Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Musim Hujan

Jagalah kesehatan saat musim hujan..
Di negara kita, musim yang satu ini tergolong sulit karena sering diasosiasikan dengan banjir, flu, macet, juga jam karet. Meski begitu, kehidupan harus tetap berjalan. Jangan sampai hujan membuat kegiatan Anda terhambat.

Di musim hujan seperti ini, sinar matahari yang biasanya bisa membunuh kuman kini terhadang awan gelap. Banjir atau air yang telah lama tergenang pun dapat menimbulkan banyak penyakit. Flu, diare, dan demam berdarah pun mengintai Anda. Karena itu, Anda harus tetap fit dan menjaga daya tahan tubuh Anda. Bagaimana caranya? Ini dia tips nya…

Siapkan Pelindung Hujan Saat Bepergian
Jika anda melakukan aktifitas sat musim hujan seperti pergi kerja atau bepergian jangan lupa membawa alat pelindung hujan. Jas hujan (mantel) atau payung merupakan alat standar yang bisa kita bawa saat melakukan perjalanan. Disamping menjaga tubuh  dalam keadaan kering, hal itu meminimalisir kita terserang penyakit flu dll.

Konsumsi Makanan Bergizi atau Suplemen
Banyak sekali makanan-makanan yang dapat menjaga imun tubuh. Buah-buahan atau sayuran dapat menjadi menu yang pas saat musim hujan berlangsung. Sealin itu konsumsi suplemen atau vitamin-vitamin yang dapat menjaga kekebalan tubuh. Anda bisa meminta rekomendasi petugas apotek atau dokter untuk meminta suplemen penguat daya tahan tubuh.

Hindari Penyakit Musiman
Sudah tak asing lagi penyakit flu, demam dll. adalah penyakit musiman terutama saat hujan. Siapkan obat-obatan untuk menanggulangi penyakit tersebut di Kotak Obat anda. Jika ada anggota keluarga yang terserang penyakit flu, ada baiknya selalu cuci tangan setelah melakukan aktifitas di rumah supaya tidak tertular. Serta jangan lupa siapkan cairan pembersih antikuman setiap saat, terutama saat keluar rumah.

Cukup istirahat
Kurang tidur akan menyakiti tubuh Anda dan tidak memberikan organ tubuh Anda kesempatan untuk merecharge sel-sel mereka. 6-8 jam adalah waktu ideal yang bisa Anda berikan untuk tidur setiap harinya.

Pastikan Anda cukup hangat
Ini berkaitan dengan kenyamanan Anda. Jika Anda kehujanan dan kedinginan, Anda akan merasa lemah dan sugesti ini membuat Anda benar-benar terserang penyakit. Kenakan jaket atau pakaian yang tebal untuk melindungi tubuh dari suhu dingin. Kalau Anda harus menerjang hujan, gunakan payung atau jas hujan. Jika Anda suka, boleh juga membalurkan minyak kayu putih di tubuh. Untuk menghangatkan tubuh dari dalam, semangkuk sup hangat atau segelas jahe boleh juga dicoba.

Jemur pakaian sampai kering
Cucian yang tak mau kering adalah kendala di musim hujan, karena matahari seakan tak mau bersinar. Meski begitu, cari cara agar cucian Anda bisa kering sepenuhnya. Pakaian yang lembab berarti masih menyimpan air dan bisa jadi sarang bakteri.

Tetap berolahraga
Walaupun olahraga outdoor jadi berkurang intensitasnya karena cuaca yang tidak bersahabat, Anda bisa mencoba aneka olahraga yang bisa dilakukan secara indoor, seperti senam aerobik dengan panduan video, sit up, atau skipping (lompat tali).

Lebih baik mencegah penyakit daripada mengobati. Karena Anda butuh energi lebih untuk menghadapi segala kemungkinan yang muncul di musim hujan ini, maka lebih baik Anda memastikan bahwa tubuh Anda dalam keadaan terbaiknya. Dengan begitu, aktivitas sehari-hari pun bisa dilakukan dengan lancar, tak peduli hujan menghadang.

Sumber :


Ayat-ayat Al-Qur'an Tentang Hujan

Hujan adalah karunia Allah..
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الأرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لأولِي الألْبَابِ
”Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkannya-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu Kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal”. (QS.Az-Zumar,39:21).

Hujan diciptakan atas kekuasaan Allah..
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالأبْصَارِ
”Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)-nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih. Maka, kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan, seperti) gunung-gunung. Maka, ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (An Nuur 24, ayat 43)

Hujan bermanfaat bagi kita semua makhluk-Nya..
۞هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ 
يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالأعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
”Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.’‘ (An-Nahl, 10-11)

Hujan adalah tanda kekuasaan Allah..
وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انْظُرُوا إِلَى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
"Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."(QS. Al-An'am:99)

Sumber :
http://azzarqaa.blogspot.com/2012/04/tentang-hujan_23.html

Tokoh-tokoh Yang Mati Karena Karma Ucapannya

Hati - hatilah Berbicara , jangan pernah meremehkan Tuhan dengan ucapan kita. Apalagi ucapan demi tuhan dengan sembarangan,ini buktinya :

1. John Lennon (Penyanyi)
Saat interview dengan American Magazine,ia berkata,"Agama akan berakhir dan hilang. Saya tidak perlu menjelaskannya. Tuhan sih OK, namun pengajaranNya terlalu sederhana. Hari ini kami jauh lebih tenar dariNya." (1966). Setelah mengatakan itu, John tewas ditembak penggemarnya.

2. Tancredo Neves (Presiden Brazil)
Selagi kampanye, ia berkata bila mendapat 500.000 suara dari anggota partainya, maka tidak ada yg dapat mendepaknya dari posisi presiden, BAHKAN TUHAN SENDIRI. Akhirnya, ia mendapat lebih dari 500.000 suara, tapi SEHARI sebelum peresmian jabatannya, ia sakit dan mati.

3. Cazuza (Artis Brazil)
Dalam penampilannya di Rio de Janeiro, sambil menghisap cerutu, ia mengebulkan asapnya ke udara sambil berkata,"Tuhan, ini untukMu." Pada umur 32, ia meninggal karena kanker paru2 dalam kondisi yg mengerikan.

4. Marilyn Monroe (Artis USA)
Dikunjungi Billy Graham setelah memimpin sebuah KKR, yang mengatakan bahwa Roh Allah mengirimnya untuk menyampaikan sesuatu. Setelah mendengarkan apa yg disampaikan Billy Graham, ia berkata,"Maaf, aku tidak memerlukan Tuhan mu." Seminggu kemudian Marilyn ditemukan tewas di apartemennya.

5. Bon Scott (Ex vokalis AC/DC)
Dalam salah satu lagu di albumnya (1979), ia mengatakan "Jangan hentikan aku. Aku sedang asyik berjalan ke neraka." Pd 19 Februari 1980, Bon ditemukan tewas krn TERSEDAK oleh MUNTAHNYA sendiri.

6. Campinas (2005) 
Sekelompok anak muda yg mabuk menjemput seorang gadis, teman mereka, yg ditemani ibunya hingga masuk ke mobil. Karena sangat kuatir, sang ibu berkata,"Tuhan besertamu, putriku." Putrinya menjawab,"BOLEH SAJA ASALKAN IA DUDUK DI BAGASI, karena disini sudah penuh!" Beberapa jam kemudian dikabarkan mobil tersebut mengalami kecelakaan fatal. Rusak parah dan bentuknya tak dapat dikenali lagi. Anehnya, BAGASINYA TETAP UTUH, bahkan ternyata sekotak telur didalamnya tak ada SATUPUN YANG PECAH !


Sumber 
gambar hasil pencarian google


Ternyata Kadal Itu Hewan Yang Romantis Lho..

(1) Pasangan kadal mau jatuh.
(2) Secara reflek pasangan kadal meraih kaki depan kadal itu..
(3) Akhirnya si kadal yang mau jatuh bisa tertolong.. So sweet..

Adegan dimana karakter utama menggantung di tepi jurang sambil memegang erat temannya seperti ini dapat kita temukan di ribuan film. Namun yang membedakannya adalah adegan ini dilakukan oleh dua ekor kadal.
Seekor kadal dengan respons yang cepat, tertangkap kamera saat menangkap temannya jatuh.

Pasangan ini sementara berjemur diatas tanaman ketika salah satu dari mereka nyaris jatuh ke tanah. Dia pindah terlalu tiba-tiba dan mengguncang tanaman tempat mereka berada, menyebabkan kadal tersebut kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tempatnya bertengger.

Namun saat terjatuh, kadal yang satunya secara berani berhasil melompat dan menyelamatkannya.

Momen menakjubkan ini berhasil dibadikan oleh fotografer Alexsey Tymoshenko (19) yang dibuat takjub oleh aksi kadal tersebur.

“Aku mengambil foto-foto ini di rumah musim panas milik orangtua saya. Ini benar-benar membuat saya terkejut, dan beruntungnya aku mempunyai kamera untuk mengabadikan momen ini.” tutur fotografer asal Ukraina itu.

Foto-foto lain yang diabadikan Alexsey Tymoshenko :
Berdua kita jatuh.. ^^

Romatisnya dikasih bunga, jatuh deh akhirnya.. :D

Sumber :
penjarian gambar google.


Karena Wanita Begitu Istimewa ❤❤❤

You are Akhwat, The Queen's of Ikhwan..
Lelaki inggris bertanya,“kenapa dalam islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?”
Orang Muslim menjawab : “bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu Elizabeth?
Lelaki inggris menjawab,“Oh tentu tidak bisa! Cuman orang-orang tertentu saja yang bisa berjabat tangan dengan ratu”.
Orang Muslim tersenyum dan berkata : “wanita-wanita kami (kaum muslimah) adalah para ratu, dan ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yang bukan mahramnya)”.


Lalu si inggris bertanya lagi, “kenapa wanita islam menutup tubuh dan rambut mereka?”
Orang Muslim tersenyum dan punya dua permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. Dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.
Orang Muslim bertanya : “jika saya meminta untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?
Si inggris menjawab,“yang tertutup..”
Orang Muslim berkata : “itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami”.

....سبحان الله

Sumber :


"Aku Muslim, Tapi Nggak Sholat"

Islam Kok gak mau Sholat..?
Pernah nggak, kita membayangkan saat ibu atau ayah kita memanggil, tapi kita masih aja nggak bergeming atau malah pura- pura nggak denger? May be, selanjutnya bakal ada teriakan atau bahkan sesuatu yang melayang, yang pastinya mampir di kita.

Nah, itu aja baru urusan dengan sesama manusia, trus pernah nggak kepikiran, gimana cerita kalau Allah Sang maha Pemberi hidup, "memanggil" kita buat sholat, tapi kita masih aja ogah- ogahan dan males?

Yups, tapi begitulah kenyataan yang ada sekarang ini. Kebanyakan dari kita meremehkan shalat bahkan melihatnya sebagai baban yang berat banget. saking ogahnya, 1001 alasan pribadi dibawa cuma buat menunda-nunda shalat atau bahkan meng-cancel-nya. Na’udzubillah

Parahnya, ada juga yang mendirikan sholat aja nggak, eh malah terang-terangan melecehkan shalat dan menghina orang-orang yang mengerjakannya, tapi kalau ditanya, dia tetap saja mengaku-aku sebagai seorang muslim. Mereka itu juga nggak habis- habisnya mengkritisi perintah Allah tentang tiang agama ini. Ibarat kata saat mereka diajak kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka malah balik berkata, “Kami mendengar tapi kami menentang!”

Padahal kalau saja mereka sadar, mereka cuma membiarkan diri mereka sendiri untuk didikte sama hawa nafsu, setan dan syahwatnya. Hawa nafsunya itu juga yang menegakkan argumen di hatinya, supaya dia merasa tenang, tapi padahal sebenarnya dia telah terhinakan.

Kalau saja mereka mau jujur sama kebenaran, pun hatinya bakal berkata yang sama, kalau yang namanya Sholat, itu adalah ibadah yang sangat amat penting sekali. Sholat jugalah yang bakal pertama kali Allah pertanyakan ke kita nanti kalo di akhirat. Shalat juga merupakan salah satu rukun Islam yang jadi pembatas seseorang itu mukmin atau kafir.

