Bahaya Berbohong dan Kisah Tentang Kebohongan

Kebohongan marak disekitar kita, semoga kita tidak termasuk orang tersebut.. Aamiiiin
Bohong adalah penyakit yang menghinggapi masyarakat di segala zaman. Ia adalah penyebab utama bagi timbulnya segala macam bentuk kejelekan dan kerendahan. Suatu masyarakat takkan lurus selamanya jika perbuatan bohong ini merajalela di antara individu-individunya. Dan suatu bangsa takkan bisa menaiki tangga kemajuan kecuali jika berlandaskan pada kejujuran.

Perbuatan bohong akan menimbulkan rasa saling membenci antara sesama teman. Rasa saling mempercayai antar sesama akan hilang, dan akan tercipta suatu bentuk masyarakat yang tidak berlandaskan asas saling tolong-menolong atau gotong royong. Apabila bohong sudah merajalela ke dalam tubuh masyarakat, maka hilanglah rasa senang dan keakraban antara anggota-anggotanya. Mengingat dampaknya yang sangat negatif dan membahayakan masyarakat, maka Islam melarang berbohong dan menganggap perbuatan ini sebagai perbuatan dosa besar. Cukuplah kiranya untuk menjadi dalil pengharaman bohong ini ayat-ayat sebagai berikut :

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (Q.S. 40 : 28).

Dan firman Allah : “Kemudian marilah kita bermubahalah (bersumpah) kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta” (QS. 3 : 61).

 Kemudian Nabi SAW berwasiat agar kaum muslimin berpegang teguh pada kejujuran dan membuang jauh-jauh sifat pembohong.

Dalam hadits berikut beliau bersabda :

 ان الصدق يهدى الى البر, ان البر يهدى الى الجنة, وان الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا, وان الكذب يهدى الى القجور وان الفجور يهدى الى النار وان الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا (رواه البخارى و مسلم

“Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kelaliman, dan kelaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim )

Rasulullah pernah bersabda pula :

 اية المنافق ثلاث : اذا حدث كذب واذا وعد أخلف واذا ؤتمن خان

“Pertanda orang yang munafiq ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).

Kisah Menarik Aku Tentang Berbohong
Aku punya teman Fb laki sebut saja Marwan (Nama Samaran) adalah seorang laki-laki yang mengidamkan seorang perempuan cantik nan sholeha. Beberapa lama tak bertemu dengannya, tiba-tiba aku mendapati akun facebooknya dikomentari cewek berjilbab yang kelihatannya sholiha sebut saja Mawar (nama samaran). Lebih jauh lagi aku mendapati dari kata-katanya mesra dan aku berpikir kalau perempuan tersebut adalah pacar Marwan. So it's OK aku rasa temanku yang satu ini mendapatkan "jodohnya" (waduh2 pake acaran segala lagi).

Selang beberapa lama aku bertemu temen dekat Marwan sebut saja si Acong (Bukan bupati yang lagi booming itu ya.. hehe). Aku bertanya pada Acong perihal kabar Marwan yag sudah punya cewek (wuih cewek). Ternyata aku mendapati fakta yang mencenggangkan bahwa Marwan mempunyai 2 akun facebook yang berbeda dan satunya adalah Mawar (Naudzubillahimindzalik). Jadi yang selama ini yang berkata mesra dan selalu menemani di setiap status Marwan adalah dia sendiri. Wah ketipu deh aku, pantesan kok foto profilnya agak familiar. Menurut keterangan Acong foto profil milik Mawar itu adalah pemeran film KCB (Ketika Cinta Bertasbih). Aku sampai gak habis pikir sampai segitunya seorang teman memiliki 2 akun berbeda untuk tujuan dan kesenangannya sendiri.

Jadi yang dapat aku petik dari kisah itu adalah temanku yang bermuka 2 alias membohongi dirinya sendiri. Ok sih tak masalah tapi banyak juga teman Mawar yang tertipu kalau dia sebenarnya adalah laki-laki. Tapi Alhamdulillah itu gak berlangsung lama, dia bertobat dan gak kelihatan ada perempuan bernama Mawar berkomentar di statusnya. Kabar terakhir aku mendengar dia telah menikah (jadi ngiri lebih muda dari aku soalnya). Berita itu aku dapatkan dari temanku yang lain, yang aku sayangkan menikahnya secara diam-diam bahkan teman yang sebelah desa aja gak diundang. Lebih baik gitu daripada membohongi dirinya sendiri terus menerus. ^^

OK Deh, Pembaca yang budiman, sekelumit kisah admin bercerita tentang kebohongan. Kita hendaknya menghindari dusta atau bohong dari diri kita sendiri, terlebih kepada orang lain. Jika kita terlanjur berbohong hendaknya kita bertaubat. Atau apabila malu mengakuinya pada orang lain, hendaknya kita simpan dosa tersebut dan tidak diulangi lagi. Seperti ayat diatas hukumannya LAKNAT (efek ngaji kemarin^^) Semoga menjadi pelajaran bagi si penulis dan umumnya bagi pembaca. Ada komentar? Silahkan ^^


Sumber :
Pengalaman admin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar