belakang akan dicemoh. Orang jelek yang bodoh akan sangat berbahaya di masa depan, karena akan kalah bersaing dengan orang cakep yang bodoh. Tetapi orang jelek yang cerdas akan bisa memiliki ribuan anak buah yang cakep-cakep.

Cerita Inpiratif, Kepintaran Orang Yang Pura-Pura Bodoh

Cerita Inpiratif: Kepintaran Orang Yang Pura-Pura Bodoh - Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.

Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"

"Apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp.1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih, "Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"

Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia betemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp.500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"

Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."
Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri selalu lebih pintar dari orang lain.


Pak Polantas, Kenapa Saya Membenci Anda???

Pak Polantas, Kenapa Saya Membenci Anda??? - 9 tahun lalu, saat pertama kali masuk SMA (dan saat itu banyak teman yang sudah menggunakan motor ke sekolah), saya mulai sering mendengar percakapan teman-teman yang setengah muak kepada polisi lalu lintas. Perkara apa lagi kalau bukan masalah tilang (tindakan langsung; bukan tinggi dan langsing ). Ada yang benar-benar “salah”, misalnya menerobos lampu merah, belok kiri jalan terus di perempatan yang sudah ada tanda bahwa jika berbelok mesti menunggu lampu, atau cuma memakai satu spion (yang spionnya lebih mirip cermin rias para artis, kecil sekali). Ada pula yang konon, sudah benar, tapi tetap saja “dicari-cari kesalahannya” (biasanya orang yang ditilang, tidak mau mengakui kesalahannya, bukan?). Terutama masalah helm “ciduk” (helm yang bukan standard SNI), yang saat itu marak dipakai dan teman-teman beralasan, “toh memakai helm” (peraturan helm standard SNI belum benar-benar ditegakkan saat itu).

Apa pun kesalahannya, yang jelas fokusnya tetap satu: Pak polisi lalu lintas yang seringnya berperut buncit, berwajah tegas, dan dengan kata-kata yang keras pula. Banyak yang berpikir, pak polisi lalu lintas ini, biasanya berburu mangsa ketika sudah memasuki tanggal 20 ke atas, atau dalam istilah lain, “tanggal tua”. Mengingat dapur mesti mengepul, sementara gaji sudah habis, pelanggaran lalu lintas adalah proyek pribadi yang luar biasa menguntungkan. Demikian komentar banyak teman.

Deskripsi pak polisi lalu lintas pun sangat menyebalkan. Mereka konon suka “menghilang begitu saja”. Misalnya, teman saya “terjaring” pada hari Selasa di pos polisi A. Karena tidak mempunyai “uang tebusan”, ia mesti rela SIM dan STNK-nya ditahan sampai ada “pengakuan kesalahan”. Namun, ketika teman saya datang pada hari Rabu, Pak Polisi itu tidak lagi bertugas pada jam yang sama sehingga si pemegang SIM ini mesti rela menunggu beberapa waktu untuk sekadar bertemu dan mendapatkan SIM-nya kembali.

Ada kalanya, teman mengeluh karena pak polisi suka menunjukkan kuasanya. Memang sih, teman saya bersalah. Tapi, semestinya Pak Polisi tidak perlu, kan, bersikap seolah-olah memiliki dunia dan bisa menjebloskan teman ini ke dalam neraka; dari gaya bicaranya saja? Ada teman yang pernah berusaha menghindari operasi pemeriksaan. Ia dikejar dan begitu menunjukkan SIM-nya, benda itu langsung dirampas untuk dibawa ke tempat operasi. Teman saya ini berteriak tak terima dan menghampiri pak polisi. Begitu di depannya, sang polisi berkata, “mulut siapa tadi yang berteriak?” Lalu, kalau ada teman yang memohon belas kasih, sang polisi konon bisa berkata dengan sadis, “bukan urusan saya.”