Nabi SAW bersabda: “Perjanjian yang mengikat antara kami dan mereka adalah mendirikan shalat. Siapa yang meninggalkannya, maka sungguh dia telah kafir”(H.R Muslim)

Selain itu Saking pentingnya,ibadah shalat dalam Islam nggak bakal bisa diganti atau diwakilkan. Cowok atau cewek yang muslim dalam kondisi apapun, sehat ato nggak, aman atau  takut, lagi bermukim dan musafir tetep kudu sholat. Kalau nggak bisa berdiri boleh duduk, kalau tidak bisa duduk boleh berbaring, dan seterusnya.Tapi judulnya kudu tetep sholat.

Trus apa sih manfaat sholat? Allah Subhanahu wataala berfirman,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan tegakkanlah shalat untuk mengingat-Ku."(Qs. Thaha: 14).

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah, ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah, hati menjadi tenang." (Qs. Ar-Ra'du: 28)

Friend, orang hidup pastilah butuh yang namanya ketenangan. Dan dua ayat di atas memberitahukan ke kita kalau soal ketenangan jiwa adalah janji Allah yang sudah pasti bakal diberikan kepada orang yang shalat. Hati kita bisa merasa tenang banget kalau selalu mengingat dan dzikir kepada Allah. Nah, sarana berdzikir yang paling efektif itu adalah shalat. Tapi tentu saja, bukan sembarang shalat loh. kan perintah Allah tadi adalah menegakkan sholat dan nggak hanya sekedar melaksanakan. Dan dua hal itu, tentu saja beda, Friend.

Kalau kita mendirikan shalat, otomatis ada niat buat perjuangan, keseriusan, kedisiplinan, dan konsentrasi level tinggi. Beda kalau kasusnya cuma sekedar melaksanakan. Kadang kita masih santai, dan nggak perlu serius- serius amat. Yang penting kan udah terlaksana. 

Sholat juga adalah nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Allah juga menjanjikan tingkatan surga tertinggi yaitu surga FIRDAUS bagi hamba-hambanya yang beriman dan mendirikan sholat dengan benar. Tapi nggak tahu kenapa ya, dengan imbalan sebesar itu, sebagian besar dari kita masih aja berat plus bandel buat  melaksanakannya.

Umar bin Khaththab sering mengingatkan para pemimpinnya, dan rakyatnya betapa pentingnya arti sholat bagi mereka. Bahkan beliau berkata, “Barang siapa menjaga sholatnya, sungguh dia telah menjaga agamanya. Barang siapa yang menyia-nyiakan sholatnya, maka terhadap urusan yang lain slain sholat, ia akan lebih menyia-nyiakan lagi”

Ini baru gambaran kecil kalau para kekasih Allah SWT selalu menganggap sholat itu primer banget di mata mereka.

Maka, belajar dari keteladanan mereka, malu banget dunk kalau kita bilang "aku muslim, tapi nggak sholat". Lagi pula, Friend...bukankah Allah memberikan jatah waktu 24 jam ke kita selama 1 hari. Dan itu nggak sebentar kan, so kenapa kita nggak mau memberikan walau cuma 24 menit saja buat "laporan" dan mengingat Allah sebagai bentuk rasa trimakasih kita kepadaNya? atau jangan- jangan kita memang termasuk orang- orang yang nggak pandai bersyukur dan berterimakasih? jawabnya, kembali kepada diri kita masing- masing.

Sumber :


Engkau Habiskan Dengan Apa Masa Mudamu?

Ukhti OSD..
By Oki Setiana Dewi
Langit, hujan, bintang sepertiga malam, senja yang merah memukau, pagi yang dingin dan sejuk, angin semilir, rasanya terlalu banyak hal indah yang kutatap setiap harinya sebagai tanda kekuasaan Allah. Kalau sudah begitu, rasanya cinta dan rindu padaNya begitu menggebu-gebu.

Banyak hal yang ingin kulakukan untuk mengobatinya. Andai saja aku mampu menggunakan setiap detik nafasku untuk terus mengagumi dan memujaNya. Aku ingin menjadi lebih baik, dan selalu ingin menjadi lebih baik, walau sebagai manusia aku pasti lebih banyak lupa daripada ingatnya, lebih banyak bikin dosa daripada menabung pahala. Aku selalu cemburu dan iri bila bertemu dengan mereka yang begitu taat dan cinta pada Allah. Ya, karena aku selalu berfikir orang-orang seperti mereka pasti sangat disayang Allah, pasti Allah lebih sayang mereka daripada aku, mereka begitu mendekat pada Allah, dan Allah pasti akan seribu kali lebih mendekat lagi pada mereka. Sedangkan aku? Berbuat maksiat saja masih sering kulakukan.

Hari ini aku menyengajakan diri untuk bersilaturahim ke sebuah tempat yang sesungguhnya sejak lama ingin kudatangi. Tempat itu bernama rumah Qur’an. Rumah itu terletak di antara rumah warga lainnya. Sekilas tak ada yang spesial dengan rumah itu. Rumah itu begitu sederhana. Namun yang membedakan dan membuatnya berbeda dengan rumah-rumah lainnya tentu saja ayat-ayat suci Al Qur’an yang terlantun tiada henti dari bibir para gadis yang menempati rumah ini.

Begitu aku tiba, aku sudah bisa menyaksikan para gadis yang memegang mushaf dan menghafalkannya. Hatiku berdesir, rasa iri muncul begitu saja. Ternyata itu belum apa-apa, ketika aku memasuki rumah Qur’an, kesibukkan menghafal Qur’an terlihat semakin jelas. Ada sekitar 25 gadis yang berkomat kamit sembari memegang mushaf. Allah...

Di rumah itu terdapat empat kamar dan 1 ruang tamu yang dialasi karpet,  yang kira-kira berukuran 3x5 meter. Aku melihat sekilas di pintu setiap kamar tertulis nama para penghuni kamar. Aku baru tahu, setiap kamar yang begitu kecil itu dihuni sekitar 5-7 orang.

Tiba-tiba saja aku menjadi tak enak sendiri. Aku khawatir kehadiranku akan menganggu dan membuang waktu mereka dalam menghafal. Karena aku tahu sehari minimal mereka harus menghafal dan menyetorkan satu halaman Al-Qur’an.  Sedangkan mereka adalah mahasiswi yang tentu  memiliki waktu yang tidak terlalu banyak untuk itu. Mereka masih harus menyelesaikan tugas-tugas kampus dan sebagainya. Kedatanganku tentulah akan menyita waktu mereka. Berulang kali aku meminta maaf dan berulang kali pula para bidadari bumi itu mengatakan aku tak perlu meminta maaf dengan terus memberikan senyum teduh mereka. Sekitar setengah jam aku berbincang dengan mereka aku memutuskan untuk pamit pulang.

Dalam perjalan pulang bayang mereka hadir satu persatu di benakku. Lantunan ayat suci Allah tiba-tiba saja teringiang dan berputar di pikiranku. Aku hanyut dalam pertanyaan batinku sendiri. Bila suatu saat nanti Allah bertanya pada mereka, digunakan untuk apa masa muda mereka, mereka akan bisa menjawabnya tanpa ragu. Dan bagaimana denganku? Aku pasti akan sangat malu pada Allah jika harus mengatakan bahwa aku tak melakukan apa-apa ketika aku masih muda. Bahwa aku tak melakukan hal apapun yang bisa mendekatkan diriku padaNya.

“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu yang telah ia ketahui.” (HR. At Tirmidzi no. 2340)

Allah memang tak menanyakan masa tua, tetapi masa muda. Di saat semangat masih membara, potensi masih bisa untuk terus diasah, dan peluang meraih cita masih luas membentang.  Dalam hidup setiap orang yang mengais rezeki berupa uang akan menabung demi alasan kebahagiaan di masa depan. Bisa dicek berapa banyak orang yang punya rekening di bank. Ada yang banyak, ada yang sedikit, namun rata-rata hampir setiap warga kita khususnya para penghuni kota tentunya memiliki sejumlah rekening di bank untuk menabung. Lalu bagaimana dengan arti hidup yang sesungguhnya. Yang sesungguhnya hanyalah tempat singgah untuk mencari bekal perjalanan abadi kita di akhirat nanti. Yang sesungguhnya adalah waktu menabung untuk dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Maka sesungguhnya akhirat adalah masa depan kita yang sesungguhnya. Yang telah tertulis dan termaktub sebagai janji Allah bagi ummat manusia.

Masih terbayang dalam benakku bagaimana para gadis di rumah al-quran itu begitu antusias menghafal kata demi kata dalam Al-Quran dengan kesungguhan dan ketekunan. Seketika rasa iri kembali hadir dalam benakku. Betapa beruntungnya mereka, orang-orang yang dalam seusia itu telah menyadari bahwa kelak akan ada pertanyaan yang Allah berikan mengenai masa muda. Masa muda yang tidak di isi dengan bergelimang dalam kehidupan dunia yang fana dan membuat Allah murka tetapi masa muda yang diisi dengan menabung amal untuk membuat mendapatkan naungan Allah di akhirat kelak. Betapa indahnya masa muda mereka yang dengan bibir basah menyebut Asma Allah setiap saat, bahkan menghafal ayat-ayat cinta Allah dengan sebegitu tekun dan sabar.

Baginda Rasulullah SAW bersabda: ”Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam naungan-Nya yaitu: Imam (pemimpin) yang adil; pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah; orang yang hatinya selalu terikat pada masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah pula; seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’; orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya; dan seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu menitikkan airmatanya.” (HR. Bukhari Muslim).

Allah sepertinya tak henti membuatku untuk terus merenung. Ketika beberapa hari setelah kunjunganku ke rumah Qur’an, aku diundang suatu daerah untuk membicarakan masalah kenakalan remaja. Aku mendapat kenyataan bahwa lebih dari 50 persen remaja di sana sudah tidak lagi perawan. Astagfirullah, sebegitu buruknyakah wajah generasi penerus masa depan? Bagaimana mungkin mereka bisa menjadi pemuda kebanggaan ummat jika menjaga diri sendiri saja tidak mampu mereka lakukan. Padahal musuh mereka hanya satu, hawa nafsu.

Seorang pembicara menyampaikan materinya dengan menahan air mata sambil terus menyampaikan data persentase remaja yang tidak lagi perawan dan para remaja yang melakukan aborsi. Tiba-tiba saja aku teringat akan adik-adik yang kutemui di sebuah yayasan penampung anak-anak yatim dan berkebutuhan khusus beberapa waktu lalu. Anak –anak yang dibuang kedua orang tua yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja disingkirkan karena mereka cacat, mungkinkah sebagian dari mereka adalah bayi-bayi hasil hubungan para remaja yang sanggup berbuat namun tak sanggup bertanggungjawab? Entahlah… hanya Allah yang tahu semua itu.

Rahim yang dianugerahi Allah pada wanita adalah tempat suci yang melahirkan makhluk-makhluk Allah yang suci. Aborsi, zina, adalah hal yang menodai kesuciannya, kesucian rahim, dan kesucian fitrah perempuan itu sendiri. Sebuah hubungan yang haram terjadi telah menodai apa yang seharusnya begitu di agungkan. Rahim terlalu agung untuk diperlakukan seperti itu, dizinahi bahkan sampai dengan membunuh janin mungil tak berdosa yang tengah tumbuh.

Mungkin itulah sebab Allah memberikan balasan yang begitu indah bagi pemuda yang menghabiskan masa muda dalam rangka beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Karena masa muda adalah masa pada saat saat tarikan nafsu sedang kuat-kuatnya menjerat anak manusia. Apa yang dilakukan seseorang di masa mudanya akan menentukan masa depannya.  Pemuda yang terlena dengan masa mudanya  maka akan habis di masa tuanya. Pada akhirnya nanti rasa menyesallah yang datang mendera.

Sebagian orang mungkin  berpendapat  bahwa masa muda adalah masa bersantai dan berfoya-foya, menikmati semua kenikmatan dunia, lalu masa tua adalah masa bertaubat, berhenti dari semua hal yang buruk lalu berjalan tertatih menuju perbaikan? Sungguh begitu salah pemikiran seperti itu, sebab umur manusia tak ada yang tahu kapan akan berhenti, ia kalau kita sempat bertaubat, kalau tidak? Bukankah lebih tenang hidup kita jika telah menabung kebaikan sejak dini, hingga kapanpun Allah memangggil kita, kita siap dengan bekal yang telah kita persiapkan jauh-jauh hari.

An Nakho’i mengatakan, “Jika seorang mukmin berada di usia senja dan pada saat itu sangat sulit untuk beramal, maka akan dicatat untuknya pahala sebagaimana amal yang dulu dilakukan pada saat muda. Inilah yang dimaksudkan dengan firman Allah (yang artinya): bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”Dalam hal ini orang-orang yang beriman di waktu mudanya, di saat kondisi fit (semangat) untuk beramal, maka mereka di waktu tuanya nanti tidaklah berkurang amalan mereka, walaupun mereka tidak mampu melakukan amalan ketaatan di saat usia senja. Karena Allah Ta’ala Maha Mengetahui, seandainya mereka masih diberi kekuatan beramal sebagaimana waktu mudanya, mereka tidak akan berhenti untuk beramal kebaikan. Maka orang yang gemar beramal di waktu mudanya, (di saat tua renta), dia akan diberi ganjaran sebagaimana di waktu mudanya. Subhanallah, Maha Pengasih dan Penyayangnya Allah pada hambaNya. Ia begitu mengerti apa yang terdetik di dalam hati, lalu jika demikian masihkah kita enggan melakukan kebaikan dari sekarang? Masihkah kita menunda-nunda amal kebajikan.

Ketika muda, kita sering mengabaikan dan tidak menyadari bagaimana berharganya hidup yang Allah berikan pada kita, bukankah hidup sebuah anugrah besar yang sangat berharga? Sepertin namanya, anugrah, berarti ia adalah suatu hal yang luar biasa istimewa yang merupakan hadiah kasih sayang Allah bagi manusia. Allah menciptakan kita berawal dari segumpal tanah yang menjadi segumpal darah.  Lalu berubah menjadi tulang yang dibalut daging. Setelah itu ditiupkanlah ruh, yang dalam beberapa bulan lahir dari perut sang ibu dalam keadaan menggigil kedinginan, begitu kecil dan rapuh. Setelah itu kita tumbuh menjadi seorang anak balita yang sehat dan dalam beberapa tahun tumbuh menjadi seorang remaja yang mulai mencari jati diri. Beranjak dewasa, kita semakin kuat dan matang. Fase inilah yang merupakan fase puncak dimana kekuatan kita penuh untuk bisa digunakan bekerja keras, akal kita sehat untuk berfikir hal-hal yang begitu rumit, raga kita kokoh dan sehat. Namun beberapa puluh tahun kemudian, semakin keriputlah kulit kita disertai dengan rambut memutih dan tulang yang perlahan keropos. Saat inilah kita kembali dalam keadaan fisik ketika kita pertama kali dilahirkan, lemah, rapuh dan tak berdaya.

Hitungan puluhan tahun adalah waktu yang terlalu singkat jika tidak kita manfaatkan dari sekarang untuk melakukan kebaikan. Jika di masa muda kita terbiasa dengan hal-hal yang melenakan, bukannya tidak mungkin kita takkan pernah memulai untuk berbuat kebaikan dan akan selalu menunda menabung pahala sebanyak-banyaknya. Bukankah lebih indah jika kala muda kita berjuang keras mencari nafkah lalu menikmatinya di masa tua, semua hasil kerja keras kita. Demikian halnya dengan beribadah, alangkah indahnya menjadi pemuda soleh yang taat dan patuh pada Allah, hingga saat tua nanti, Allah menghadiahkan kita pahala seperti apa yang kita kerjakan di masa muda.

Wahai Allah ….
jadikanlah kami pemuda-pemudi yang taat dan patuh padaMu, yang dihatinya tertanam rasa takut dan cinta kepadaMu, yang terjaga sikap dan tingkah lakunya, yang sanggup menopang amanah dan menjaga fitrah…

وَالْعَصْرِ ١
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ٢
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat- menasehati dalam kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)

Sumber :