Assalamualaikum sobat wajahcewek,
Maaf kalau agak lama gak posting hehe.. Posting apa'an ya?? Ini aja deh gambar buat di share ke Facebook terutama buat muslimah yang taat agama. Simpan gambarnya dan share yah.. ^^
Check It Out !!
Sumber: Dari Fp, blog tetangga dan buat sendiri ^^
Home » Posts filed under ✿Muslimah✿
Tampilkan postingan dengan label ✿Muslimah✿. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ✿Muslimah✿. Tampilkan semua postingan
Dahsyatnya Wanita
Assalamualaikum sobat wajahcewek,
Silahkan baca kisah pendek yang menarik berikut ini.
Seorang istri berkata kepada suaminya : "Jika aku mati berapa lama kamu menunggu untuk menikah kali kedua?"
Suami : "Sampai tanah kuburanmu kering"
Istri : "Berjanjilah untuk ini"
Sambil senyum suaminya berkata : "Saya janji "
Setelah istrinya wafat ..
Sang suami selalu berziarah ke kubur istrinya setiap hari sepanjang tahun dan dilihatnya kuburan itu selalu basah tidak pernah kering
Pada suatu hari sang suami pergi berziarah ke kuburan istrinya pada waktu sore dan dia dapatkan saudara istrinya disitu.
Dia bertanya : "Apa yang kau lakukan disin?"
Saudara istrinya menjawab : "Saya menjalankan wasiat saudara saya setiap dua hari sekali saya menyiram tanah kuburannya "
Suami : "Hah, pantes !"
إن كيد هن عظيم --- أحياء وأمواتا
Sungguh tipu daya mereka (para wanita ) begitu dahsyat baik masih hidup atau sudah mati.
Ada yang bisa mengkomentari hikmah kisah diatas? ^^
Silahkan baca kisah pendek yang menarik berikut ini.
![]() |
| Benar-benar Dahsyatt ^^ |
Suami : "Sampai tanah kuburanmu kering"
Istri : "Berjanjilah untuk ini"
Sambil senyum suaminya berkata : "Saya janji "
Setelah istrinya wafat ..
Sang suami selalu berziarah ke kubur istrinya setiap hari sepanjang tahun dan dilihatnya kuburan itu selalu basah tidak pernah kering
Pada suatu hari sang suami pergi berziarah ke kuburan istrinya pada waktu sore dan dia dapatkan saudara istrinya disitu.
Dia bertanya : "Apa yang kau lakukan disin?"
Saudara istrinya menjawab : "Saya menjalankan wasiat saudara saya setiap dua hari sekali saya menyiram tanah kuburannya "
Suami : "Hah, pantes !"
إن كيد هن عظيم --- أحياء وأمواتا
Sungguh tipu daya mereka (para wanita ) begitu dahsyat baik masih hidup atau sudah mati.
Ada yang bisa mengkomentari hikmah kisah diatas? ^^
sumber:
Fans page Fb Syababul Muslim
Patah Hati
Assalamualaikum sobat wajahcewek,
Sepertinya remaja jaman sekarang lebih mudah patah hati. Lihat saja status Fb atau semacamnya yang kebanyakan bermuram durja. ABG (Anak Baru Gedhe) yang sedang jatuh cinta kadang-kadang tidak bisa mengkontrol gejolak cintanya yang baru tumbuh. Akhinya mereka meluapkan emosi dengan spontan seperti menangis, bolos sekolah atau malah tindakan-tindakan yang membahayakan diri mereka sendiri.
Wajarlah kalau pikiran mereka masih labil. Tetapi bagi kita atau orang dewasa terdekat, harus bisa membimbing langkah mereka agari tidak salah jalan. Sebagai contoh adik saya adalah seorang mahasiswa magang sebagai guru BK (Bimbingan Konseling) di salah satu SMP. Kebetulan dia mendapati tempat magang dengan murid yang banyak sekali masalah. Suatu ketika dia mendapati siswinya yang kecewa berat karena habis diputus oleh pacarnya, dia menangis histeris sampai menggores urat nadi tangannya. Ckckck.. Sampai pihak sekolah memanggil ambulans dan membawanya ke Rumah Sakit. Itu hanya segelintir contoh yang dapat saya sebutkan, masih banyak berita ABG siswi yang bertingkah lebih ekstrim lagi. Ada yang memutuskan gantung diri, ada pula yang mencoba meminum cairan pembersih. Sungguh ironis memang, tugas mereka yang seharusnya masih belajar malah salah arah dan merugikan diri sendiri.
![]() |
| Jangan sampai kayak gini yachh.. |
Semua kejadian itu bermula dari patah hati. Kita boleh saja menyukai seseorang di dalam hati, tapi juga harus hati-hati. Jatuh cinta kepada seseorang kalau menurut syar'i itu tidak boleh diluapkan dengan pacaran. “Sebuah ungkapan jangan ‘beli kucing dalam karung’ nampaknya menjadi alasan klasik.” (PIA: 33) Dalam prasangka sebagian penghujat, “alasan inilah yang paling banyak diakui oleh teman remaja yang pacaran. … Padahal, kayaknya cuma akal bulus deh.” (JNC: 68) Akal bulus? Tidak bolehkah kita berikhtiar untuk lebih mengenal calon pasangan hidup?
“Bohoong! Bohong banget kalau orang yang pacaran itu makin mengenal satu sama lain. Kalaupun iya, paling juga kenal luarnya doang.” (KHP: 117) Mereka mendakwa, “pacaran adalah saat-saat paling munafik dalam kehidupan seseorang.” (PIA: 34) “Kita lihat kan, berapa banyak orang pacaran dengan dalih ‘mengenal’ sebelum menikah, toh saat menikah mereka juga malah pada berantem terus. Hihihi… abis gimana? … abis nikah kebuka semua sih, sifat aslinya.” (KHP: 117-118) Ya. Itu bisa saja terjadi. Namun, untuk adilnya, kita harus melihat juga, berapa banyak orang ‘pacaran islami’ dan kemudian setelah menikah menjadi sangat rukun (jarang berantem), karena sudah saling kenal sebelum menikah. Abis, pada waktu ‘pacaran islami’ itu, sudah kebuka semua sih, sifat aslinya yang mendasar (kendati sifat-sifat lain yang tidak fundamental belum terkuak).
