Tampilkan postingan dengan label Hacker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hacker. Tampilkan semua postingan

Perang Cyber Indonesia vs Australia Memanas, Jangan Sampai 4 Hacker Ini Turun Tangan

Perang Cyber Indonesia vs Australia Memanas, Jangan Sampai 4 Hacker Ini Turun Tangan - Hacker Indonesia sudah menyatakan perang terhadap Australia sebagai protes mereka terhadap perilaku penyadapan negara Kanguru tersebut terhadap Indonesia. Hal itu didahului dengan penyerangan terhadap ratusan situs Australia secara acak.

Australia tidak tinggal diam mereka balik menyerang situs-situs resmi Indonesia, diprediksi perang cyber ini akan kian menyulut emosi hacker dari kedua belah pihak.

Tapi lebih dari itu, hal yang paling di takutkan dunia adalah kembalinya 4 legenda hacker indonesia yang di ramalkan akan turut ikut campur, kalau sudah begini diyakini bukan hanya australia yg ketarketir, tapi seluruh dunia.

Siapakah mereka? Berikut foto 4 Legenda Hacker Indonesia:

Keahlian :
1. Sulit di deteksi,, bahkan tidak meninggalkan jejak sedikitpun.
2. Mampu menyerang dari segala medan, bahkan tanpa koneksi internet sekalipun dewa banget bukan.




Video: Anonymous Mendeklarasikan Perang Dengan Amerika Serikat

Video: Anonymous Mendeklarasikan Perang Dengan Amerika Serikat - Ketika mayoritas hacker-hacker Indonesia sedang sibuk untuk menyerbu website-website Australia, Anonymous (internasional) juga melakukan hal yang sama namun lebih fokus pada 'induk' permasalahan, bukan anaknya.

Muncul sebuah video terbaru yang dibuat oleh pemilik ID bernama OfficialAnonymousTV1 yang diunggah ke YouTube pada tanggal 19 November 2013 lalu, menayangkan sebuah pernyataan bahwa Anonymous akan mendeklarasikan perang terhadap National Security Agency (NSA) dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya, Anonymous juga menjelaskan kenapa mereka mendeklarasikan perang terhadap negara adidaya tersebut. Mereka mengatakan bahwa sejak 2009 silam, pemerintah Amerika Serikat telah mendeklarasikan perang terlebih dahulu terhadap kebebasan para jurnalis, aktivis, pelapor sampai masyarakat umum.

Berikut Video Anonymous Mendeklarasikan Perang Dengan Amerika Serikat:

Kebebasan seperti terampas dan kebenaran seperti sengaja dibungkam. Oleh karenanya, pihak Anonymous tidak dapat tinggal diam saja dengan kesewenang-wenangan dan tirani tersebut.

Namun, Anonymous tidak mengajak semua pihak untuk ikut berperang bersama. Mereka hanya ingin memberitahukan bahwa Perang Dunia Cyber II akan segera digelar dalam jangka waktu dekat ini.

Anonymous juga tidak ingin orang-orang yang rela mengorbankan dirinya untuk kebenaran harus mati atau juga ditahan oleh pihak pemerintah Amerika Serikat seperti Aaron Swartz, Edward Snowden sampai dengan aktivis cyber Jeremy Hammond.

Bahkan di dalam Pastebin, Anonymous juga akan mendeklarasikan bahwa Internasional Day of Privacy (IDP_2014) akan digelar pada awal tahun 2014 mendatang.

"Hari itu (IDP_2014) adalah hari di mana kita berdiri bersama dan membentengi diri serta melawan pihak yang memata-matai privasi setiap individu," tulis mereka. | merdeka.com

Inilah 4 Perang Cyber Antara Hacker Indonesia dengan Hacker Negara Lain

Inilah 4 Perang Cyber Antara Hacker Indonesia dengan Hacker Negara Lain - Beberapa waktu lalu, banyak peretas atau hacker dari Indoensia melakukan serangan ke situs-situs milik Australia. Hal itu dikarenakan aksi mata-mata yang dilakukan oleh pemerintah Australia terhadap Indonesia.

