Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Kisah Perjalanan CEO WhatsApp Jan Koum, Dari Tukang Sapu Jadi Miliarder

Kisah Perjalanan CEO WhatsApp Jan Koum, Dari Tukang Sapu Jadi Miliarder - Pada 1992, Jan Koum yang berusia 16 tahun tiba di Mountain View, Amerika Serikat. Didampingi oleh ibunya, Koum adalah imigran yang memutuskan hijrah dari Kiev, Ukraina, dengan mimpi meraih kehidupan yang lebih baik.

Di AS, mereka mengalami masa-masa sulit. Keluarga Koum tinggal di apartemen kecil dengan dua kamar tidur hasil bantuan pemerintah. Mereka terpaksa bergantung pada jaminan sosial dan mengantre kupon makanan karena tak punya uang.

Koum pun bekerja sebagai tukang sapu di sebuah toko untuk memenuhi kebutuhan hidup, sementara ibunya mengambil profesi baru sebagai baby sitter.

Ayah Koum tak ikut bermigrasi. Pria yang bekerja di sektor konstruksi ini memilih tinggal di Ukraina. Begitu terpisah, Koum mengaku tak bisa sering-sering menghubungi sang ayah karena mahalnya biaya telepon. "Jika saja ketika itu saya sudah bisa berkirim pesan instan ke ayah…" ujar Koum berandai-andai dalam wawancara dengan Wired.

Bersekolah
Saat masih tinggal di Ukraina, keluarga Koum hidup di sebuah desa di luar ibu kota Kiev. Dia pergi menuntut ilmu di sebuah sekolah yang keadaannya begitu memprihatinkan sampai-sampai tak punya kamar kecil.

"Bayangkan suhu di luar minus 20 derajat celsius, anak-anak harus berlari menyeberangi lapangan untuk ke kamar kecil… Saya baru punya komputer saat umur 19 tahun, tetapi pernah memiliki sempoa," kenang Koum. Sesampainya di rumah, Koum kecil terpaksa bergelap-gelap karena tak ada sambungan listrik ataupun air panas.

Begitu pindah ke Amerika dan mulai bersekolah di sana, keluarga Koum adalah satu-satunya di kelas yang tidak memiliki mobil. Jadilah Koum terpaksa bangun lebih pagi untuk mengejar bus. Sang ibu menjejali koper yang dibawa dari negeri asal dengan pulpen dan buku tulis cetakan Uni Soviet untuk menghemat biaya peralatan sekolah.

Datang dari negeri seberang, Koum ketika itu tak pandai berbahasa Inggris. Koum beberapa kali terlibat masalah karena "membalas anak lain yang mengganggu". Untung, dia terbantu dengan postur badan yang tinggi menjulang mencapai 188 cm. "Hidup di Ukraina tak mudah dan membuat saya tangguh secara fisik dan mental," katanya lagi.

Koum kemudian masuk kuliah, mempelajari ilmu komputer dan matematika, tetapi tidak sampai selesai. "Prestasi saya buruk, ditambah lagi dengan rasa bosan."

Duo pendiri WhatsApp Jan Koum dan Brian Acton
Maka, dia pun memutuskan drop out, lalu mulai bekerja sebagai pembungkus barang belanjaan di supermarket, setelah itu di toko elektronik, internet provider, hingga perusahaan audit. Sampai kemudian pada 1997 Koum bertemu dengan Brian Acton dari Yahoo. Enam bulan setelahnya, Koum mulai bekerja di Yahoo.

Mendirikan WhatsApp
Koum menjalin persahabatan dengan Acton, yang banyak membantu Koum ketika sempat hidup sebatang kara setelah ibunya meninggal pada tahun 2000. Sang ayah telah lebih dulu wafat pada 1997. "Dia (Acton) sering mengajak saya ke rumahnya," tutur Koum.

Menghabiskan sembilan tahun bekerja di Yahoo, termasuk Yahoo Shopping, Koum merasa tidak nyaman dengan banyaknya iklan yang harus diurus dan bertebaran di mana-mana.

"Selalu ada perdebatan untuk menempatkan lebih banyak lagi iklan dan logo di laman situs. Apa urusan pengguna dengan itu semua? Saya jadi tak nyaman. Iklan bukan satu-satunya solusi monetisasi untuk semua orang. Sebuah layanan harus benar-benar berupa layanan murni, pelanggan adalah pengguna," ujar Koum.

Acton rupanya merasakan hal serupa. Koum dan Acton kemudian memutuskan keluar dari Yahoo pada hari yang sama, yaitu 31 Oktober 2007. Koum ketika itu berusia 31 tahun dan telah mengumpulkan uang untuk memulai bisnisnya sendiri. Dia bertekad bahwa bisnisnya ini tak akan direcoki oleh iklan yang mengganggu.

Koum dan Acton pisah jalan, tetapi masih sering bertemu untuk mendiskusikan rencana bisnis. Keduanya sempat mencoba melamar di Facebook dan sama-sama ditolak.

Sequoia Capital Secarik kertas berisi motto WhatsApp yang ditulis tangan oleh Brian Acton
Pada 2009, setelah membeli sebuah iPhone, Koum menyadari bahwa toko aplikasi App Store yang baru berumur tujuh bulan akan melahirkan industri baru yang berisi pengembang-pengembang aplikasi.

Koum mendapat ide untuk membuat aplikasi yang bisa menampilkan update status seseorang di daftar kontak ponsel, misalnya ketika hampir kehabisan baterai atau sedang sibuk.

Nama yang muncul di benak Koum adalah "WhatsApp" karena terdengar mirip dengan kalimat "what's up" yang biasa dipakai untuk menanyakan kabar.

Dia pun mewujudkan ide ini dengan dibantu oleh Alex Fishman, seorang teman asal Rusia yang dekat dengan komunitas Rusia di kota San Jose. Pada 24 Februari 2009, dia mendirikan perusahaan WhatsApp Inc di California.

Tumbuh besar
WhatsApp versi pertama benar-benar dipakai sekadar untuk update status di ponsel. Pemakainya kebanyakan hanya teman-teman Koum dari Rusia. "Lalu, pada suatu ketika, ia berubah fungsi jadi aplikasi pesan instan. Kami mulai memakainya untuk menanyakan kabar masing-masing dan menjawabnya," ucap Fishman, sebagaimana dikutip oleh Forbes.

Koum pun tersadar bahwa dia secara tak sengaja telah menciptakan layanan pengiriman pesan. "Bisa berkirim pesan ke orang di belahan dunia lain secara instan, dengan perangkat yang selalu Anda bawa, adalah hal yang luar biasa," kata Koum.

Ketika itu, satu-satunya layanan messaging gratis lain yang tersedia adalah BlackBerry Messenger. Namun, aplikasi ini hanya bisa digunakan di ponsel BlackBerry. Google G-Talk dan Skype juga ada, tetapi WhatsApp menawarkan keunikan tersendiri di mana mekanisme login dilakukan melalui nomor ponsel pengguna.

Koum merilis WhatsApp versi 2.0 dengan komponen messaging. Jumlah pengguna aktifnya langsung melonjak jadi 250.000 orang. Dia kemudian menemui Acton yang masih menganggur. Acton bargabung dengan WhatsApp dan membantu mencarikan modal dari teman-teman eks-Yahoo.

Kendati sempat mengalami kesulitan keuangan, WhatsApp terus tumbuh dan mulai menghasilkan pendapatan dari biaya langganan yang ditarik dari pengguna.

Kini, WhatsApp telah menjelma jadi layanan pesan instan terbesar dengan jumlah pengguna aktif per bulan mencapai 450 juta. Setiap hari, sebanyak 18 miliar pesan dikirim melalui jaringannya. Semua itu ditangani dengan jumlah karyawan hanya 50 orang.

Warisan Soviet
Pengalaman hidup Koum ternyata punya pengaruh besar dalam membentuk layanan WhatsApp. Pria ini menghabiskan masa kecil di Ukraina yang masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Di negeri tersebut, percakapan warga selalu dimata-matai oleh pemerintah. "Itulah tempat yang saya tinggalkan untuk menuju ke sini (AS), di mana ada demokrasi dan kebebasan berbicara," ujar Koum.

Sehubungan dengan kemungkinan penyadapan oleh NSA, Koum mengatakan bahwa privasi pengguna WhatsApp sangat dijaga. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan semacam Facebook dan Yahoo, Koum mengatakan bahwa WhatsApp tak didorong oleh iklan. "Jadi, kami tak perlu mengumpulkan data pribadi pengguna," katanya.

Soal kebebasan dari iklan ini ternyata juga ada hubungannya dengan masa lalu Koum.

"Tak ada yang lebih personal dari komunikasi yang Anda lakukan dengan teman dan keluarga, dan menginterupsi itu semua dengan iklan bukanlah solusi yang tepat," ujar Koum. "Lagi pula, saya tumbuh di sebuah dunia yang tidak mengenal iklan. Tak ada iklan di Uni Soviet yang komunis," imbuhnya.
Brian Acton (kiri), Jan Koum (tengah) dan Jim Goetz dari Sequoia Capital, usai meneken perjanjian dengan Facebook
Sejak dulu, Koum dan Acton selalu konsisten menjaga layanan perusahaan itu agar tetap sederhana dan berfokus pada pengiriman pesan serta bebas iklan.

Sikap ini tecermin dari secarik kertas di ruang kantor Koum, berisikan semboyan singkat yang ditulis oleh Acton: "Tanpa Iklan! Tanpa Permainan! Tanpa Gimmick!". Di sampingnya tergeletak sepasang walkie-talkie yang dipakai Koum untuk mencari tahu bagaimana caranya menyederhanakan pesan instan berbasis suara.

Kini, WhatsApp telah dibeli Facebook dengan nilai 19 miliar dollar AS (sekitar Rp 223 miliar). Kekayaan Koum yang memiliki 45 persen saham WhatsApp diperkirakan melonjak jadi 6,8 miliar dollar AS. 

Kendati demikian, dia tak melupakan masa lalu. Koum menandatangani perjanjian bernilai triliunan rupiah dengan Facebook itu di depan bekas kantor Dinas Sosial North County, Mountain View, tempat dia dulu mengantre kupon makanan bersama-sama warga kurang mampu lainnya.