Karena saya pejalan kaki, saya tidak pernah menghadapi kenyataan ini. Sampai kemarin Rabu, ketika menunggu bus di perempatan, saya melihat ada sekitar 4-5 anak SMA yang terjaring “operasi”. Empat di antaranya, dilihat sekilas saja, memang salah karena spion yang cuma satu dan kecil itu. Sementara, ada seorang anak SMA yang mendatangi pos polisi tadi, bertanya ingin bertemu dengan Bapak **** (nama seorang polisi yang menahan SIM-nya kemarin di tempat yang sama). Para polisi itu, dengan wajah penuh kemenangan, berkata, tidak ada Bapak ****. Pulanglah anak SMA tadi dengan kecewa. Entah berapa lagi orang yang dijaring di pos polisi itu, saya tidak tahu karena bus kebetulan sudah “menjemput”.

Memang, mungkin banyak orang yang seenaknya saat mengemudi. Sebagai pejalan kaki, saya sering mengalami kejadian mesti mengalah atau “bersabar diri” dengan para pengendara, terutama pengendara sepeda motor (yang dalam bahasa Jawa, sakpenake wudele dhewe). Pelanggaran lain seperti spion, lampu mati, helm tidak standard (yang sekarang sudah hampir tidak ada), plat “mati”, dan lain-lain mungkin pula sangat mudah ditemui Bapak Polisi. Tapi, bukankah bisa bersikap lebih ramah, sesuai niatan polisi untuk melayani masyarakat? Kecuali misalnya, si pelanggar ini, mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kecelakaan, bolehlah ia dimarahi atau dibentak.

Bapak Polisi, tidak semua orang bisa berdisiplin keras seperti Bapak. Tidak semua orang pula pernah merasakan pendidikan yang isinya “peningkatan mental”. Semua orang, ketika bersalah sekalipun, akan membentengi diri dengan merasa sok benar. Apalagi ketika mereka dimarahi. Orang-orang “salah” ini justru akan menemukan argumentasi untuk berbalik menyalahkan sikap Bapak Polisi. Yang terjadi, akhirnya adalah lingkaran dendam yang tak terputus (dalam hal ini, bisakah kita mengesampingkan masalah benar-salah untuk masalah “sopan santun”, baik pak polisi maupun  pengendara kendaraan bermotor?).

Bersikap ramah (dan banyak Polisi lalu lintas yang berlaku demikian), bukankah akan melahirkan simpati publik? Kalau Bapak Polisi beralasan, “dengan cara ramah, justru akan membuat masyarakat merasa kesalahannya mudah dimaafkan dan akan melakukan kejadian serupa”, bukankah Bapak Polisi sudah curiga terlebih dahulu pada masyarakat yang membutuhkan pengayoman, bukan sikap kuasa yang membuat anak SMA pun ingin menonjok atau menginjak-injak Bapak?

Hukumlah mereka yang bersalah. Tapi, sebagai penegak hukum, jangan melebihi aturan hukum tersebut. Pak Polisi bisa membayangkan, seandainya anak Bapak “dihinakan” dalam bentuk serupa oleh petugas “penguasa” di instansi lain? Atau seandainya Pak Polisi beragama, bagaimana kelak ketika Bapak sampai di Akhirat, hendak masuk surga karena memiliki amalan yang begitu banyak, tapi justru dimasukkan ke neraka? Kemudian, ketika Pak Polisi protes, Malaikat berkata, “bukan urusanku.”

Sebagai penyeimbang, saya cantumkan pula beberapa pelanggaran yang berhak dihukum oleh Pak Polisi Lalu Lintas (masih ada beberapa yang lain).
1. Pasal 281 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki SIM dipidana kurungan selama maksimal 4 bulan atau denda maksimal Rp 1.000.000,00

2. Pasal 282 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda dipidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000,00

3. Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi suatu keadaan yang menyebabkan gangguan konsentrasi (telepon atau ber-SMS-an saat mengemudi :D) dipidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 750.000,00

4. Pasal 285 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban dipidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp. 250.000,-

5. Pasal 287 ayat 5 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan yang melanggar batas aturan kecepatan paling tinggi/paling rendah dipidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda Rp 500.000,00

6. Pasal 291 ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tidak mengenakan helm standard nasional Indonesia dipidana kurungan paling lama sebulan atau denda maksimal Rp 250.000,00

7. Pasal 291 ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm standard nasional Indonesia dipidana kurungan paling lama sebulan atau denda maksimal Rp 250.000,00.

8. Pasal 293 ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dipidana kurungan paling lama sebulan atau denda maksimal Rp 250.000,00.