“Standar mengenal juga nggak bisa dipastikan.” Maka, menurut sebagian penghujat, “yang menjadi masalah sebenarnya bukan seberapa lama mereka ‘mencoba mengenal’, namun seberapa siap seorang laki-laki dan perempuan untuk memahami dan bertanggung jawab dalam bingkai sebuah hubungan yang dihalalkan. Bukan begitu?” (KHP: 120-121) Bukan! Argumentasi tersebut tampak sesat-pikir lantaran ‘dilema yang keliru’. (Lihat JSP: 43.) Mengapa keliru, berikut ini penjelasan saya.
Bagi orang yang merasa belum siap nikah, pacaran itu bisa menciptakan rasa saling-kenal, sehingga ia menjadi merasa siap untuk meresmikan hubungan. Sementara itu, bila kita tanpa pacaran sudah bisa merasa siap untuk memikul tanggung jawab dalam pernikahan, itu antara lain karena ada rasa saling-kenal yang mendasarinya, meskipun sedikit. Rasa saling-kenal tambahan (yang tumbuh dari pacaran, misalnya) dapat membuat kita lebih merasa siap untuk menikah.
Rasa mengenal itu lebih kita butuhkan daripada pengetahuan tentang si dia. Jika kita tahu banyak, tetapi belum merasa cukup-mengenal, maka banyaknya pengetahuan itu kurang memberi kita dorongan. Tapi, jika kita merasa cukup-mengenal, maka itu sudah dapat mendorong kita untuk merasa siap untuk menikah, walau menurut ‘standar orang-orang’ pengetahuan kita tentang si dia tidak banyak. Karena itu, tidak jelasnya standar mengenal tidak menjadi masalah.
Bagaimana kalau dalam rangka mendorong pacar agar dia semakin merasa ‘siap’ kita gunakan rayuan? Kita pakai kata-kata manis seperti: ‘Bulan madu ke awan biru, akan kugendong rembulan, kukantongi bintang-bintang. Kalau tak percaya, belahlah dadaku.’?
“Bohoong! Bohong banget kalau orang yang pacaran itu makin mengenal satu sama lain. Kalaupun iya, paling juga kenal luarnya doang.” (KHP: 117) Mereka mendakwa, “pacaran adalah saat-saat paling munafik dalam kehidupan seseorang.” (PIA: 34) “Kita lihat kan, berapa banyak orang pacaran dengan dalih ‘mengenal’ sebelum menikah, toh saat menikah mereka juga malah pada berantem terus. Hihihi… abis gimana? … abis nikah kebuka semua sih, sifat aslinya.” (KHP: 117-118) Ya. Itu bisa saja terjadi. Namun, untuk adilnya, kita harus melihat juga, berapa banyak orang ‘pacaran islami’ dan kemudian setelah menikah menjadi sangat rukun (jarang berantem), karena sudah saling kenal sebelum menikah. Abis, pada waktu ‘pacaran islami’ itu, sudah kebuka semua sih, sifat aslinya yang mendasar (kendati sifat-sifat lain yang tidak fundamental belum terkuak).
“Standar mengenal juga nggak bisa dipastikan.” Maka, menurut sebagian penghujat, “yang menjadi masalah sebenarnya bukan seberapa lama mereka ‘mencoba mengenal’, namun seberapa siap seorang laki-laki dan perempuan untuk memahami dan bertanggung jawab dalam bingkai sebuah hubungan yang dihalalkan. Bukan begitu?” (KHP: 120-121) Bukan! Argumentasi tersebut tampak sesat-pikir lantaran ‘dilema yang keliru’. (Lihat JSP: 43.) Mengapa keliru, berikut ini penjelasan saya.
Bagi orang yang merasa belum siap nikah, pacaran itu bisa menciptakan rasa saling-kenal, sehingga ia menjadi merasa siap untuk meresmikan hubungan. Sementara itu, bila kita tanpa pacaran sudah bisa merasa siap untuk memikul tanggung jawab dalam pernikahan, itu antara lain karena ada rasa saling-kenal yang mendasarinya, meskipun sedikit. Rasa saling-kenal tambahan (yang tumbuh dari pacaran, misalnya) dapat membuat kita lebih merasa siap untuk menikah.
Rasa mengenal itu lebih kita butuhkan daripada pengetahuan tentang si dia. Jika kita tahu banyak, tetapi belum merasa cukup-mengenal, maka banyaknya pengetahuan itu kurang memberi kita dorongan. Tapi, jika kita merasa cukup-mengenal, maka itu sudah dapat mendorong kita untuk merasa siap untuk menikah, walau menurut ‘standar orang-orang’ pengetahuan kita tentang si dia tidak banyak. Karena itu, tidak jelasnya standar mengenal tidak menjadi masalah.
Bagaimana kalau dalam rangka mendorong pacar agar dia semakin merasa ‘siap’ kita gunakan rayuan? Kita pakai kata-kata manis seperti: ‘Bulan madu ke awan biru, akan kugendong rembulan, kukantongi bintang-bintang. Kalau tak percaya, belahlah dadaku.’?
Lantas, bagaimana sebaiknya sikap kita menghadapi begitu banyaknya penyimpangan di dunia pacaran? Kita dapat belajar dari sebuah hadits shahih bahwa “Ilmu [agama] ini diemban dalam setiap generasi belakangan oleh orang-orang adil yang menyingkirkan penyimpangan orang-orang yang berlebihan, pemalsuan orang-orang yang suka berbuat bathil, dan pentakwilan orang-orang bodoh.” (HR al-Baihaqi)
Dalam belajar ini, kita dapat mencontoh sebuah model solusi yang telah dijalankan oleh Hamka. Melihat banyaknya penyimpangan yang serius di dunia ‘tasauf’ yang menjurus syirik, yang dosanya mungkin jauh lebih besar daripada dosa zina yang terdapat pada ‘pacaran pada umumnya’, ulama kita ini tidak serta-merta mengharamkan segala bentuk ‘tasauf’. Dengan mengetengahkan konsep ‘Tasauf Modern’, Hamka bertekad, “Kita tegakkan kembali maksud semula dari tasauf.” (TM: 17)
Oleh sebab-sebab itu, strategi yang kita pilih adalah islamisasi, meluruskan aneka penyimpangan, mengambil yang haq dan menyingkirkan yang bathil (tidak mencampur-adukkan antara keduanya), merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Langkah islamisasi seperti ini dapat dibenarkan oleh syari’at. Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh telah aku tinggalkan bagi kalian dua pegangan, sehingga kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah [Al-Qur’an] dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR Malik dan Hakim)
Dalam belajar ini, kita dapat mencontoh sebuah model solusi yang telah dijalankan oleh Hamka. Melihat banyaknya penyimpangan yang serius di dunia ‘tasauf’ yang menjurus syirik, yang dosanya mungkin jauh lebih besar daripada dosa zina yang terdapat pada ‘pacaran pada umumnya’, ulama kita ini tidak serta-merta mengharamkan segala bentuk ‘tasauf’. Dengan mengetengahkan konsep ‘Tasauf Modern’, Hamka bertekad, “Kita tegakkan kembali maksud semula dari tasauf.” (TM: 17)
Oleh sebab-sebab itu, strategi yang kita pilih adalah islamisasi, meluruskan aneka penyimpangan, mengambil yang haq dan menyingkirkan yang bathil (tidak mencampur-adukkan antara keduanya), merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Langkah islamisasi seperti ini dapat dibenarkan oleh syari’at. Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh telah aku tinggalkan bagi kalian dua pegangan, sehingga kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah [Al-Qur’an] dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR Malik dan Hakim)
So sobat wajahcewek, bekali orang-orang terdekat kita dengan ajaran agama. Jangan sampai pikiran mereka terkontaminasi dengan lingkungan sekitar, lingkungan dumay dan tayangan tv yang tidak bermanfaat. Marilah kita pelajari pedoman hidup kita Al-Qur'an dengan semampu kita. Niscaya akan ada manfaat yang kita peroleh di dunia maupun akhirat.
NB*
Singkatan KHP, PIA JNC dan PCKI lihat buku :
- Robi’ah Al-Adawiyah, Kenapa Harus Pacaran?! (DAR! Mizan)
- Abu Al-Ghifari, Pacaran yang Islami Adakah? (Mujahid Press)
- Oleh Solihin dan Iwan Januar, Jangan Nodai Cinta (Gema Insani Press)
- Abdurrahman Al-Mukaffi, Pacaran dalam Kacamata Islam (Media Da’wah)
Sumber:
Keep Calm Girls He's Married
Assalamualaikum sobat wajahcewek,
Beberapa bulan yang lalu saya menulis sebuah posting tentang Bule Ganteng yang Hafal Al-Qur'an. Pria keturunan Jerman itu, tepat pada hari ini 15 Agustus 2013 telah melangsungkan pernikahannya. Mengapa saya posting tentang Fatih Seferagic? Karena dia adalah contoh pemuda Islam yang patut dicontoh remaja muslim lainnya dalam hal keahliannya menghafal Al-Qur'an dan berani menikah muda (secara umurnya baru 18).
Dikalangan pengguna facebook dia merupakan seorang muslim yang paling terkenal dan menjadi idola dari kalangan remaja muslim sampai orang tua di negara-negara mayoritas muslim. Hal itu bisa terlihat dihalaman fans-pagenya di facebook yang mencapai ratusan ribu mengelu-elukan ketampanan dan suaranya saat melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Belakangan saya tahu nama istrinya dari akun twitter adalah Safiyya Kara (@SafiyyaKara). Fans Fati pasti banyak sekali yang sedih sekaligus bahagia mendengar berita ini (terutama kaum hawa^^). Saya doakan semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah, mawadah & warohmah..
Congrats Fatih...
Dikalangan pengguna facebook dia merupakan seorang muslim yang paling terkenal dan menjadi idola dari kalangan remaja muslim sampai orang tua di negara-negara mayoritas muslim. Hal itu bisa terlihat dihalaman fans-pagenya di facebook yang mencapai ratusan ribu mengelu-elukan ketampanan dan suaranya saat melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an. Belakangan saya tahu nama istrinya dari akun twitter adalah Safiyya Kara (@SafiyyaKara). Fans Fati pasti banyak sekali yang sedih sekaligus bahagia mendengar berita ini (terutama kaum hawa^^). Saya doakan semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah, mawadah & warohmah..
Congrats Fatih...
![]() |
| Duh salah tulis lagi Seferagic not "Se |
Sumber:
Gambar dari Fb & twitter Fatih Seferagic >> https://twitter.com/FatihSeferagic
https://www.facebook.com/fatihseferagic/photos_stream
Jika Allah Itu Maha Baik, Mengapa Membuat Neraka?
![]() |
| Hijab itu perintah Allah ukhti.. |
Didaerah tersebut memberlakukan peraturan bagi pekerja di tempat umum seperti pasar, toko-toko perniagaan dan lain-lain bagi wanitanya diharuskan mengenakan jilbab dan menutup aurat dengan benar.
Kerap kali pemerintah mengadakan pemeriksaan secara mendadak ditoko-toko dan pasar, bagi yang melanggar maka dikenakan denda.
Selain kena denda mereka yang melanggar aturan diberi nasehat dari sang ustadz yang bekerjasama dengan pemerintahan.
Suatu hari, seorang gadis tertangkap yang bekerja disebuah toko karena tidak menutup auratnya. Maka diapun kena denda.
Setelah dia membayar denda, ustadz ini pun menasehati, "setelah ini, saya harap saudari bisa insyaf dan mentaati peraturan.
Peraturan ini bukan semata dari aturan pemerintah melainkan menutup aurat juga perintah Allah Subhanahuwata'aala
Ringkasnya kalau kita mentaati perintahNya maka akan selamat dan berbalas surga. Sebaliknya jika durhaka maka akan celaka dan balasan neraka."
Gadis tersebut yang awalnya mendiamkan diri, tiba-tiba membentak ustadz "kalau Tuhan itu betul-betul baik, kenapa bikin neraka? Kenapa tidak sediakan surga saja? Seperti itukah Tuhan penyayang?", mungkin dari tadi gadis itu sudah panas telinganya dinasehati oleh ustadz terlebih habis terkena denda.
Ustadz itu tertunduk dan berfikr "bahaya anak ini kalau didiamkan akan rusak akhlaknya."
Setelah habis gadis itu mengomel, ustadz pun menjawab "saudariku, kalau Tuhan tidak bikin neraka, saya tidak akan jadi ustadz. Berapa gaji seorang ustadz? Lebih baik saya jadi bandar judi yg gampang dapat uang, hidup senang, lepas matipun tak risau sebab dijamin masuk surga.
Mungkin kau juga bisa saya culik dan dijual jadi pelacur. Kalau mau lari, saya bunuh saja. Tak apa, sebab neraka tak ada. Nanti kita jumpa lagi disurga. Kan Tuhan itu baik.
Gadis itu terkejut mendengar jawaban ustadz, bicara macam apa itu ??
Saudariku, perkara tadi akan terjadi seandainya surga saja yang tersedia. Orang jahat, orang baik semua masuk surga. Maka, apa gunanya berbuat baik? Orang jahat lagi gampang, manusia tak lagi diuji sebab semua orang akan lulus, percuma.
Pembunuh akan berjumpa lagi dengan yang dibunuh didalam surga, perampok berjumpa lagi dengan yang dirampok didalam surga. Tak ada yang menerima hukuman.
Adakah Tuhan yg seperti ini yg kamu mau? Kamu rasa adilkah? Tanya ustadz.
"Mana adil seperti itu. Orang jahat gak akan lepas begitu saja." Rungut si gadis.
Ustadz tersenyum "jika Tuhan tidak adil, bolehkah dianggap baik? "
Saudariku, saya kasih nasehat karena saya sayang sesama umat islam. Allah itu maha penyayang tapi Dia juga maha adil karena itu Neraka perlu terwujud untuk menghukum hamba-hamba Nya yang durhaka, yang menzalimi diri sendiri dan orang lain.
Kita sedang diuji didunia ini. Jasad kita bahkan segala-galanya milik Allah. Maka bukan hak kita untuk berbuat sesukanya. Apa yg dipinjamkan olehNya pasti akan diambil kembali olehNya.
Sumber:
Jadilah Muslimah 3C!
Assalamualaikum sobat wajahcewek,
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan hari ini. Btw lama juga saya gak posting tentang akhwat. Bagi kalian muslimah boleh juga menerapkan konsep Muslimah 3C.
Apa sih Muslimah 3C itu? dan Kenapa harus 3C?
Muslimah 3C adalah sesuatu yang dapat dirasakan seripan-seripan kerenyahannya, bermuara pada satu rasa dan perasaan tentang perempuan muslim. Muslimah 3C adalah sebuat tempat persinggahan, himpunan tiap bait-bait yang tertata rapi namun tak ada dusta, tidak banyak rahasia, namun simpan sejuta makna. Dan apa sih 3C itu sendiri?
3C itu itu terdiri dari 3 sifat yang harus di miliki oleh seorang perempuan muslim agar bisa menjadi muslimah yang amazing dimata ALLAH SWT dan orang-orang disekitarnya.
Untuk tau lebih lanjut, mari kita bahas bersama-sama ..
Muslimah yang cerdas adalah dia cerdas dalam mengambil keputusan di dalam hidupnya yang selalu ia sandarkan pada halal dan haram. Dia menutup auratnya secara kaffah mengenakkan jilbab, menundukkan pandangannya, bahkan dia memberikan lebel pada dirinya “anti pacaran”, dialah muslimah cerdas yang mengambil islam secara kaffah.
C kedua, Cantik. Berbicara tentang kecantikan, cantik itu ralatif tergantung dari sudut pandang orang yang bersangkutan, namun disini yang dimaksud muslimah cantik adalah muslimah yang menghiasi dirinya dengan kepribadian Islam. Rasulullah bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang sholehah” (HR. Muslim).
Kecantikan yang berasal dari kepribadiannya, menjaga kehormatannya sebagai istri, anak dan perempuan muslim, berakhlak baik cermin atas segala ketaatan dan ketundukkan pada syariat Islam.
C ketiga, Ceria. Muslimah yang ceria adalah muslimah yang senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh ALLAH SWT. Wajahnya selalu dihiasi senyum manis meski ia merasakan sakit dan derita. Karena ia sadar bahwa itu adalah sesuatu yang mampu membuat hidupnya berwarna dan mendewasakannya. Hingga ia menikmati itu semua dan bersyukur karena ia sadari ia punya ALLAH.
Muslimah 3C menjadi lebih istimewa ketika ia mengaplikasikan hal itu dalam setiap aktivitas kehidupannya. Maukah ukhti?
Untuk tau lebih lanjut, mari kita bahas bersama-sama ..
![]() |
| Muslimah 3C ^^ |
Muslimah 3C :
C pertama, Cerdas. Muslimah yang cerdas adalah muslimah yang mengambil Islam sebagai jalan hidupnya. Menjadikan ALLAH, Rasulullah, dan dakwah sebagai cinta tertingginya. Karena baginya dunia hanyalah tempat persinggahan dan melenakan, sementara, dan terbatas. “Kehidupan sunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan (ghururr)” (TQS. Ali Imran : 185).Muslimah yang cerdas adalah dia cerdas dalam mengambil keputusan di dalam hidupnya yang selalu ia sandarkan pada halal dan haram. Dia menutup auratnya secara kaffah mengenakkan jilbab, menundukkan pandangannya, bahkan dia memberikan lebel pada dirinya “anti pacaran”, dialah muslimah cerdas yang mengambil islam secara kaffah.
C kedua, Cantik. Berbicara tentang kecantikan, cantik itu ralatif tergantung dari sudut pandang orang yang bersangkutan, namun disini yang dimaksud muslimah cantik adalah muslimah yang menghiasi dirinya dengan kepribadian Islam. Rasulullah bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang sholehah” (HR. Muslim).
Kecantikan yang berasal dari kepribadiannya, menjaga kehormatannya sebagai istri, anak dan perempuan muslim, berakhlak baik cermin atas segala ketaatan dan ketundukkan pada syariat Islam.
C ketiga, Ceria. Muslimah yang ceria adalah muslimah yang senantiasa bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh ALLAH SWT. Wajahnya selalu dihiasi senyum manis meski ia merasakan sakit dan derita. Karena ia sadar bahwa itu adalah sesuatu yang mampu membuat hidupnya berwarna dan mendewasakannya. Hingga ia menikmati itu semua dan bersyukur karena ia sadari ia punya ALLAH.
Muslimah 3C menjadi lebih istimewa ketika ia mengaplikasikan hal itu dalam setiap aktivitas kehidupannya. Maukah ukhti?
Sumber:
Siswi SMA Dikeluarkan Akibat Melecehkan Sholat
Jaman semakin edan, kelakuan orang-orang saat ini sudah banyak yang menyimpang dari kaidah-kaidah agama. Seperti yang terjadi pada sejumlah siswi SMA berikut ini, mereka melecehkan agama mereka sendiri atas dalih hiburan belaka.
Video Pelecehan Shalat SMA 2 Tolitoli
Kepala SMA Negeri 2 Toli-toli, Mualimin geram dengan aksi yang dipertontonkan siswinya dengan memperagakan salat diiringi lagu Maroon 5. Ia langsung menggelar rapat luar biasa dengan mengumpulkan para guru.
Dengan mufakat, lima Siswi Pelaku Video Pelecehan Shalat SMA 2 Tolitoli di hukum dengan dinyatakan dikeluarkan dari sekolah. Pemberhentiannya diumumkan dan langsung diupacarakan. inilah hukuman bagi Siswi Pelaku Video Pelecehan Shalat SMA 2 Tolitoli
Sebelumnya telah beredar VIDEO: Pelecehan Shalat Oleh Siswi SMA Negeri 2 Tolitoli di Youtube, "Sehari setelah saya melihat rekaman video tersebut tepatnya tanggal 1 April, langsung saya perintahkan wakil kepala sekolah untuk mengupacarakan pemberhentian kelimanya dari sekolah," kata Mualimin seperti yang dilansir Radar Sulteng (Jawa Pos Group), Sabtu (20/4).
Meskipun telah memutuskan dikeluarkan di sekolah, namun Mualimin mengatakan bahwa kelima mantan siswinya dikenal berkelakukan baik di sekolah maupun di lingkungan luar sekolah. Kata dia, kelima siswi ini memang merupakan satu geng atau satu komunitas yang sering melakukan kegiatan bersama.
“Mungkin secara iseng-iseng saat ada waktu luang atau saat pulang sekolah, mereka melakukan hal yang tidak terpuji itu,” pungkas Mualimin
Menurut para pembaca, Apa Hukuman Yang Pantas Buat Siswi Pelaku Video Pelecehan Shalat SMA 2 Tolitoli ini? Saya kira dengan melihat umur, mereka bisa dikatakan masih terlalu labil. saya harap orangtuanya bisa memperbaiki mental mereka yang mungkin saat ini sedang Terguncang atas ulah mereka sendiri, dan harus ada pembinaan supaya mereka tidak mengulangi perbuatanya yang sangat tidak terpuji dan melukai perasaan seluruh umat Muslim ini, yang penting mereka jera, dan meminta maaf bagi kepada semua orang-orang yang telah di lukai, dan yang paling utama adalah memohon Ampun kepada Allah SWT. semoga dosa-dosanya di ampuni.
![]() |
| Astagfirullah haladziim... |
Sebelumnya telah beredar VIDEO: Pelecehan Shalat Oleh Siswi SMA Negeri 2 Tolitoli di Youtube, "Sehari setelah saya melihat rekaman video tersebut tepatnya tanggal 1 April, langsung saya perintahkan wakil kepala sekolah untuk mengupacarakan pemberhentian kelimanya dari sekolah," kata Mualimin seperti yang dilansir Radar Sulteng (Jawa Pos Group), Sabtu (20/4).
Meskipun telah memutuskan dikeluarkan di sekolah, namun Mualimin mengatakan bahwa kelima mantan siswinya dikenal berkelakukan baik di sekolah maupun di lingkungan luar sekolah. Kata dia, kelima siswi ini memang merupakan satu geng atau satu komunitas yang sering melakukan kegiatan bersama.
“Mungkin secara iseng-iseng saat ada waktu luang atau saat pulang sekolah, mereka melakukan hal yang tidak terpuji itu,” pungkas Mualimin
Menurut para pembaca, Apa Hukuman Yang Pantas Buat Siswi Pelaku Video Pelecehan Shalat SMA 2 Tolitoli ini? Saya kira dengan melihat umur, mereka bisa dikatakan masih terlalu labil. saya harap orangtuanya bisa memperbaiki mental mereka yang mungkin saat ini sedang Terguncang atas ulah mereka sendiri, dan harus ada pembinaan supaya mereka tidak mengulangi perbuatanya yang sangat tidak terpuji dan melukai perasaan seluruh umat Muslim ini, yang penting mereka jera, dan meminta maaf bagi kepada semua orang-orang yang telah di lukai, dan yang paling utama adalah memohon Ampun kepada Allah SWT. semoga dosa-dosanya di ampuni.