Kabarnya ada ratusan website yang berhasil dilumpuhkan, mulai di-deface sampai spoofing dilakukan oleh para peretas dari Indonesia untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan bangsa dari ulah penyadapan Australia.

Namun, selain serangan terhadap Australia, ada beberapa rekam sejarah serangan massal peretas dari Indonesia atau juga perang cyber antara hacker Indonesia dengan hacker dari negara lain.

1. Hacker Indonesia vs hacker Malaysia
Sekitar di akhir tahun 2008 lalu, pernah terjadi perang antara para peretas Indonesia dan Malaysia. Tidak banyak informasi yang beredar di internet mengenai apa yang melatarbelakangi pertempuran antara peretas asal Indonesia dengan Malaysia tersebut.

Sempat di tahun tersebut ada rumor yang mengatakan bahwa ulah Malaysia sudah kelewat batas. Mulai dari kasus TKI sampai masalah konflik fisik di perbatasan kedua negara.

Kabar lain juga mengatakan bahwa aksi ini merupakan balasan dari para peretas Indonesia ke salah saut kelompok hacker Malaysia, alien crew, yang berhasil mengobrak-abrik banyak situs Indonesia sebelumnya.

2. Hacker Indonesia vs hacker Malaysia+China
Sempat mengendur sedikit selama beberapa bulan, namun di tahun 2009, perang cyber antara peretas Malaysia dan Indonesia kembali pecah. Namun kali ini, para peretas Malaysia mendapatkan dukungan atau bantuan dari beberapa hacker asal China.

Walaupun merasa 'dikeroyok,' namun untuk tetap menjaga kedaulatan khususnya di wilayah cyber, para peretas Indonesia melakukan serangan balik dengan berhasil 'membumihanguskan' ratusan website Malaysia.

Salah satu kelompok peretas yang melakukan serangan ke Malaysia adalah dari Yogyakarta. Dalam serangan dan defacenya, mereka meninggalkan pesan, "You want Cyberwarfare?? I give you now. WE ARE READY FOR CYBERNATIC WAR."

3. Hacker Indonesia vs Myanmar
Di awal tahun 2013 ini, muncul ketegangan antara hacker Indonesia dan Myanmar. Hal ini berawal dari ejekan serta serangan cyber dari para hacker Myanmar ke Indonesia.

Bahkan tidak hanya menyerang website-website Indonesia saja, dalam tampilan deface-nya, ada satu gambar yang tidak hanya melecehkan atau menghina orang Indonesia saja melainkan umat Islam pada umumnya.

Dalam tampilan tersebut, para hacker Myanmar membubuhkan gambar seekor babi yang sedang tidur di atas Ka'bah. Rumor lain juga mengatakan bahwa serangan para hacker Myanmar ini mendapat bantuan dari para peretas dari Malaysia.

Serempak setelah terjadinya serangan dari Myanmar, para hacker Indonesia bersatu padu melancarkan serangan balik dengan hasil porak-porandanya ratusan website bahkan situs pemerintahan Myanmar.

4. Hacker Indonesia vs hacker Bangladesh
Di pertengahan tahun 2013 ini, telah terjadi perang cyber antara para peretas dari Indonesia melawan peretas dari Bangladesh. Dari peperangan ini, kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka adalah korban dan hanya melakukan balasan karena serangan yang dilakukan sebelumnya.

Setelah peperangan yang mengakibatkan tumbangnya ratusan website dari ke dua belah pihak, akhirnya para peretas dari Indonesia dan Bangladesh melakukan kesepakatan damai untuk tidak saring serang.

Lagi! 40 Situs AS Diretas Hacker Indonesia

Lagi! 40 Situs AS Diretas Hacker Indonesia - Sebanyak 40 situs yang memiliki server di San Diego, Amerika Serikat menjadi sasaran hacker Indonesia. Aksi ini merupakan protes terhadap penyadapan yang dilakukan AS terhadap Indonesia.

Dari penelusuran merdeka.com, pada Senin (11/11) dini hari pukul 00:19 WIB, salah satu situs yang diretas, www.sandiegorepublicans.com, terdapat tulisan 'Hacked By Natsu007'. Di situs tersebut juga terpampang pesan yang bertuliskan 'Stop Spying Indonesian! Greetz: All Indonesian Hacker & Defacer'.

Natsu007 juga beraksi di situs www.empowersandiego.com, www.jeffperwin.com, www.topmodelamerica.com, dan beberapa situs lainnya.

Sebelumnya, pada Jumat (8/11), hacker Indonesia juga melakukan penyerangan terhadap situs-situs penting pemerintah Australia. Di antaranya situs Badan Intelijen Australia atau Australian Intelligence Service yang beralamat di www.asis.gov.au.

Selama ini, intelijen Australia dianggap telah memata-matai jaringan internet dan komunikasi Indonesia, sehingga menjadi sasaran utama penyerangan semalam. Hingga siang ini (Sabtu (9/11), situs tersebut sama sekali tak bisa dibuka.

Para peretas yang menyuarakan @StopSpyingOnIndonesia akan terus melancarkan aksinya.

Berdasar percakapan para hacker yang dipantau Indonesia ICT Institute, penyerangan terhadap situs www.asis.gov.au bukanlah yang terakhir. | Merdeka.com

Peretas Indonesia Serang Situs Web Australia

Peretas Indonesia Serang Situs Web Australia - Sekelompok peretas yang mengatasnamakan Peretas Indonesia menembus sejumlah situs web di Australia dan mengganti tampilan halaman tersebut dengan tulisan berbahasa Indonesia dan Inggris.

Serangan lewat jalur internet ini menurut para peretas, dilakukan sebagai balasan setelah muncul tuduhan pemerintah Australia bekerjasama dengan Amerika Serikat melakukan penyadapan dan memata-matai pemerintah Indonesia.

Tuduhan sebagaimana diungkap mantan karyawan kontrak intelejen AS, Edward Snowden itu kini membuat gusar banyak negara.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang tengah berada di negara Benua Kanguru itu tatkala bocoran tentang dugaan aksi penyadapan Australia utnuk AS muncul, langsung menyatakan protes keras dan meminta penjelasan resmi segera.

Marty menyebut Australia 'sangat tidak sportif' melakukan aksi tersebut jika tudingan itu ternyata benar.

Sejawat Marty di Australia, Menlu Julie Bishop menyatakan menanggapi serius protes Indonesia tersebut namun belum ada tindakan lanjut atas kasus ini.

Dalam berbagai situs beridentitas akhir .com.au atau .net.au diretas sejak Minggu (03/04) diduga tak punya afiliasi apa pun dengan pemerintah Australia.

Sejumlah media setempat dan internasional yang memberi perhatian besar pada kasus ini menyebut diantara korban retasan terdapat situs internet jasa binatu, layanan perbaikan ledeng, serta usaha bisnis kecil lainnya.

Pada halaman yang diretas, hacker menulis kalimat seperti "Maaf Admin, ini bukan lawakan atau impian ini nyata," dengan huruf berwarna biru.

Kemudian pada baris berikutnya dengan tulisan berwarna merah, tertulis "Katakan pada pemerintah kalian hentikan kegiatan mata-mata ilegal terhadap warga Indonesia", seperti yang muncul di situs brisbanetimberwindows.com.au.

Di halaman tersebut peretas juga memasang lagu Indonesia Pusaka, karya Ismail Marzuki, yang dinyanyikan dalam versi rock dan diimbuhi dengan pidato proklamator Ir Sukarno.

Tidak ketinggalan muncul pula sesosok gambar kartun berbaju merah di bagian paling atas halaman, nampak tengah membawa tongkat dan bendera merah putih.

Belum ada pernyataan tanggapan resmi baik dari aparat di Indonesia maupun Australia terkait aksi retas dari Indonesia Fighter Cyber ini. | memobee.com