9. Pasal 293 ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari dipidana kurungan paling lama 15 hari atau denda maksimal Rp 100.000,00.

Sumber. Jadiberita.com


Motivasi Ibu Buat Seorang Kernet Truk Jadi General Manager Bandara Soekarno-Hatta

Motivasi Ibu Buat Seorang Kernet Truk Jadi General Manager Bandara Soekarno-Hatta - Siapa yang sangka sejak usianya baru menginjak lima tahun, ternyata Syaiful Bahri (46) sudah harus merasakan keluarga yang tak harmonis. Hubungan ayah dan ibunya harus kandas saat dia masih terbilang balita itu.

Namun, kini Syaiful Bahri bisa berbangga hati dengan jerih payah sang ibunda yang bernama Sofiaty.

Di usianya yang sudah menginjak 74 tahun, sang ibu telah melihat anaknya itu menjabat sebagai general manager Terminal 2 di bandara yang menjadi pintu masuk utama ke Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurut Ipul biasa dia disapa, sosok ibu begitu berpengaruh dan menjadi motivasi terhadap kehidupannya. Meski dari keluarga kurang berada, ibunya berhasil membentuk anak semata wayangnya itu menjadi pria yang mandiri dan tidak bergantung pada kiriman ayahnya, yakni Bawaihi.

Syaiful menceritakan bahwa dia besar dari keluarga broken home. Karenanya, setelah orangtuanya berpisah, dia diurus secara bergantian oleh kakek, nenek dan pamanya.

"Saya diajarkan untuk hidup mandiri. Sampai akhirnya, seusai tamat SMA, saya menjadi kernet truk tanah. Saya keluar dari rumah, saya tinggal di kos-kosan di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Pilihannya saat itu adalah bagaimana dirinya harus memenuhi kebutuhan hidup. Karena semangat yang ditularkan ibunya, Saiful tak bergeming meski harus menjadi kernek truk tanah.

"Waktu itu, jangan mikir mau beli ini beli itu. Bertahan hidup saja sudah bagus lah kasarnya. Tetapi mama selalu bilang bahwa hidup itu keras, laki-laki harus melawan tidak boleh pasrah. Selama delapan bulan saya bekerja, makan tidak menentu, tidur tidak menentu. Kerja cuma untuk bisa makan tiga kali sehari, ngopi dan ngerokok," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Lalu Ipul berfikir untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Namun, dia bingung bagaimana membayarnya karena tidak mempunyai uang. Akhirnya, dia mencoba melamar ke perusahaan penerangan. Setelah memiliki uang cukup baik dari hasil menjadi kernet dan bekerja di perusahaan penerangan, dia pun mendaftar kuliah di Universitas Syeh Maulana Yusuf (Unis) Tangerang pada 1985.

"Saya bekerja sambil kuliah. Ya bagaimana caranya harus membagi waktu. Waktu berjalan, tak terasa saya lulus D3 administrasi negara. Lalu pesan ibu saya, saya harus melanjutkan kuliah. Jadilah saya lulusan S1 ilmu politik di Universitas Jayabaya," ujarnya.

Setelah bekerja selama 18 tahun di perusahaan penerangan. Pada 2006 Ipul diangkat masuk menjadi karyawan di struktural PT Angkasa Pura (AP) II.

Dia terus menekuni pekerjaan di AP II hingga karirnya terus melonjak mendapat promosi jabatan. Akhirnya pada tahun 2010 dia pun diberikan amanat sebagai General Manager Terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga sampai saat ini.

"Ibu selalu berpesan agar mematuhi aturan perusahaan, jangan pernah melawan dan jangan meminta jabatan," ujar Ipul.

Ipul mengatakan, bahwa semua penghargaan yang di dapat perusahaan selama dia menjabat, dia persembahkan unkuk ibunya. Dia juga berharap, ibunya yang sedang sakit stroke bisa cepat pulih.

"Saya kira tiada yang bisa saya ucapkan selain kata berterima kasih sama ibu saya. 13 penghargaan yang saya dan teman-teman raih sudah selama ini, adalah berkat ibu," tuturnya seraya menghapus air matanya dengan tisu. | Merdeka.com