Kisah: Seorang Nenek Mempertahankan Rumahnya di Antara Bangunan Mall

Kisah: Seorang Nenek Mempertahankan Rumahnya di Antara Bangunan Mall - Setiap orang melewati hidupnya penuh dengan kenangan. Semua orang juga memiliki banyak kenangan yang ingin dijaga hingga akhir hayat. Mungkin sangat klise jika dikaitkan dengan kata move on. Ini bukan soal move on. Tetapi tentang keinginan seseorang untuk selalu hidup dengan kenangannya. Di antara Anda mungkin ada yang selalu ingin tinggal di rumah orang tua Anda, karena begitu banyaknya kenangan yang telah Anda lalui bersama. Ini bukan tentang menjalani masa depan, tapi tentang kesulitan seseorang untuk hidup tanpa hal yang selama ini dijaganya.

Begitu pula yang dialami oleh seorang nenek berusia 84 tahun ini dilansir dari viralnova.com. Nenek ini tampak seperti wanita lansia pada umumnya. Tetapi dunia mendadak menaruh pandangan padanya setelah sebuah film animasi Up pada tahun 2009 membuat banyak orang menangis saat melihatnya. Rumah yang begitu tampak jelas di antara beberapa bangunan besar itu bukan rumah yang paling mewah atau yang paling besar. Melainkan rumah mungil milik Edith Mcefield, seorang nenek yang bersikeras mempertahankan rumahnya dari permintaan seorang vendor yang akan mendirikan mall di lokasi tersebut.

Barry Martin sebagai kepala untuk bagian konstruksi pembangunan mall di daerah ini telah berulang kali menyakinkan Edith sejak nenek ini masih muda. Tetapi Edith menuturkan kisah yang membuat Barry Martin mengurungkan niatnya meskipun Barry sendiri tidak tahu apakah itu benar atau salah. Edith mengatakan bahwa dirinya telah direkrut oleh badan intelegensi Inggris sebagai murid di sekolah musik dan kemudian dikirim ke Jerman sebagai mata-mata nazi.

Barry Martin tidak putus asa begitu saja untuk mendekati Edith, bahkan hubungan mereka semakin dekat sampai ketika Edith mengatakan dirinya sakit, Barry akan segera mengantarkan Edith ke rumah sakit. Akhirnya suatu ketika Barry kembali menanyakan pada Edith kenapa dirinya tidak ingin pindah dari rumah tersebut. Tak disangka akhirnya Edith mengatakan apa alasannya, "Kemana aku harus pergi? Aku tidak punya keluarga di rumah ini, ibuku meninggal di rumah ini. Aku datang dari Inggris ke Amerika untuk merawatnya. Ibuku berpesan bahwa dia ingin meninggal di rumah ini tanpa harus pergi ke rumah sakit dan aku memegang janji itu. Akupun juga ingin mati di sini."

Edith masih sering menerima tawaran untuk menjual rumahnya dengan tawaran tertinggi sekitar 1 juta dollar atau sekitar 12 miliar rupiah. Sejak bertemu Barry, Edith semakin tergantung pada Barry. Suatu hari Barry menyadari bahwa Edith tampak semakin kurus dan membawanya ke rumah sakit. Ternyata Edith menderita kanker pankreas. Namun ini tidak mematahkan semangat Edith. Baginya tidak ada hal yang dia takutkan karena dia memiliki rumah dan sahabatnya, Barry.




Motivasi: Buang 5 Kata Ini Dalam Hidup Anda!

Motivasi: Buang 5 Kata Ini Dalam Hidup Anda! - Tanpa banyak disadari, kata memiliki kekuatan tertentu yang dapat dirasakan oleh orang yang mendengarnya maupun yang mengatakannya. Maka dari itu banyak yang menyarankan agar menghindari melontarkan kata-kata yang tidak menyenangkan kepada orang lain.

Selain itu, ternyata ada kata yang bisa membawa pengaruh buruk dalam kehidupan Anda, kira-kira apa saja ya kata-kata itu? Berikut dilansir dari mindbodygreen.com.

1. Bodoh
Anda akan melontarkan kata-kata ini baik kepada diri sendiri ataupun orang lain ketika mereka melakukan hal yang tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan atau ketika Anda merasa melakukan kesalahan fatal. Siapakah Anda bisa mengatakan ini pada orang lain?

2. Gemuk
Kata-kata ini akan menyebabkan kebencian terhadap diri sendiri atau kepada orang lain yang mengatakannya. Apakah Anda ingin menjadi bagian orang yang dibenci atau disukai? Hapus kata ini dari pikiran Anda. Tidak ada orang yang suka mendengarnya.

3. Seharusnya
Kata ini ternyata memiliki dampak besar pada masa depan seseorang. 'Seharusnya" membuat orang berhalusinasi telah melakukannya. Atau membuat Anda tidak mampu menerima kenyataan. Itulah sebabnya Anda harus menghapus kata-kata ini dari hidup Anda.

4. Benci
Sebenarnya ini bukan kata yang memiliki kekuatan besar seperti kata-kata lainnya. Tetapi ini mengekspose hal negatif. Anda tidak perlu fokus terhadap hal-hal yang tidak baik atau hal yang salah dalam hidup Anda. Karena tetap lebih baik untuk fokus dengan hal positif yang bisa Anda lakukan.

5. Pecundang
Setiap orang memiliki jalan masing-masing dalam hidupnya dan Anda bukanlah orang yang tepat untuk mengatakan mereka pecundang. Karena semua orang akan belajar dari pengalamannya. Dan setiap orang berhak menentukan kehidupan seperti apa yang mereka inginkan.

Ingat ya, hapus 5 kata di atas dari kehidupan Anda.




Kisah Perjuangan Zaitun, Kakek 74 Tahun Yang Semangat Mencari Sesuap Nasi

Kisah Perjuangan Zaitun, Kakek 74 Tahun Yang Semangat Mencari Sesuap Nasi - Kakek Zaitun sudah berusia 74 tahun. Tapi dia tetap semangat mencari rezeki, berjualan kalender, peniti, resep masakan, atau barang-barang pernak pernik lainnya. Dia tak mau hanya bengong di rumah menunggu pemberian anaknya.

Setiap hari, sang anak Saringat (42) mengantarkannya dengan motor ke tempat dia berdagang memulai hari di sekolah Kanisius Sengkan, Yogyakarta. Setelah sekolah bubar dia berkeliling hingga sore hari.

"Sehari dapat Rp 25 ribu," kata Zaitun dengan terbata saat ditemui detikcom, awal Januari lalu.

Zaitun berjalan perlahan, dari satu lokasi ke lokasi lain. Dengan tubuh membungkuk dan tertatih dia tak sungkan menyapa para pembeli, menawarkan barang dagangan miliknya. Senyum selalu diumbar di wajahnya.

Menurut Zaitun, uang Rp 25 ribu itu tak banyak tersisa. Keuntungan berdagang itu habis buat makan atau minum selama menjajakan dagangan. Zaitun tetap senang, berjalan dan bekerja membuat dia bertahan mengarungi hidup.

Tak sedikit pembeli yang membeli barang dagangannya hanya sekedar iba. Mereka tak butuh barang yang dijajakan Zaitun, tapi kasihan dan kagum pada kakek itu.

Kadang ada hari di mana anaknya tak bisa mengantar dia berdagang, Zaitun pun tetap memilih berjualan dengan naik angkot sampai ke tempat tujuan. Dari sejak muda dia sudah terbiasa mandiri, bahkan saat usianya sudah senja seperti sekarang.

"Saya tidak merepotkan anak, penghasilannya juga sedikit," terang Zaitun dalam bahasa Jawa.



Kisah Misteri: 5 Lagu Yang Dipercaya Bisa Memanggil Hantu

Kisah Misteri: 5 Lagu Yang Dipercaya Bisa Memanggil Hantu - Ke lima lagu ini sering dianggap sebagai lagu pemanggil makhluk halus. Konon katanya jika lagu ini didendangkan, maka manusia yang sudah mati seakan-akan hidup kembali. Nah, penasarankan, lagu apa saja ? Berikut ulasannya.

1. Lingsir Wengi
Lagu Lingsir Wengi ini dipercaya oleh sebagian orang jawa dapat memanggil kuntilanak. Namun, anehnya tidak ada yang mengetahui siapa yang menciptakan lagu ini. Lau Lingsir Wengi ini dinyanyikan secara turun-temurun oleh masyarakat jawa.

Konon katanya, lirik lagu Lingsir Wengi ini mengandung arti untuk memanggil makhluk halus. Lagu ini dinyanyikan dengan nada khas masyarakat jawa, yaitu seperti nada sinden. Jika lagu ini dinyanyikan memang dapat membuat bulu kuduk merinding.

2. Malam Satu Suro
Satu suro adalah hari pertama dalam kalender jawa di bulan Sura atau Suro yang bertepatan dengan 1 muhararam dalam kalender Hijjriah. Satu suro biasanya di peringati pada malam hari setelah magrib, karena pergantian hari jawa dimulai saat matahari terbenam, bukan saat tengah malam.

Satu suro dianggap sebagai hari kramat bagi masyarakat jawa, sebagian masyarakat jawa biasanya dilarang keluar rumah saat malam satu suro, karena malam itu adalah malam keramat. Oleh karena itu, masyarakat jawa menganggap lagu malam satu suro sebagai lagu yang berbau mistik.

Padahal lirik lagu tersebut tak mempunyai kata-kata yang menyeramkan, tapi masyarakat jawa tetap saja mempercayainya sebagai lagu pemanggil makhluk halus.

3. Nina Bobok
Dikisahkan ada seorang anak perempuan yang bernama Nina yang berdarah Indonesia, sedangkan Belanda yang bernama Helenina Mustika Van Rodjnik. Nina ini meninggal pada saat berumur empat tahun, sedang kan lagu Nina Bobok ini diciptakan oleh ibu Nina untuk menghibur Nina disaat ia menangis.

Namun, setelah Nina meninggal, ibunya selalu menyanyikan lagu ini dan sampai akhirnya Nina kembali ke rumahnya. Begitulah cerita asal mula munculnya lagu NINA BOBO ini.

4. Mantra Jelangkung
Jelangkung merupakan sebuah permainan yang bermaksud untuk memanggil makhluk halus. Orang-orang sering memainkan permainan ini hanya untuk bertemu dan bertanya akan sesuatu hal yang ingin mereka ketahui. Namun, untuk memainkan permainan ini harus menggunakan mantra, seperti yang berikut ini.

5. Misteri Lagu Takdir
Konon katanya, Misteri Lagu Takdir ini bisa memanggil hantu yang bernama Lita. Jika kamu mendengarkan lagu ini ditengah malam, secara tiba-tiba akan berubah tingkah lakunya, pikiran menjadi kosong, serta dapat kerasukan.

Cerita Orang Terkaya RI Sekolahkan Pedagang Asongan Sampai Jadi Dokter

Cerita Orang Terkaya RI Sekolahkan Pedagang Asongan Sampai Jadi Dokter - Salah satu orang terkaya di Indonesia, Tahir, dikenal sebagai orang kaya yang dermawan. Dia memiliki yayasan yang bernama Tahir Foundation. Salah satu bentuk kedermawanan dia adalah membiayai hidup seorang tukang susu hingga menjadi seorang dokter.

Ceritanya berawal saat Tahir bertemu seorang kakak beradik yang berjualan susu di kawasan Green Garden, Jakarta Barat. Pedagang susu tersebut menurut Tahir adalah pedagang yang jujur dan tidak pernah mengemis-ngemis.

Menantu dari Mochtar Riady ini mengisahkan, saat itu ada seorang pembeli yang merasa iba dan memberikan uang Rp 10.000 kepada kakak beradik tersebut. Padahal harga susunya hanya Rp 500/bungkus.

Si pembeli ingin memberikan semua uangnya untuk sebungkus susu seharga Rp 500 itu. Namun si anak menolak dan mengaku kalau mereka berjualan bukan mengemis. Itu yang mengetuk hati seorang Tahir untuk membantu mereka.

"Cerita ini yang menginspirasi saya. Something special nih. Saya inget saya punya anak laki-laki satu yang lahirnya di istana dia tidak pernah mengenal dunia nyata. Ini kesempatan saya untuk bantu," kata pendiri Mayapada Group ini saat berkunjung ke kantor detikcom di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Tahir langsung mencari-cari alamat mereka. Dengan bantuan staff-nya, Tahir akhirnya tahu di mana mereka tinggal. Di sebuah perkampungan yang tidak disebutkannya, anak-anak tersebut hidup 4 bersaudara dengan orang tuanya. Sang bapak tidak bekerja karena mengalami kecelakaan dan mengalami benturan di kepala.

Singkat cerita, Tahir ingin membantu keluarga tersebut
"Saya tanya kamu biaya keluarga berapa dia bilang Rp 700 ribu. Saya kasih Rp 700 ribu, tapi syaratnya anaknya nggak boleh jualan lagi. Kerja sama saya anaknya. Pagi sekolah siang kerja sama saya. Saya punya cabang di Mayapada. Kebetulan anak perempuan saya masih jadi manager di sana," kisah Tahir.

Kedua kakak beradik tersebut akhirnya bekerja di Mayapada hingga beranjak dewasa, sambil meneruskan sekolahnya. Setelah lulus sekolah, keduanya diterima di salah satu perguruan tinggi Universitas Kristen Kridawacana (Unkrida). Salah satu dari mereka diterima di Fakultas Kedokteran di kampus itu.

Mereka kembali mendatangi Tahir dan mengatakan bahwa biaya masuk kuliahnya mencapai Rp 120 juta. Tahir sempat berargumen dengan sang istri pada saat ingin memberikan uang sebesar itu.

"Saya bilang istri saya, dia bilang gini 'nanti biaya sekolahnya juga mahal, buku kedokteran juga mahal'. Saya bilang gini, aduh waktu kecil saya pengen jadi dokter tapi nggak kesampaian, sekarang ini saatnya," tambahnya.

Akhirnya, Tahir memutuskan untuk membantu mereka. Tahir langsung datang menemui rektor universitas tersebut dan meminta keringanan biaya. Akhirnya, biaya yang harus dikeluarkan Tahir hanya Rp 100 juta.

Setelah dibantu biaya masuk perkuliahan, anak-anak tersebut tidak pernah lagi meminta sepeserpun kepada pria berumur 61 tahun ini. Hingga pada akhirnya, salah satu dari mereka datang dan mengabarkan kalau dirinya sudah lulus kuliah kedokteran.

"Satu lulus dan praktek. Filosofi saya, itu adalah berkah yang di atas, sehingga saya bisa mengambil bagian dalam kebaikan," kisah Tahir. | Detik.com

Kisah Nyata: Remaja Bunuh Diri Agar Orangtua Bisa Membiayai Pengobatan Sang Kakak

Kisah Nyata: Remaja Bunuh Diri Agar Orang Tua Bisa Membiayai Pengobatan Sang Kakak - Funan, Ironis, baru-baru ini seorang remaja di China dilaporkan bunuh diri agar kedua orang tuanya bisa membiayai pengobatan dan menyelamatkan nyawa sang kakak yang tengah sakit parah.

Di tahun 2010, hidup Gao Chuanyao dan istrinya Zheng Tingxia bersama kedua putra mereka, Honghui (20) dan Hongtao (18) tampak begitu sempurna dan bahagia. Apalagi kedua putra mereka menduduki peringkat tertinggi di kelas dan rumah baru mereka hampir selesai dibangun di daerah Funan, provinsi Anhui, China.

Namun musibah tiba-tiba menghadang ketika si anak tertua, Honghui didiagnosis dengan uremia, atau salah satu gejala gagal ginjal setelah sebulanan sakit keras.

Dokter mengatakan satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa Honghui adalah dengan transplantasi ginjal. Baru bisa menerima keadaan, Chuanyou dan Tingxia kembali dikejutkan dengan kabar bahwa sang adik, Hongtau juga mengidap penyakit yang sama dengan kakaknya.

Demi menanggung biaya pengobatan keduanya, Chuanyou pun menjual hampir seluruh properti mereka, termasuk rumah yang baru mereka bangun. Termasuk untuk membiayai perjalanan mereka berkeliling China untuk mendatangi berbagai institut kesehatan yang sekiranya bisa membantu mereka.

Beruntung ketika mereka kehabisan uang, para guru dan rekan-rekan Honghui dan Hongtau beramai-ramai menyumbang 10.000 poundsterling (sekitar Rp 200 juta) untuk pengobatan keduanya. Tapi ini tidak cukup.

Dokter juga telah berupaya mencocokkan organ Chuanyou dan Tingxia, siapa tahu ada yang bisa didonorkan kepada salah satu atau kedua putra mereka. Ternyata jaringan sang ayah tak cocok, sedangkan sang ibu jatuh sakit semenjak mengetahui keadaan kedua putranya, membuatnya sulit menjadi donor.

Bahkan demi kelanjutan pengobatan anak-anaknya, kedua orang tua malang ini sampai mengemis di jalanan.

Melihat hal menyedihkan ini, suatu hari Hongtao mengunci dirinya di dalam kamar dan bunuh diri dengan meminum pestisida. Di sebelah jenazahnya ditemukan sepucuk surat yang berisi "Mengurus kami berdua sangatlah memberatkanmu, untuk itu aku harap sekarang engkau dapat berkonsentrasi pada kesembuhan kakak. Bila ia bisa bertahan hidup, aku hanya ingin ia mengabarkannya padaku dan aku pun akan tenang".

Kisah pengorbanan seorang adik kepada kakaknya ini pun menjadi headline di berbagai media di China. Bersamaan dengan itu, bantuan untuk Honghui dan keluarganya langsung berdatangan. Bahkan di akhir tahun 2012, seorang donor yang organnya cocok dengan Honghui berhasil ditemukan.

Seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (25/1/2014), Honghui yang kini berusia 23 tahun berhasil menjalani operasi transplantasi ginjal dan tengah memasuki masa pemulihan.




Kisah Misteri Di Winchester Mystery House

Kisah Misteri Di Winchester Mystery House - Winchester Mystery House dibangun oleh seorang janda bernama Sarah Winchester. Suaminya, Wirt Winchester adalah pemilik perusahaan mesiu alias senjata terkemuka di Amerika Serikat. Selama hidupnya, janda Winchester ini nggak pernah bahagia.

Anak perempuan kesayangannya, Annie, meninggal saat masih kecil. Beberapa tahun sejak kematian Annie, suaminya pun meninggal dunia  karena TBC. Kejadian buruk datang silih berganti ke keluarga kaya tersebut sehingga banyak yang percaya kalau mereka telah dikutuk.

Karena merasa sedih akan hidupnya, Sarah pun percaya anggapan tersebut. Ia lalu berkunjung ke paranormal untuk mengubah nasib. Menurut paranormal, keluarga Winchester telah dikutuk oleh roh-roh yang pernah dibunuh oleh senjata buatan suaminya saat perang.

Hanya ada satu cara menghilangkan kutukan tersebut. Sarah harus membangun rumah untuk keluarganya dan roh-roh yang mendendam tersebut. Namun. pembangunan harus dilakukan terus-menerus. Bila Sarah berhenti membangun rumah ini, kematian akan menghampirinya.

Sarah pun segera menyewa kontraktor bangunan yang bekerja siang dan malam selama 365 hari. Ia memberi gambaran kasar bangunan yang akan dibuat. Setelah selesai, Sarah lalu mengubahnya lagi. Mengganti sejumlah jendela dan pintu setiap hari. Sampai akhirnya, Winchester House memiliki 160 kamar tidur, 13 kamar mandi, 47 perapian, 6 dapur, dan banyak ruangan lainnya.

Belum lagi, ada labirin yang membingungkan ada di dalamnya. Konon, Sarah juga memiliki ruangan khusus untuk berkomunikasi dengan arwah. Ia juga tertarik dengan angka 13. Makanya ia memasangan pintu, jendela, kubah, dan rumah kaca berjumlah 13.

Pada suatu hari, pembangunan Rumah Winchester sempat berhenti. Sehari kemudian gempa besar merubuhkan sejumlah bagian rumah. Untungnya, Sarah nggak tewas saat bangunan mulai runtuh. Ia justru tewas pada 22 September 1922 dalam tidurnya, setelah sesi pemanggilan arwah.

Hingga saat ini, banyak orang yang masih melihat aktivitas roh-roh Winchester House. Misalnya, suara ketukan yang semakin lama semakin keras. Sakinga seramnya, rumah ini pun dijadikan kawasan wisata horor di Amerika. | Memobee.com

Cerita Inspiratif: Bapak Ibukku Adalah Sarjana Tanpa Gelar

Cerita Inspiratif: Bapak Ibukku Adalah Sarjana Tanpa Gelar - Seperti kata #Marshanda, Allah sudah menyusun skenario terbaik untuk kita. Ya benar sekali. Jika aku tidak dilahirkan di keluarga ini, akankah aku jadi seperti sekarang ini?

Tangan dingin Bapak Ibukku telah berhasil membuatku membentuk kepribadian dan mental bajaku. Dulu mungkin aku sangat marah bahkan antipati ketika aku menangis, tanpa banyak bicara, aku langsung disiram dengan air. Ternyata kusadari bahwa Bapakku mendidikku agar menjadi wanita yang tegar dalam menghadapi berbagai masalah.

Tidak hanya Bapakku, Ibukku juga seperti itu, tanpa bertanya apakah aku masih mengantuk atau tidak, aku tidur jam berapa, jam 2 wajib bangun, sholat tahajjud, dan belajar meski sampai ketiduran dan buku dipenuhi luberan tinta. Ternyata Ibukku membentuk gaya belajarku, belajar di pagi hari itu sangat baik.

Aku masih ingat, ketika SD-SMA dan kuliah, aku harus mengurusi segalanya sendiri, daftar sekolah sendiri, mencari kos sendiri, bahkan terkadang Bapak-Ibukku tidak tahu jika anaknya diterima di SMP terbaik di Pasirian, SMA terfavorit di Lumajang, bahkan Universitas Airlangga. Ya, mereka berdua mendidikku untuk menjadi mandiri, tidak bergantung kepada orang lain selama itu bisa dikerjakan sendiri.

Aku juga masih ingat, ketika aku meminta dibelikan baju baru atau apalah itu, ibuku tidak akan menggubris, tapi jika aku menyangkut pendidikan tanpa babibu besoknya langsung ada, bahkan aku masih ingat aku punya buku yang itu tidak ada yang memiliki.

Aku juga masih ingat, sejak SD-SMA ibukku selalu membawakan aku bekal makanan ke sekolah dan mewajibkanku sarapan pagi. Bahkan uang saku yang aku dapatpun, hanya cukup untuk naik bis. Bukan karena terlalu pelit, tapi ibukku menjaga makanan yang ku makan, sumpah gizi banget pokoknya.

Ibukku dan Bapakku bukan Sarjana yang tahu tentang itu semua, gizi, gaya belajar anak, dll. Mereka saja tidak bisa sekolah alias buta huruf. Tapi, bagaimana mereka bisa mendidikku seperti itu layaknya seorang Sarjana yang begitu paham akan semua itu?

I don’t know. Tapi, ku tahu, meski dari keluarga yang serba kekurangan, tapi mereka sadar akan pendidikan anak-anaknya. Allah pun menjabah semua yang mereka lakukan demi aku, dengan banyaknya guru mulai SD-SMP yang sangat membantuku, mencarikan aku beasiswa, memberiku buku-buku untuk belajar.

Itulah kenapa aku sangat bersyukur dilahirkan di keluarga ini meskipun di tengah kejamnya kemiskinan.

Arigatou gozaimasu, okan dan oton. Sukidayo :)

Sumber. Keepo.me


Inilah Pahala Yang Hanya Bisa Diraih Oleh Wanita [Cewek Islam WAJIB Tau]

Inilah Pahala Yang Hanya Bisa Diraih Oleh Wanita [Cewek Islam WAJIB Tau] - Kebetulan ane abis baca buku tentang wanita penghuni surga, dan ane kira ini sangat menginspirasi buat para sista atau aganwati. Maka dari itu ane share disini.

Ada dua sisi yang melekat pada diri wanita. Kemuliaan dan kehormatan yang dianugerahkan oleh Allah kepada mereka, bila diterapkan secara konsekuen oleh kaum wanita, akan semakin membuat mereka dihormati oleh kaum Adam.

Berikut ini simaklah beberapa kemuliaan kaum wanita yang diberikan Allah.

Pertama
Seorang wanita yang saleh lebih baik daripada 70 orang wali atau pria saleh, tetapi seorang wanita yang bobrok akhlaknya lebih buruk daripada seribu pria yang buruk akhlaknya.

Kedua
Seorang istri yang pandai menghibur suaminya yang sedang dalam keadaan gelisah, ia akan mendapatkan pahala separuh dari pahala jihad.

Ketiga
Seorang wanita yang sedang hamil, lalu dia menjalankan shalat 2 rakaat maka kebaikan yang diterimanya lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.

Keempat
Seorang wanita yang meninggal dunia dalam rentang waktu 40 hari setelah melahirkan anak, maka ia akan mendapat pahala seperti halnya seorang laki-laki gugur syahid.

Kelima
Jika seorang anak menangis pada malam hari dan ibunya tidak memarahinya, bahkan membujuknya, ibu itu akan mendapat pahala ibadah.

Keenam
Jika pada malam hari seorang wanita tidak dapat tidur karena mengurus anaknya yang sakit, Allah akan memberinya ganjaran sepadan dengan usaha memerdekakan 20 orang budak.

Ketujuh
Seorang wanita yang bangun pada malam hari untuk menyusui anaknya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan ia akan diberi pahala seperti pahala orang yang mengerjakan ibadah selama 12 tahun.

Kedelapan
Apabila seorang wanita menyapu rumahnya sambil berdzikir, Allah akan memberikan kepadanya pahala seperti menyapu halaman di sekitar Ka’bah.

Kesembilan
Seorang istri yang memotivasi suaminya untuk berjuang di jalan Allah, dan ia ikhlas untuk menanggung barangkali penderitaan karena ditinggal suaminya, maka Allah akan memasukkannya ke surga 500 tahun lebih awal sebelum suaminya, dan wanita itu menanti di pintu surga.

Kesepuluh
Seorang wanita yang memerah susu sapi dan diawali dengan kalimat “Bismillahirrahmanirrahim”, maka Allah akan memberikan keberkahan rezeki bagi penduduk rumah tersebut.

Kesebelas
Seorang istri yang mengerjakan shalat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menjaga amanah suaminya, maka Allah akan memasukkannya ke surga dari pintu mana saja yang ia sukai.

Keduabelas
Ketika nanti di surga, semua penghuni surga akan menemui Allah dengan frekuensi tergantung dari kuantitas dan kualitas amalnya di dunia. Tapi, bagi seorang wanita yang memelihara dirinya dari pandangan laki-laki yang bukan mahramnya, Allah sendiri yang akan menemuinya. Namun jika wanita itu memandang pria yang bukan mahramnya dengan pandangan yang mengundang syahwat, Allah akan mengutuk wanita itu.

Renungan: Betapa Berharganya Menjadi Seorang Muslimah

Renungan: Betapa Berharganya Menjadi Seorang Muslimah - Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
  • Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
  • Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
  • Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
  • Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
  • Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
  • Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
  • Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.
  • Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.
Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya)?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita hanya perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/ wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap empat wanita, yaitu: (isterinya, ibunya, anak perempuannya & saudara perempuannya). Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh empat orang lelaki, yaitu: (suaminya, ayahnya, anak lelakinya & saudara lelakinya).

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya & menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai kita ikut/ tunduk kepada cara-cara/ peraturan buatan mereka. (emansipasi ala Western)

Yakinlah, bahwa sebagai Dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumnya/ peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/ hukum buatan manusia.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga &mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki-laki berlaku kaidah yang berbeda).

Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu.

Inilah 10 Cerita Paling Konyol Tentang Wasit Dalam Sepak Bola

Inilah 10 Cerita Paling Konyol Tentang Wasit Dalam Sepak Bola - Menjadi wasit sepakbola adalah pekerjaan yang sulit. Butuh ketelitian, keberanian, kesehatan, kesabaran dan kecerdasan untuk bisa menjadi wasit yang berkualitas.

Jika wasit melakukan tugasnya dengan baik, seringkali ia dilupakan begitu saja. Jika sedikit saja melakukan kesalahan, maka hujan kritikan dan komentar tidak puas akan didapatnya.

Seringkali wasit juga terlibat insiden yang jika diingat kembali akan terlihat lucu, sebagian lagi tragis. Berikut adalah 10 cerita konyol tentang wasit.

1. Wasit Menembak Mati Pemain
Dalam sebuah pertandingan antara Hartbeesfontein Wallabies melawan Try Agains, sebuah kejadian tragis terjadi. Wasit Lebogang Petrus Mokgethi menembak mati seorang pemain Try Agains. Wallabies memimpin pertandingan dengan keunggulan 2-0. Namun Try Agains mampu mencetak gol untuk mengurangi defisit kekalahan. Fans Wallabies menyerbu lapangan saat gol itu terjadi. Seorang pemain Wallabies memanfaatkan kekacauan itu untuk mengambil kapak dan kemudian mengancam wasit.

Sebelum pertandingan, wasit Mokgethi, entah bagaimana ceritanya, menitipkan pistolnya ke seorang teman yang menjadi penonton. Ia mengambil pistol itu ketika kerusuhan terjadi, Saat diancam dengan kapak, ia membela diri dengan menembak mati pemain Wallabies yang mengancamnya.

2. Wasit Mengancam Pemain Dengan Kapak
Dalam sebuah pertandingan antara Romark FC melawan Czech Club di London, seorang wasit yang tak disebutkan namanya melakukan perbuatan aneh. Ia mengancam pemain Romark dengan kapak karena terus mendapat hinaan. Ketika seorang pemain Romark menyebutnya sebagai seorang peri, wasit langsung meninggalkan pertandingan.

Beberapa saat kemudian, ia kembali ke lapangan sambil membawa kapak. Kontan saja semua pemain langsung berhamburan lari terbirit-birit. Penonton yang menyaksikan pertandingan itu mengatakan bahwa sang wasit tak berhasil mengejar satu pun pemain yang diincarnya. Untunglah.

3. Menolak Disuap, Wasit Dibunuh
Alvaro Ortega menjadi korban keganasan kartel kokain di Kolombia yang juga merupakan mafia judi. Kepemimpinan Ortega dalam laga Deportivo Medellin melawan America dianggap oleh para mafia tersebut tidak adil dan pantas mendapat hukuman berat. Ortega akhirnya tewas dibunuh di dekat hotel tempatnya menginap.

Setelah melewati penyelidikan, terungkap bahwa Ortega menolak tawaran suap dari para mafia tersebut. Kejadian ini memicu kemarahan sepakbola internasional yang menyerukan boikot kepada sepakbola Kolombia.

4. Wasit Pinjam Uang ke Klub
Wasit Emilio Guruceta Muro melakukan perbuatan tidak terpuji ketika memimpin Anderlecht melawan Nottingham Forest pada 1984. Muro bertindak berat sebelah mendukung Anderlecht karena akan meminjam uang dari klub Belgia tersebut. Muro menganulir gol Forest dalam laga semifinal Piala UEFA.

Sekitar 10 tahun setelah wasit Muro meninggal, baru terungkap bahwa Anderlecht memberikan "pinjaman" senilai 20 ribu euro kepada wasit asal Spanyol tersebut sehari setelah pertandingan. Pada 1997, Anderlecht dijatuhi hukuman dilarang mengikuti kompetisi Eropa selama satu tahun.

5. Wasit Yang Baik Hati
Dalam pertandingan antara FC Vladslo melawan FC Wijtschate, wasit Marc Gevaert melanggar peraturan paling dasar sepakbola. Ia meniup peluit panjang ketika pertandingan baru berjalan 85 menit. Kesalahan ini dilakukan dengan sengaja oleh Gevaert. Ia mengaku merasa kasihan kepada para pemain Wijtschate sekaligus khawatir terhadap keselamatan para pemain Vladslo. Penyebabnya adalah karena Vladslo sudah unggul 16-0 dalam pertandingan itu.

"Saat pertandingan berjalan satu jam dan skor 11-0, para pemain Wijtschate mendatangai saya dan memohon agar pertandingan dihentikan. Ketika hampir berakhir dan kedudukan 16-0, saya melihat mereka mulai frustrasi dan menendangi pemain Vladslo tanpa alasan. Saya kasihan kepada mereka," urai Gevaert.

Tindakan ini justru membuat para petinggi Wijtschate marah besar. Juru bicara mereka mengatakan: "Dengan beberapa menit tersisa, siapa bilang kami tak akan bisa membalikkan keadaan"

6. Wasit Mengusir Diri Sendiri
Pertandingan Peterborough North End melawan Royal Mail AYL pada tahun 2005 menyuguhkan kejadian langka. Wasit Andy Wain mengkartu merah dirinya karena mengkonfrontasi kiper North End. Wain merasa kesal terus mendapat protes dari sang kiper. Saat kesabarannya habis, ia melempar peluitnya dan berlari mendekati kiper itu.

Nyaris saja terjadi adu pukul dalam insiden itu. Setelah laga, Wain menyatakan penyesalannya. "Saya bertindak tidak profesional. Jika seorang pemain melakukan apa yang saya lakukan, saya akan mengusirnya. Jadi, saya harus harus mendapat kartu merah," jelasnya.

7. Wasit Datangi Ruang Ganti
Laga Recreativo Linense melawan Saladillo de Algeciras pada 2009 tak bisa berjalan dengan mulus. Saat babak kedua berjalan sembilan menit, seorang pemain Recreativo mendapat kartu merah dari wasit Jose Manuel Barro Escandon. Kartu merah itu memicu perkelahian besar dan pertandingan pun dihentikan.

Namun wasit Barro nampaknya ingin menunjukkan kekuasaannya. Setelah tim terpisah di ruang ganti masing-masing, wasit Barro mendatangi kamar ganti masing-masing tim dan mengkartu merah sembilan pemain dari tiap tim. Artinya ada 19 kartu merah dalam laga itu.

8. Tiga Kartu Kuning Untuk Satu Pemain
Kejadian ini mungkin masih cukup segar di ingatan kita. Pasalnya kesalahan Graham Poll ini terjadi pada Piala Dunia 2006 lalu. Ketika memimpin laga Kroasia melawan Australia, Poll memberikan kartu kuning tiga kali kepada Josip Simunic.

Ia harusnya memberikan kartu merah pada kartu kuning kedua, sesuai dengan peraturan. Poll menyadari kesalahannya dan menolak untuk memimpin laga besar lagi. Wasit asal Inggris ini merasa telah melakukan kesalahan besar dan hanya mau memimpin laga-laga biasa setelah insiden itu.

9. Gol Tangan Tuhan
Gol Diego Maradona ke gawang Peter Shilton pada Piala Dunia 1986 mendapat label gol tangan Tuhan. Penyebabnya jelas, Maradona mengarahkan bola dengan tangannya, bukan dengan kepalanya. Media Inggris menyebut bahwa semua orang yang berada di stadion menyaksikan handsball Maradona, kecuali wasit tentunya. Wasit Ali Bin Nasser asal Maroko pun menjadi bulan-bulanan di penjuru dunia akibat kesalahannya tersebut.

Maradona sendiri sampai tak percaya bahwa golnya disahkan. "Tak ada rekan yang mendatangi saya untuk memeluk memberi selamat. Saya segera mengatakan kepada teman-teman: "cepat peluk saya, atau wasit akan menganulir gol itu".

Secara permainan, kesalahan ini tergolong biasa; banyak kejadian wasit yang salah dalam mengesahkan atau menganulir gol. Namun yang menjadikan kesalahan ini besar adalah begitu terkenalnya gol tangan Tuhan Maradona itu. Gol itu bahkan mendapat label sebagai gol abad 20.

10. Wasit dan sex
Sudah bukan rahasia lagi bahwa wasit merupakan salah satu pekerjaan yang paling rawan mendapat sogokan. Upeti kepada wasit untuk menguntungkan satu tim pun bisa berupa banyak hal, termasuk sex gratis. Modus ini bukan barang baru karena sudah terjadi sejak lama.

Kasus ini sempat mencuat pada awal tahun 2000-an. Belakangan, wasit AFC asal Lebanon yang memimpin laga Tampines Rovers melawan East Bengal dituduh menerima hadiah berupa layanan seks gratis.

8 Keuntungan Jika Menjadi Orang Jelek [yang merasa wajib baca]

8 Keuntungan Jika Menjadi Orang Jelek - Saya rasa tidak ada orang yang ingin dilahirkan jadi orang jelek karena semua ingin lahir dengan rupa yang baik dan setelah besar tumbuh dan berkembang menjadi orang yang cakep yaitu kalau laki-laki itu ganteng dan kalau perempuan itu cantik.

Tapi apa mau dikata kita tidak bisa memilih dan penampilan merupakan anugerah dari Sang Maha Kuasa.

Sebenarnya orang yang memiliki wajah atau penampilan yang relatif jelek itu tidak selalu membawa berkah karena semua ada hikmah atau keunggulan tertentu yang belum tentu bisa diraih oleh orang yang berpenampilan relatif baik. Diantaranya yaitu :

1. Tidak Banyak Gangguan Untuk Mengembangkan Diri
Orang yang berwajah jelek dan biasa saja punya banyak waktu luang untuk pengembangan diri karena tidak banyak gangguan dengan pacaran, dikejar penggemar, digoda lawan jenis, ditawari jadi foto model, kerja part time yang mengumbar kelebihan fisik, dan berbagai gangguan lain akibat keunggulan fisik. Terdapat waktu banyak untuk belajar dan berkarir labih serius untuk mempersiapkan masa depan yang akan dijalani nanti.

2. Tidak Mengalami Patah Hati Yang Serius
Kalau selama remaja tidak memikirkan masalah pacaran maka tidak mungkin ada rasa sakit hati karena diputuskan pacar, dikhianati pacar, rasa cemburu buta, dan lain sebagainya. Paling-paling hanya iri sama orang lain karena jomblo dan cemburu karena lawan jenis yang kita suka mesra dengan orang lain.

3. Mendapat Jodoh Yang Serius Dan Baik
Jika serius menggarap masa depan dan akhirnya mendulang sukses, pintar serta kemapanan maka tidak mungkin jodoh akan datang sendiri karena dari sisi bobot bibit bebet terpenuhi bobot dan bebet. Dengan kondisi sukses maka orang jelek bisa memperbaiki penampilan diri dengan uang yang melimpah sehingga memperbesar mendapat pasangan yang berkualitas baik. Tetapi jangan terlalu mengharap yang high quality karena cukup pandai dan baik saja itu sudah cukup untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tidak perlu dapat jodoh yang cakep di fisik saja karena justru bisa menimbulkan masalah jika orang itu tidak memiliki itikad baik dan juga terlalu lugu / polos.

4. Lebih Bisa Menjaga Kesucian (Keperawanan / Keperjakaan)
Orang yang jelek / biasa yang memiliki iman yang kuat kurang dilirik lawan jenis untuk diajak melakukan seks bebas sehingga banyak terhindar dari perbuatan dosa, dari pergaulan bebas yang salah jalan, dari pengaruh ajakan narkoba, rokok, minuman keras, dsb. Setelah dewasa pun akan punya rasa percaya diri dan nilai lebih dari orang yang terjerumus pergaulan sesat. Orang yang jelek atau biasa saja bisa juga terjerumus jika tidak punya iman hanya sebagai orang yang diperalat oleh lawan jenis untuk pemuas nafsu, pemorotan uang, dll. Yang pasti setelah dewasa dan sadar orang jelek / biasa akan lebih menyesal dari yang berpenampilan oke.

5. Punya Banyak Kesempatan Untuk Mencengangkan Orang Lain
Orang yang mukanya biasa ke bawah biasanya kurang diperhitungkan dan dianggap masa depan akan biasa-biasa atau di bawah standard. Namun jika serius menggarap masa depan dan berhasil maka orang yang menganggap rendah kita akan tercengang hebat dan iri. Para lawan jenis pun dari yang acuh bisa berubah menjadi suka karena kepandaian dan kesuksesan yang telah diraih dengan kerja keras hasil banting tulang sendiri.

6. Minim Gangguan Setelah Berkeluarga
Orang yang memiliki muka yang jelek dan biasa umumnya kurang dilirik oleh pihak luar yang dapat menghancurkan koharmonisan rumah tangga yang sedang berjalan. Yang ada mungkin pihak luar yang hanya suka dengan harta yang dimiliki oleh keluarga itu. Dengan begitu bagi orang jelek / biasa yang pandai dan beriman, rintangan hidup semacam itu tidak akan diindahkan.

7. Meminimalisir Berbagai Tindak Kejahatan / Kriminalitas Seksual
Memiliki wajah yang dianggap bagus akan membahayakan kita ketika masih kecil dan remaja yang umumnya memiliki pemikiran yang polos. Ada banyak orang dewasa yang suka memangsa anak di bawah umur serta orang dewasa yang senang menjerumuskan pemuda pemudi abg ke lembah hitam. Memiliki anak yang secara umum dinilai cakep akan lebih membuat kita waswas karena akan lebih aktif dalam menarik rasa suka dari teman sebaya maupun yang lebih tua. Jika tidak diawasi dan dibekali dengan baik, masa depannya bisa hancur berantakan dalam sekejap.

8. Lebih Dihargai Karena Kemampuan Murni & Keimanan
Seseorang yang cerdas / pandai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki serta memiliki keimanan yang baik di sisi agama sehingga memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat umum akan jauh lebih dihargai oleh orang lain dan juga Tuhan. Berbeda dengan orang yang cakep secara fisik namun otaknya biasa dan perilakunya kurang baik di mata masyarakat. Mungkin orang segan kerena dia cakep tapi di belakang akan dicemoh. Orang jelek yang bodoh akan sangat berbahaya di masa depan, karena akan kalah bersaing dengan orang cakep yang bodoh. Tetapi orang jelek yang cerdas akan bisa memiliki ribuan anak buah yang cakep-cakep.

Cerita Inpiratif, Kepintaran Orang Yang Pura-Pura Bodoh

Cerita Inpiratif: Kepintaran Orang Yang Pura-Pura Bodoh - Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.

Tukang cukur berkata, "Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia"

"Apa iya?" jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp.1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih, "Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!"

Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.

Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata,"Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil."

Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia betemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, "Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp.500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?"

Bejo pun berkata, "Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai..."
Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri selalu lebih pintar dari orang lain.


Kisah Layanan Esek-Esek Di Balik Layanan Joki "Three in One"

Kisah Layanan Esek-Esek Di Balik Layanan Joki "Three in One" - Joki three in one ternyata tidak hanya menolong para pengemudi mobil melintas di kawasan three in one di Jakarta pada jam-jam sibuk. Ada layanan jasa lain yang kerap diminta para pengemudi mesum.

Kedok pelayanan mesum ini terkuak dari Ed (38), pria yang sudah enam tahun menjadi joki three in one. Setiap hari, dia bukan sekadar duduk di mobil mewah, kemudian dibayar, melainkan juga mendapat tawaran untuk melayani pengemudi tersebut.

Menurut Ed, dia sempat terseret menjalani praktik asusila tersebut karena kebutuhan hidup. Biasanya, kata dia, pengemudi mesum mengajaknya ke Ancol, Jakarta Utara. Selain dengan pria, ada kalanya perbuatan asusila ini dilakukan dengan wanita.

"Pernah saya diajak ke parkiran Ancol pake mobil. Tapi tidak sampai berhubungan badan," ujar Ed, saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (24/12/2013).

Ed mengaku khawatir juga dengan keselamatan istrinya, DS (31), yang juga menjadi joki three in one. Menurutnya, sang istri juga kerap diajak berbuat hal negatif.

"Sering diajak. Ayo Bu, saya kasih lebih ya, kita ke Ancol," tutur Ed.

Kendati demikian, dia sudah berpesan kepada sang istri untuk berhati-hati. "Kalau ditawarin dia tahu, kalau tidak jelas jangan mau. Dia langsung turun (dari mobil)," ujarnya.

Banyak praktik asusila
Ed menyebut, praktik semacam itu hampir digeluti para joki di berbagai kawasan Ibu Kota. Seperti joki di kawasan Djuanda, Menteng, atau di Pakubuwo, dan Kebayoran. Imbalannya, mulai dari handphone sampai uang ratusan ribu rupiah. Biasanya, kata Ed, mereka adalah remaja yang menjadi joki.

"Di Pakubuwono kasih Rp 500.000 mau, atau enggak dikasih handphone. Kalau Si Y itu dikasih BlackBerry," ujar Ed sambil menunjuk salah satu joki di sampingnya.

Menurut dia, joki yang masih berusia anak-anak pun tak luput dari incaran lelaki hidung belang. Biasanya, mereka adalah lelaki yang menyukai anak di bawah umur, atau paedofil. Diberi Rp 100.000, kata Ed, anak-anak tersebut sudah senang. "Mereka suka anak kecil. Kebanyakan di Menteng sama Taman Lawang," katanya.

Terpaksa
Ed mengaku terpaksa melakukan hal asusila tersebut. Menurutnya, penghasilan sebagai penjaga toko DVD dan joki three in one tidak mencukupi kebutuhan istri dan seorang anaknya. Dia juga mengaku terpaksa untuk bekerja sebagai joki agar dapat menyambung hidup di Ibu Kota.

Istrinya, DS, yang dulu bekerja sebagai penjual parfum, kini sudah tidak lagi melanjutkan pekerjaannya. DS sudah tiga tahun menjadi joki.

Dari setiap pengendara mobil, ED bisa mendapatkan uang Rp 20.000. Pelanggannya adalah pekerja di kawasan Sudirman, atau di Dukuh Atas, hingga Harmoni. Untuk pelanggan dengan tujuan jauh, biasanya dia mamatok harga Rp 25.000-Rp 30.000.

"Kalau yang sudah tau biasanya nyiapin duit. Cuma kalau ada yang baru, belum tahu, nanya berapa bayarnya, ya kita tembak aja gocap (Rp 50.000)," kata Ed.

Dari penghasilannya sebagai joki bersama istrinya, satu bulan ia bisa memperoleh total Rp 4 juta. Uang yang terkumpul kemudian digunakannya untuk membayar kontrakan sebesar Rp 350.000, serta membiayai hidup rumah tangganya.

"Uang joki habis terus, mau nabung saja susah," ujar Ed, yang menjadikan joki sebagai pekerjaan sampingannya.

Tertangkap Satpol PP
Bukan sekali Ed harus berurusan dengan petugas Satpol PP yang melakukan razia. Ed pernah merasakan bagaimana tinggal berminggu-minggu di panti binaan sosial Cipayung dan Kedoya. Saat ditangkap, ED merasakan pentungan petugas Satpol PP yang menghajarnya.

"Digebukin, kan di dalam udah ngumpul campur sama pak ogah, sama pengamen-lah," kenang Ed.

Namun, dia masih setia menggeluti profesi joki karena penghasilan yang cukup menggiurkan dan mudah mendulang rupiah. Yang terpenting, kata dia, pekerjaan tersebut halal di matanya. | kompas.com

Pak Polantas, Kenapa Saya Membenci Anda???

Pak Polantas, Kenapa Saya Membenci Anda??? - 9 tahun lalu, saat pertama kali masuk SMA (dan saat itu banyak teman yang sudah menggunakan motor ke sekolah), saya mulai sering mendengar percakapan teman-teman yang setengah muak kepada polisi lalu lintas. Perkara apa lagi kalau bukan masalah tilang (tindakan langsung; bukan tinggi dan langsing ). Ada yang benar-benar “salah”, misalnya menerobos lampu merah, belok kiri jalan terus di perempatan yang sudah ada tanda bahwa jika berbelok mesti menunggu lampu, atau cuma memakai satu spion (yang spionnya lebih mirip cermin rias para artis, kecil sekali). Ada pula yang konon, sudah benar, tapi tetap saja “dicari-cari kesalahannya” (biasanya orang yang ditilang, tidak mau mengakui kesalahannya, bukan?). Terutama masalah helm “ciduk” (helm yang bukan standard SNI), yang saat itu marak dipakai dan teman-teman beralasan, “toh memakai helm” (peraturan helm standard SNI belum benar-benar ditegakkan saat itu).

Apa pun kesalahannya, yang jelas fokusnya tetap satu: Pak polisi lalu lintas yang seringnya berperut buncit, berwajah tegas, dan dengan kata-kata yang keras pula. Banyak yang berpikir, pak polisi lalu lintas ini, biasanya berburu mangsa ketika sudah memasuki tanggal 20 ke atas, atau dalam istilah lain, “tanggal tua”. Mengingat dapur mesti mengepul, sementara gaji sudah habis, pelanggaran lalu lintas adalah proyek pribadi yang luar biasa menguntungkan. Demikian komentar banyak teman.

Deskripsi pak polisi lalu lintas pun sangat menyebalkan. Mereka konon suka “menghilang begitu saja”. Misalnya, teman saya “terjaring” pada hari Selasa di pos polisi A. Karena tidak mempunyai “uang tebusan”, ia mesti rela SIM dan STNK-nya ditahan sampai ada “pengakuan kesalahan”. Namun, ketika teman saya datang pada hari Rabu, Pak Polisi itu tidak lagi bertugas pada jam yang sama sehingga si pemegang SIM ini mesti rela menunggu beberapa waktu untuk sekadar bertemu dan mendapatkan SIM-nya kembali.

Ada kalanya, teman mengeluh karena pak polisi suka menunjukkan kuasanya. Memang sih, teman saya bersalah. Tapi, semestinya Pak Polisi tidak perlu, kan, bersikap seolah-olah memiliki dunia dan bisa menjebloskan teman ini ke dalam neraka; dari gaya bicaranya saja? Ada teman yang pernah berusaha menghindari operasi pemeriksaan. Ia dikejar dan begitu menunjukkan SIM-nya, benda itu langsung dirampas untuk dibawa ke tempat operasi. Teman saya ini berteriak tak terima dan menghampiri pak polisi. Begitu di depannya, sang polisi berkata, “mulut siapa tadi yang berteriak?” Lalu, kalau ada teman yang memohon belas kasih, sang polisi konon bisa berkata dengan sadis, “bukan urusan saya.”

Karena saya pejalan kaki, saya tidak pernah menghadapi kenyataan ini. Sampai kemarin Rabu, ketika menunggu bus di perempatan, saya melihat ada sekitar 4-5 anak SMA yang terjaring “operasi”. Empat di antaranya, dilihat sekilas saja, memang salah karena spion yang cuma satu dan kecil itu. Sementara, ada seorang anak SMA yang mendatangi pos polisi tadi, bertanya ingin bertemu dengan Bapak **** (nama seorang polisi yang menahan SIM-nya kemarin di tempat yang sama). Para polisi itu, dengan wajah penuh kemenangan, berkata, tidak ada Bapak ****. Pulanglah anak SMA tadi dengan kecewa. Entah berapa lagi orang yang dijaring di pos polisi itu, saya tidak tahu karena bus kebetulan sudah “menjemput”.

Memang, mungkin banyak orang yang seenaknya saat mengemudi. Sebagai pejalan kaki, saya sering mengalami kejadian mesti mengalah atau “bersabar diri” dengan para pengendara, terutama pengendara sepeda motor (yang dalam bahasa Jawa, sakpenake wudele dhewe). Pelanggaran lain seperti spion, lampu mati, helm tidak standard (yang sekarang sudah hampir tidak ada), plat “mati”, dan lain-lain mungkin pula sangat mudah ditemui Bapak Polisi. Tapi, bukankah bisa bersikap lebih ramah, sesuai niatan polisi untuk melayani masyarakat? Kecuali misalnya, si pelanggar ini, mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan kecelakaan, bolehlah ia dimarahi atau dibentak.

Bapak Polisi, tidak semua orang bisa berdisiplin keras seperti Bapak. Tidak semua orang pula pernah merasakan pendidikan yang isinya “peningkatan mental”. Semua orang, ketika bersalah sekalipun, akan membentengi diri dengan merasa sok benar. Apalagi ketika mereka dimarahi. Orang-orang “salah” ini justru akan menemukan argumentasi untuk berbalik menyalahkan sikap Bapak Polisi. Yang terjadi, akhirnya adalah lingkaran dendam yang tak terputus (dalam hal ini, bisakah kita mengesampingkan masalah benar-salah untuk masalah “sopan santun”, baik pak polisi maupun  pengendara kendaraan bermotor?).

Bersikap ramah (dan banyak Polisi lalu lintas yang berlaku demikian), bukankah akan melahirkan simpati publik? Kalau Bapak Polisi beralasan, “dengan cara ramah, justru akan membuat masyarakat merasa kesalahannya mudah dimaafkan dan akan melakukan kejadian serupa”, bukankah Bapak Polisi sudah curiga terlebih dahulu pada masyarakat yang membutuhkan pengayoman, bukan sikap kuasa yang membuat anak SMA pun ingin menonjok atau menginjak-injak Bapak?

Hukumlah mereka yang bersalah. Tapi, sebagai penegak hukum, jangan melebihi aturan hukum tersebut. Pak Polisi bisa membayangkan, seandainya anak Bapak “dihinakan” dalam bentuk serupa oleh petugas “penguasa” di instansi lain? Atau seandainya Pak Polisi beragama, bagaimana kelak ketika Bapak sampai di Akhirat, hendak masuk surga karena memiliki amalan yang begitu banyak, tapi justru dimasukkan ke neraka? Kemudian, ketika Pak Polisi protes, Malaikat berkata, “bukan urusanku.”

Sebagai penyeimbang, saya cantumkan pula beberapa pelanggaran yang berhak dihukum oleh Pak Polisi Lalu Lintas (masih ada beberapa yang lain).
1. Pasal 281 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki SIM dipidana kurungan selama maksimal 4 bulan atau denda maksimal Rp 1.000.000,00

2. Pasal 282 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki atau pesepeda dipidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp 500.000,00

3. Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi suatu keadaan yang menyebabkan gangguan konsentrasi (telepon atau ber-SMS-an saat mengemudi :D) dipidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 750.000,00

4. Pasal 285 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban dipidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp. 250.000,-

5. Pasal 287 ayat 5 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan yang melanggar batas aturan kecepatan paling tinggi/paling rendah dipidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda Rp 500.000,00

6. Pasal 291 ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tidak mengenakan helm standard nasional Indonesia dipidana kurungan paling lama sebulan atau denda maksimal Rp 250.000,00

7. Pasal 291 ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor dan membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm standard nasional Indonesia dipidana kurungan paling lama sebulan atau denda maksimal Rp 250.000,00.

8. Pasal 293 ayat 1 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari dipidana kurungan paling lama sebulan atau denda maksimal Rp 250.000,00.

9. Pasal 293 ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009
Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari dipidana kurungan paling lama 15 hari atau denda maksimal Rp 100.000,00.

Sumber. Jadiberita.com


Motivasi Ibu Buat Seorang Kernet Truk Jadi General Manager Bandara Soekarno-Hatta

Motivasi Ibu Buat Seorang Kernet Truk Jadi General Manager Bandara Soekarno-Hatta - Siapa yang sangka sejak usianya baru menginjak lima tahun, ternyata Syaiful Bahri (46) sudah harus merasakan keluarga yang tak harmonis. Hubungan ayah dan ibunya harus kandas saat dia masih terbilang balita itu.

Namun, kini Syaiful Bahri bisa berbangga hati dengan jerih payah sang ibunda yang bernama Sofiaty.

Di usianya yang sudah menginjak 74 tahun, sang ibu telah melihat anaknya itu menjabat sebagai general manager Terminal 2 di bandara yang menjadi pintu masuk utama ke Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Menurut Ipul biasa dia disapa, sosok ibu begitu berpengaruh dan menjadi motivasi terhadap kehidupannya. Meski dari keluarga kurang berada, ibunya berhasil membentuk anak semata wayangnya itu menjadi pria yang mandiri dan tidak bergantung pada kiriman ayahnya, yakni Bawaihi.

Syaiful menceritakan bahwa dia besar dari keluarga broken home. Karenanya, setelah orangtuanya berpisah, dia diurus secara bergantian oleh kakek, nenek dan pamanya.

"Saya diajarkan untuk hidup mandiri. Sampai akhirnya, seusai tamat SMA, saya menjadi kernet truk tanah. Saya keluar dari rumah, saya tinggal di kos-kosan di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Pilihannya saat itu adalah bagaimana dirinya harus memenuhi kebutuhan hidup. Karena semangat yang ditularkan ibunya, Saiful tak bergeming meski harus menjadi kernek truk tanah.

"Waktu itu, jangan mikir mau beli ini beli itu. Bertahan hidup saja sudah bagus lah kasarnya. Tetapi mama selalu bilang bahwa hidup itu keras, laki-laki harus melawan tidak boleh pasrah. Selama delapan bulan saya bekerja, makan tidak menentu, tidur tidak menentu. Kerja cuma untuk bisa makan tiga kali sehari, ngopi dan ngerokok," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Lalu Ipul berfikir untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Namun, dia bingung bagaimana membayarnya karena tidak mempunyai uang. Akhirnya, dia mencoba melamar ke perusahaan penerangan. Setelah memiliki uang cukup baik dari hasil menjadi kernet dan bekerja di perusahaan penerangan, dia pun mendaftar kuliah di Universitas Syeh Maulana Yusuf (Unis) Tangerang pada 1985.

"Saya bekerja sambil kuliah. Ya bagaimana caranya harus membagi waktu. Waktu berjalan, tak terasa saya lulus D3 administrasi negara. Lalu pesan ibu saya, saya harus melanjutkan kuliah. Jadilah saya lulusan S1 ilmu politik di Universitas Jayabaya," ujarnya.

Setelah bekerja selama 18 tahun di perusahaan penerangan. Pada 2006 Ipul diangkat masuk menjadi karyawan di struktural PT Angkasa Pura (AP) II.

Dia terus menekuni pekerjaan di AP II hingga karirnya terus melonjak mendapat promosi jabatan. Akhirnya pada tahun 2010 dia pun diberikan amanat sebagai General Manager Terminal II Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga sampai saat ini.

"Ibu selalu berpesan agar mematuhi aturan perusahaan, jangan pernah melawan dan jangan meminta jabatan," ujar Ipul.

Ipul mengatakan, bahwa semua penghargaan yang di dapat perusahaan selama dia menjabat, dia persembahkan unkuk ibunya. Dia juga berharap, ibunya yang sedang sakit stroke bisa cepat pulih.

"Saya kira tiada yang bisa saya ucapkan selain kata berterima kasih sama ibu saya. 13 penghargaan yang saya dan teman-teman raih sudah selama ini, adalah berkat ibu," tuturnya seraya menghapus air matanya dengan tisu. | Merdeka.com

Inilah Akibatnya Jika Kolom Agama Pada KTP Dihilangkan

Inilah Akibatnya Jika Kolom Agama Pada KTP Dihilangkan - Maaf sebelumnya kalau berkesan 'Sara', kata Pak hok, dia tidak setuju kalau ada kolom agama di KTP, bisa diskriminasi kata beliau.

Nah.... sekarang coba renungkan percakapan berikut ini:
A : “Bro, tahu belum? Ada wacana kolom agama di ktp mau dihilangkan lho.”
B : “Emang kenapa? Katanya negara berketuhanan, kok malah ngilangin agama?”

A: “Katanya sih, kolom agama itu bisa mengakibatkan diskriminasi. Lagian agama juga urusan pribadi. Nggak usahlah dicantumin di KTP.”

B : “Nah, ntar ada juga orang yang ngaku mendapat perlakuan diskriminasi gara-gara jenis kelamin ditulis. Berarti kolom jenis kelamin juga harus dihapus dong. Laki-laki dan perempuan kan setara.”

C : “Eh, jangan lupa. Bisa juga lho perlakuan diskriminasi terjadi karena usia. Jadi hapus juga kolom tanggal lahir.”

D : “Eit, ingat juga. Bangsa Indonesia ini juga sering fanatisme daerahnya muncul, terlebih kalau ada laga sepak bola. Jadi mestinya, kolom tempat lahir dan alamat juga dihapus.”

B : “Ada juga lho, perlakuan diskriminasi itu gara-gara nama. Misal nih, ada orang dengan nama khas agama tertentu misalnya Abdullah, tapi tinggal di daerah yang mayoritas agamanya lain. Bisa tuh ntar dapat perlakuan diskriminasi. Jadi kolom nama juga wajib dihapus.”

B: “Kalau status pernikahan gimana? Perlu ndak dicantumkan?”

A : “Itu harus dihapus. Nikah atau tidak nikah itu kan urusan pribadi masing-masing. Saya mau nikah kek, mau pacaran kek, itu kan urusan pribadi saya. Jadi kalau ada perempuan hamil besar mau melahirkan di rumah sakit, nggak usah ditanya KTP-nya, nggak usah ditanya sudah nikah belum, nggak usah ditanya mana suaminya. Langsung saja ditolong oleh dokter.”

D : “Sebenarnya, kolom pekerjaan juga berpotensi diskriminasi. Coba bayangkan. Ketika di ktp ditulis pekerjaan adalah buruh, kalau orang tersebut datang ke kantor pemerintahan, kira-kira pelayanannya apakah sama ramahnya jika di kolom pekerjaan ditulis TNI? Nggak kan? Buruh biasa dilecehkan. Jadi kolom pekerjaan juga harus dihapus.”

C: “Kalau golongan darah gimana? Berpotensi diskriminasi nggak?”
A : “Bisa juga. Namanya orang sensitif, apa-apa bisa jadi bahan diskriminasi.”

E : “Lha terus, isi KTP apa dong?
Nama : dihapus
Tempat tanggal lahir : dihapus
Alamat tinggal : dihapus
Agama : dihapus
Pekerjaan : dihapus
Status perkimpoian : dihapus
Golongan darah : dihapus
Berarti, KTP isinya kertas kosong doang….”

A, B, C, D : (melongo...........)



Cerita Inspiratif: Setelah Sering Sedekah, Banyak Tawaran Pekerjaan Datang Padaku

Cerita Inspiratif: Setelah Sering Sedekah, Banyak Tawaran Pekerjaan Datang Padaku - Aku tidak menyangka bahwa sedekah bisa membawa keajaiban. Hal ini terjadi padaku dan aku membuktikan keajaiban sedekah memang ada.

Hai Vemale, namaku Nia. Kisah ini benar-benar terjadi padaku dan ingin aku bagikan pada Sahabat Vemale yang lain agar tidak pelit bersedekah. Keajaiban sedekah itu ada dan bisa terjadi pada semua orang.

* * *

"Jangan lupa sedekah, nduk!"

Kira-kira begitulah pesan ayah setiap saat. Ayahku adalah orang tua yang cukup ketat dalam hal agama, sehingga dia selalu memberi saran agar aku memberikan sedekah, sekecil apapun itu. Oh iya, 'nduk' adalah panggilan kesayangan untuk anak perempuan, biasanya diucapkan oleh masyarakat Jawa.

Sejak kecil, aku memang terbiasa memberikan sedikit uang jajan pada orang lain. Jika ada baju yang masih layak pakai atau mainan yang masih bagus, biasanya aku berikan pada orang lain. Sedekah tidak harus berupa uang yang banyak, begitu kata ayah. Sedekah tidak akan membuat kita miskin, karena rezeki selalu datang pada siapapun yang mau membantu orang lain.

Tinggal jauh dari keluarga membuatku lupa bersedekah
Sayangnya, kebiasaan bersedekah ini mulai jarang kulakukan sejak kuliah. Jauh dari orang tua membuatku sedikit melupakan hal-hal seperti sedekah atau makan teratur. Empat tahun kuliah aku habiskan untuk belajar dan menambah teman. Jujur, aku lupa bersedekah dan hanya berpikir bahwa masa depan bisa diraih asal punya banyak ilmu dan teman.

Setelah lulus kuliah, aku memutuskan untuk tetap tinggal di kota besar, karena kesempatan kerja bisa lebih luas. Berbulan-bulan lulus kuliah dengan nilai IPK tinggi, nyatanya aku belum juga bekerja. Ada beberapa panggilan kerja, namun hanya sampai tes tertulis saja. Jujur, aku mulai mencemaskan bagaimana nasibku jika berbulan-bulan di kota orang tanpa penghasilan.

Ayah kembali mengingatkan pentingnya sedekah
Semua cara aku lakukan, mulai dari mengirim lamaran dengan berbagai teknik, menguasai wawancara dan sebagainya, namun belum juga kudengar kabar menggembirakan. Sebagai anak, saya tahu bahwa orang tua juga berharap agar aku cepat bekerja dan punya penghasilan sendiri.

Dalam kegelisahan hati yang tidak menentu, aku menelepon ayah dan menceritakan kondisiku. Seperti biasa, ayah selalu memintaku untuk bersabar, kadang menunggu akan memberi hasil terbaik pada akhirnya. Tanpa kusadari, ayah menanyakan satu hal yang selama ini aku lupakan.

"Jangan lupa berdoa dan sedekah, nduk. Ayah dan ibu selalu mendoakanmu dari sini," begitu kata ayah.

Satu kalimat yang membuat hatiku terasa mencair. Entah kenapa, pada saat itu aku menangis. Aku lupa bahwa sesuatu yang kecil itu sudah lama aku lupakan. Selama ini aku menutup mata bahwa ada perkampungan kumuh tidak jauh dari rumah kosku. Sepertinya aku terlalu memikirkan hidup hemat, sehingga lupa bersedekah.

Tidak perlu waktu lama, aku mengumpulkan uang yang tersisa dan membelikan beberapa kilogram beras. Saya tahu bahwa beras adalah kebutuhan pokok yang pasti diidam-idamkan masyarakat yang hanya makan nasi aking setiap hari.

Ada rasa bahagia yang sangat besar ketika saya membagikan beberapa bungkus beras itu pada masyarakat di sekitar tempat kos. Saat melihat senyum-senyum mengembang di bibir mereka, seperti ada kekuatan baru yang membuatku untuk optimis dan ikhlas. Inilah kenikmatan berbagi, saat apa yang kita miliki bisa membahagiakan orang lain.

Kata ayah, saat sedekah jangan hitung-hitungan
Aku pun tidak menghitung berapa nominal yang keluar, namun hati ini sangat lega. Lalu keajaiban itu terjadi. Hanya beberapa hari setelah aku bersedekah, aku menerima beberapa panggilan kerja. Satu persatu tes aku lakukan dengan hati yang lebih tenang. Sekitar dua minggu kemudian, empat perusahaan menerimaku bekerja.

Jujur, aku sampai bingung harus memilih yang mana. Tapi keputusan tetap harus mengambil salah satu dari empat perusahaan yang menawarkan masa depan untukku. Saat aku ceritakan hal ini pada teman-teman, ada yang bilang bisa jadi keajaiban sedekah, ada juga yang bilang mungkin kebetulan saja.

Namun saya percaya bahwa keajaiban sedekah itu ada, karena saya bukan manusia yang percaya kebetulan, karena semua hal pasti sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa.

Semoga kisah ini bisa memberi motivasi kepada teman-teman Vemale untuk bersedekah, tidak hanya pada golongan tertentu, tapi pada sesama manusia.
Saat kamu bersedekah,
akan ada pintu-pintu rejeki yang terbuka.
Maka jangan takut,
sedekah tidak akan membuatmu jatuh miskin.
Itulah pesan ayah yang tidak akan aku lupakan.

Sumber. Vemale.com


Selama Duit Masih Minta OrangTua, Gak Usah Aneh-Aneh

Selama Duit Masih Minta OrangTua, Gak Usah Aneh-Aneh - Ga cuman di televisi, ga hanya di koran, tp juga di kehidupan nyata.. Ini 'REAL' terjadi !! Banyak pemandangan dari ade² kita yg masih duduk di bangku sekolah, baik itu SMP atau SMA, bahkan lebih miris, yg masih duduk di bangku SD pun, ada !!

Mereka lupa akan status pelajarnya, dan yg lebih edan, mereka ga ngehormatin jerih payah orangtuanya ngebiayain mereka menuntut ilmu ! Gaya bahasa yg kasar, penampilan yg jauh dari kata rapih, bahkan kelakuan yg ugal-ugalan!!

Ini diantaranya....
1. Ngerokok Pake Seragam Di Tempat Umum
Lu pikir keren ?! Sama sekali engga tuh.. Yang ada, pandangan masyarakat tentang diri lu, ama sekolah lu,, jelek ! Ga percaya ?? Monggo tanya aja ama rumput yg bergoyang..

2. Dandanin Kendaraan Biar Dibilang COOL & Dilirik Banyak Cewe
Buat sekolah aja lu masih dibiayain ! Dapet ongkos ama uang jajan tiap hari juga lu udah untung banget! Kadang orgtua lu tuh ampe jalan kaki ke pasar, atau nebeng ama tetangga buat 1 atau 2 urusan ! Nah lu ?? enak²an ngabisin bensin buat mejeng,, balap²an.. Minta ganti velg, minta ganti warna cat, pengen ganti stang, dll buat lu "ancurin" motor/mobil hasil jerih payah orangtua lu..

Yang kaya gitu yg namanya Hebat ?! Engga Bro,, Om Tukul bilang sih : NDESO bin KATRO !!

3. Paling Eksis Pas Tawuran
Linggis, samurai, gear motor, atau apapun yg bisa ngelukain orang lu bawa ke sekolah. Tempat yg seharusnya kita jadiin ladang menimba ilmu. Kejar²an, tonjok²an, bacok²an! Kalo lu celaka? Kalo lu kena tangkep polisi? atau mungkin dikeluarin dari sekolah? siapa yang ribet ngurusin?? siapa yang malu?! orangtua lu Malih..!! Apalagi kalo ampe nahas nasibnya, tewas pas tawuran! Mau lu?? Mikiiir pake idung, jangan pake otak!

4. Ngerasa Ga Gaul Kalo Ga Mabok
Itung deh, beli ganja, putaw, kokain, shabu atau sekedar beli minuman keras itu mahal apa murah ?! lu bilang ke ortu duitnya buat beli buku kan ? apa buat tugas kelompok ?? How Funny !!

Lagian status lu tuh pelajar ! generasi muda penerus bangsa!! Makin rajin lu mabok, makin semrawut otak lu! Hapalin dulu deh Pancasila ama perkalian dasar,, jangan dulu doyan gitting.. Inget orangtua lu dirumah!

5. Gaya Pacaran Yg Ga Sehat
Bo'ong kalo lu pacaran ga mau pelukan! Gimana rasanya ciuman, pasti ada di otak lu ! Sebenernya ini wajar, normal & sangat manusiawi! Tp kalo ampe dikit" lu gonta-ganti pasangan, ampe ngelakuin hal² yang ngelanggar norma susila & agama, lu siap kenalan ama yang namanya Raja Singa?? atau mungkin AIDS ujungnya!! Kalo lu cowo, pikirin ibu kandung ama sodara perempuan lu! kalo lu cewe, emang mau lu gendong anak disaat lu ngerjain tugas sekolah ?!

6. Bawa Masalah DiLuar Ke Dalem Rumah
Masa transisi, dari anak² ke remaja,dari remaja ke dewasa. Tentunya bakalan ngebawa seseorang ke tingkatan emosi yg berbeda.. itu pasti! Tapi kalo lu punya masalah diluar, ya lu beresin dgn kepala dingin diluar ! jangan jadi ambek"an di rumah..

Orangtua lu nyuruh, lu bentak! Disuruh ibadah,, ogah-ogahan!! Bahkan ga jarang, buat nyuci piring abis makan pun, tetep orangtua lu yg beresin! HOW BAD! Lu tuh makan tinggal "AM".. minum tinggal "GLEK".. (sosis tinggal "LEPP" ga termasuk ya Gan.. ) ,, tapi masih aja songong ama orangtua lu!!

Hellowww.... yg kaya gini yg disebut PEMUDA harapan bangsa?! yg kaya gini nantinya yg bakalan gantiin para pemimpin di negeri ini ?! WatDeVaaak...

Sekarang ane ngerasa "tua", bukan karena ane udah punya anak & istri,, bukan juga karena faktor umur ane yang hampir kepala 3,, tapi karena dulunya ane ngalamin juga masa muda.. Buat ade² yang masih aja sering tawuran, sering berkelakuan yang kurang baik, MOHON diingat, GA ADA ORANGTUA itu rasanya MENYAKITKAN!!

Sayangin & hormatin mereka,, jangan ampe menyesal adanya.. Belajar yang baik, jangan aneh-aneh!! Apalagi yang doyan NGASKUS, banyak ngaskus kan jadi banyak tau, banyak ilmu. Coba disaring, mana yang baik buat dilakuin, mana yang udah semestinya kita tinggalin...