Berikut Videonya, boleh dilihat tapi jangan ditiru:
Sumber: http://kodokoala.blogspot.com/2013/04/siswi-pelaku-video-pelecehan-shalat-sma.html#ixzz2RUUaeRyh
Kisah Pengatin Wanita Yang Mendahulukan Perintah Allah
![]() |
| Dahulukan agama daripada make-up |
BismillahirrRahmanirRahim,
Kisah nyata yang diceritakan oleh Shaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Arab Saudi.
Kisah nyata yang diceritakan oleh Shaikh Abdul Muhsin Al Ahmad ini terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Arab Saudi.
“Setelah melaksanakan shalat Maghrib dia berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Lalu dia mendengar azan Isya, dan dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya : “Bu, saya mau berwudhu dan shalat Isya.”
Ibunya terkejut : “Apa kamu sudah gila? Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
Lalu ibunya menambahkan : “Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu”
Anaknya menjawab : “Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, ibu harus tahu “bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta”!!
Ibunya berkata : “ Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang mu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up?? Kamu tidak akan terlihat cantik dimata mereka! dan mereka akan mengolok-olok dirimu !
Anak nya berkata dengan tersenyum : “Apakah ibu takut karena saya tidak akan terrlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dimata-Nya”.
Lalu dia berwudhu, dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa masalah dengan perkara itu.
Dan dia memulai shalatnya. Dan pada saat dia bersujud, dia tidak menyadari bahwa itu adalah sujud terakhirnya.
Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan Pencipta-Nya. Ya, ia wafat dalam keadaan bersujud. Betapa pengakhiran yang luar biasa bagi seorang muslimah yang teguh untuk mematuhi Pemeliharanya!
Banyak orang tersentuh mendengarkan kisah ini. Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai perkara pertama dalam hidupnya. Semoga kita bisa mencontoh agar senantiasa mendahulukan Sholat dari pada urusan lain. Subhanallah…
Sumber:
http://ummualiyazzarkashi.blogspot.com/2012/10/kisah-nyata-seorang-wanita-dimalam_28.html
Kisah Delisa dan Mimpi-mimpinya
![]() |
| Delisa |
DENGAN bantuan tongkat gadis itu berdiri di tengah panggung. Kedua bola matanya terlihat berair. Dari mulutnya cerita demi cerita tentang peristiwa tsunami delapan tahun silam mengalir. Sesekali ia terlihat berhenti bercerita. Kadang suaranya terdengar terputus-putus, terutama saat menyebut ibunya.
Gadis itu adalah Delisa Fitri Rahmadani, ia biasa dipanggil Delisa. Salah satu korban tsunami yang kakinya telah diamputasi. Gadis yang memakai baju putih dan rok berwarna coklat tersebut lahir di Ulee Lheue Banda Aceh, 15 Desember 1997 silam.
Di acara refleksi delapan tahun tsunami Aceh yang digelar di Museum Tsunami Aceh siang tadi (Desember 2012), Delisa menjadi pusat perhatian. Banyak yang meminta tanda tangan padanya, ada juga yang minta foto bersama. Sebelumnya Delisa tampil di hadapan seluruh pengunjung untuk berbagi kisahnya hingga selamat saat tsunami. Sampai-sampai kisahnya di-filimkan yang sudah berkali-kali kita lihat di televisi berjudul "Hafalan Shalat Delisa"
Saat itu katanya ia masih berusia 8 tahun lebih 15 hari. Ia masih duduk di kelas 2 MIN Ulee Lheue Banda Aceh. Saat musibah tersebut ia kehilangan ibunya Salamah, dan juga ketiga saudara kandungnya. Ia juga kehilangan anggota tubuhnya, yaitu kaki sebelah kanannya yang harus diamputasi.
“Waktu itu kaki saya sudah membusuk. Telapak kaki sudah terkikis dan nampak tulangnya. Selama tiga hari setelah tsunami kaki saya hanya diberi betadine saja. Perihpun sangat luar biasa, melihat kondisi saya yang speerti itu, salah satu relawan mengatakan bahwa ada dokter dari Australia di Rumah Sakit Fakinah. Relawan itu juga bilang kamu harus terima apapun nanti hasilnya, saya pun siap dioperasi pada hari kelima," ujarnya di atas panggung.
Kini Delisa menjalani hari-harinya dengan bantuan tongkat dan kaki palsu. Ia tinggal bersama ayahnya Bakhtiar, dan seorang abangnya yang selamat. Ia kini sekolah di SMK 5 Telkom Banda Aceh dan masih kelas satu.
Delisa adalah remaja yang penuh semangat dan energik, saat masih SMP ia juga pernah mendapat juara umum. Gadis itu juga pandai memainkan alat musik keyboard.
“Saya berterima kasih kepada Allah yang telah mengambil kaki saya, di luar sana banyak Delisa-Delisa lain yang mungkin lebih dari saya," ujarnya.
Kelak Delisa ingin menjadi pemain musik dan pengarang buku. Ia juga ingin membuat komunitas untuk anak-anak cacat.
Gadis itu adalah Delisa Fitri Rahmadani, ia biasa dipanggil Delisa. Salah satu korban tsunami yang kakinya telah diamputasi. Gadis yang memakai baju putih dan rok berwarna coklat tersebut lahir di Ulee Lheue Banda Aceh, 15 Desember 1997 silam.
Di acara refleksi delapan tahun tsunami Aceh yang digelar di Museum Tsunami Aceh siang tadi (Desember 2012), Delisa menjadi pusat perhatian. Banyak yang meminta tanda tangan padanya, ada juga yang minta foto bersama. Sebelumnya Delisa tampil di hadapan seluruh pengunjung untuk berbagi kisahnya hingga selamat saat tsunami. Sampai-sampai kisahnya di-filimkan yang sudah berkali-kali kita lihat di televisi berjudul "Hafalan Shalat Delisa"
Saat itu katanya ia masih berusia 8 tahun lebih 15 hari. Ia masih duduk di kelas 2 MIN Ulee Lheue Banda Aceh. Saat musibah tersebut ia kehilangan ibunya Salamah, dan juga ketiga saudara kandungnya. Ia juga kehilangan anggota tubuhnya, yaitu kaki sebelah kanannya yang harus diamputasi.
“Waktu itu kaki saya sudah membusuk. Telapak kaki sudah terkikis dan nampak tulangnya. Selama tiga hari setelah tsunami kaki saya hanya diberi betadine saja. Perihpun sangat luar biasa, melihat kondisi saya yang speerti itu, salah satu relawan mengatakan bahwa ada dokter dari Australia di Rumah Sakit Fakinah. Relawan itu juga bilang kamu harus terima apapun nanti hasilnya, saya pun siap dioperasi pada hari kelima," ujarnya di atas panggung.
Kini Delisa menjalani hari-harinya dengan bantuan tongkat dan kaki palsu. Ia tinggal bersama ayahnya Bakhtiar, dan seorang abangnya yang selamat. Ia kini sekolah di SMK 5 Telkom Banda Aceh dan masih kelas satu.
Delisa adalah remaja yang penuh semangat dan energik, saat masih SMP ia juga pernah mendapat juara umum. Gadis itu juga pandai memainkan alat musik keyboard.
“Saya berterima kasih kepada Allah yang telah mengambil kaki saya, di luar sana banyak Delisa-Delisa lain yang mungkin lebih dari saya," ujarnya.
Kelak Delisa ingin menjadi pemain musik dan pengarang buku. Ia juga ingin membuat komunitas untuk anak-anak cacat.
Sumber:
http://atjehpost.com/read/2012/12/26/32970/48/6/Kisah-Delisa-dan-Mimpi-mimpinya
Jessica Masuk Islam Gara-gara Hari Hijab Sedunia
![]() |
| Jessica Rhodes |
Muslimahzone.com LONDON – Pengalaman memakai hijab saat Hari Hijab Sedunia telah menarik seorang gadis Inggris untuk lebih mempelajari tentang Islam dan tak lama kemudian ia memeluk Islam.
Jessica Rhodes (21) mengatakan kepada Muslim Mirror bahwa ia berpartisipasi dalam Hari Hijab Sedunia dengan memakai kerudung selama sebulan.
“Saya ambil bagian dalam Hari Hijab Sedunia pertama dan menantang diri saya sendiri untuk memakai hijab selama sebulan,” katanya, seperti dilansir Onislam.
“Kemudian Saya mulai membaca Al-Quran dan kalimat-kalimat di dalam Al-Quran terlihat tampak logis dan jelas, daripada dalam Bible di mana mereka cenderung banyak omong kosong,” tambahnya.
Gadis yang berasal dari Norwegia tersebut adalah satu di antara sejumlah non-Muslim di seluruh dunia yang turut mengenakan pakaian Muslimah dalam acara Hari Hijab Sedunia pada 1 Februari lalu.
Acara tersebut bermaksud untuk memperkenalkan jilbab kepada dunia, bahwa pakaian Muslimah itu bukanlah simbol penindasan tetapi justru untuk menjaga kehormatan.
Setelah pengalaman memakai kerudung itu, Rhodes mulai membaca lebih banyak tentang Islam untuk lebih memahami agama yang lurus ini.
“Saya juga melakukan beberapa pengamatan tentang Islam secara keseluruhan dan merasakan bahwa ini (Islam) adalah sebuah agama yang inklusif yang bisa memberikan saya jawaban-jawaban yang Saya cari-cari,” katanya.
Saat memutuskan memeluk Islam, Rhodes menghadapi berbagai reaksi dari orang-orang terdekatnya. Orangtuanya tidak suka, meskipun menerimanya.
“Orangtua saya tidak senang tetapai mereka menerima keputusan saya. Ipar-ipar saya telah sangat mendukung,” kata Rhodes.
Sebagian kawan-kawan Rhodes senang atas keputusannya menjadi Muslimah, sebagian lainnya mencoba mendebatnya sementara sebagian lainnya menjauhi Rhodes, hal yang hampir semua muallaf mengalaminya.
Muallaf di Inggris terus meningkat. Menurut studi terbaru, di Inggris selama 6 tahun terakhir, jumlah umat Islam telah berkembang sebesar 37% dan jumlah masjid sudah mencapai hampir 1.500, termasuk banyaknya mushola. Berdasarkan data dari British Institute of Gatston, rata-rata, ratusan warga Inggris masuk Islam setiap bulannya, demikian Al Jazeera melaporkan.
Jumlah muallaf sangat mencolok di penjara dan di sekolah-sekolah. Al-Jazeera menemukan bahwa diantara sejumlah muallaf terdapat begitu banyak remaja, termasuk mereka yang berasal dari Brazil, Luksemburg, dan Swedia.
Menurut laporan, setiap tahun sekitar 5000 orang Inggris masuk Islam. Subhanallah.
Jessica Rhodes (21) mengatakan kepada Muslim Mirror bahwa ia berpartisipasi dalam Hari Hijab Sedunia dengan memakai kerudung selama sebulan.
“Saya ambil bagian dalam Hari Hijab Sedunia pertama dan menantang diri saya sendiri untuk memakai hijab selama sebulan,” katanya, seperti dilansir Onislam.
“Kemudian Saya mulai membaca Al-Quran dan kalimat-kalimat di dalam Al-Quran terlihat tampak logis dan jelas, daripada dalam Bible di mana mereka cenderung banyak omong kosong,” tambahnya.
Gadis yang berasal dari Norwegia tersebut adalah satu di antara sejumlah non-Muslim di seluruh dunia yang turut mengenakan pakaian Muslimah dalam acara Hari Hijab Sedunia pada 1 Februari lalu.
Acara tersebut bermaksud untuk memperkenalkan jilbab kepada dunia, bahwa pakaian Muslimah itu bukanlah simbol penindasan tetapi justru untuk menjaga kehormatan.
Setelah pengalaman memakai kerudung itu, Rhodes mulai membaca lebih banyak tentang Islam untuk lebih memahami agama yang lurus ini.
“Saya juga melakukan beberapa pengamatan tentang Islam secara keseluruhan dan merasakan bahwa ini (Islam) adalah sebuah agama yang inklusif yang bisa memberikan saya jawaban-jawaban yang Saya cari-cari,” katanya.
Saat memutuskan memeluk Islam, Rhodes menghadapi berbagai reaksi dari orang-orang terdekatnya. Orangtuanya tidak suka, meskipun menerimanya.
“Orangtua saya tidak senang tetapai mereka menerima keputusan saya. Ipar-ipar saya telah sangat mendukung,” kata Rhodes.
Sebagian kawan-kawan Rhodes senang atas keputusannya menjadi Muslimah, sebagian lainnya mencoba mendebatnya sementara sebagian lainnya menjauhi Rhodes, hal yang hampir semua muallaf mengalaminya.
Muallaf di Inggris terus meningkat. Menurut studi terbaru, di Inggris selama 6 tahun terakhir, jumlah umat Islam telah berkembang sebesar 37% dan jumlah masjid sudah mencapai hampir 1.500, termasuk banyaknya mushola. Berdasarkan data dari British Institute of Gatston, rata-rata, ratusan warga Inggris masuk Islam setiap bulannya, demikian Al Jazeera melaporkan.
Jumlah muallaf sangat mencolok di penjara dan di sekolah-sekolah. Al-Jazeera menemukan bahwa diantara sejumlah muallaf terdapat begitu banyak remaja, termasuk mereka yang berasal dari Brazil, Luksemburg, dan Swedia.
Menurut laporan, setiap tahun sekitar 5000 orang Inggris masuk Islam. Subhanallah.
Sumber:
http://muslimahzone.com/hari-hijab-sedunia-membawa-seorang-gadis-inggris-memeluk-islam/
Sepuluh Alasan Untuk Tidak Memakai Jilbab
![]() |
| ..cantik dengan perintah Allah.. |
ALASAN I :
Saya belum benar-benar yakin akan fungsi/kegunaan jilbab
Kami kemudian menanyakan dua pertanyaan kepada saudari ini; Pertama, apakah ia benar-benar percaya dan mengakui kebenaran agama Islam? Dengan alami ia berkata, Ya, sambil kemudian mengucap Laa Ilaa ha Illallah! Yang menunjukkan ia taat pada aqidahnya dan Muhammadan rasullullah! Yang menyatakan ia taat pada syariahnya. Dengan begitu ia yakin akan Islam beserta seluruh hukumnya. Kedua, kami menanyakan; Bukankah memakai jilbab termasuk hukum dalam Islam? Apabila saudari ini jujur dan tulus dalam ke-Islamannya, ia akan berkata; Ya, itu adalah sebagian dari hukum Islam yang tertera di Al-Quran suci dan merupakan sunnah Rasulullah SAW yang suci. Jadi kesimpulannya disini, apabila saudari ini percaya akan Islam dan meyakininya, mengapa ia tidak melaksanakan hukum dan perintahnya?ALASAN II :
Saya yakin akan pentingnya jilbab namun Ibu saya melarangnya, dan apabila saya melanggar ibu, saya akan masuk neraka.
Yang telah menjawab hal ini adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla termulia, Rasulullah SAW dalam nasihatnya yang sangat bijaksana; “Tiada kepatuhan kepada suatu ciptaan diatas kepatuhan kepada Allah SWT.” (Ahmad) Sesungguhnya, status orangtua dalam Islam, menempati posisi yang sangat tinggi dan terhormat. Dalam sebuah ayat disebutkan; “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan- Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang Ibu Bapak .. . “ (QS. An-Nisa:36). Kepatuhan terhadap orangtua tidak terbatas kecuali dalam satu aspek, yaitu apabila berkaitan dengan kepatuhan kepada Allah SWT. Allah berfirman; “ dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya…(QS. Luqman : 15)
Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.
Berbuat tidak patuh terhadap orangtua dalam menjalani perintah Allah SWT tidak menyebabkan kita dapat berbuat seenaknya terhadap mereka. Kita tetap harus hormat dan menyayangi mereka sepenuhnya. Allah berfirman di ayat yang sama; “dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. Kesimpulannya, bagaimana mungkin kamu mematuhi ibumu namun melanggar Allah SWT yang menciptakan kamu dan ibumu.
ALASAN III :
Posisi dan lingkungan saya tidak membolehkan saya memakai jilbab.
Saudari ini mungkin satu diantara dua tipe: dia tulus dan jujur, atau sebaliknya, ia seorang penipu yang mengatasnamakan lingkungan pekerjaannya untuk tidak memakai jilbab. Kita akan memulai dengan menjawab tipe dia adalah wanita yang tulus dan jujur. “Apakah anda tidak tidak menyadari saudariku tersayang, bahwa wanita muslim tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah tanpa menutupi auratnya dengan hijab dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mengetahuinya? Apabila engkau, saudariku, menghabiskan banyak waktu dan tenagamu untuk melakukan dan mempelajari berbagai macam hal di dunia ini, bagaimana mungkin engkau dapat sedemikian cerobohnya untuk tidak mempelajari hal-hal yang akan menyelamatkanmu dari kemarahan Allah dan kematianmu?” Bukankah Allah SWT telah berfirman; “maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (QS An-Nahl : 43). Belajarlah untuk mengetahui hikmah menutup auratmu. Apabila kau harus keluar rumahmu, tutupilah auratmu dengan jilbab, carilah kesenangan Allah SWT daripada kesenangan syetan. Karena kejahatan dapat berawal dari pemandangan yang memabukkan dari seorang wanita.
Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. .”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13) .Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.
Saudariku tersayang, apabila kau benar-benar jujur dan tulus dalam menjalani sesuatu dan berusaha, kau akan menemukan ribuan tangan kebaikan siap membantumu, dan Allah SWT akan membuat segala permasalahan mudah untukmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman; “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. .”(QS. AtTalaq :2-3). Kedudukan dan kehormatan adalah sesuatu yang ditentukan oleh Allah SWT. Dan tidak bergantung pada kemewahan pakaian yang kita kenakan, warna yang mencolok, dan mengikuti trend yang sedang berlaku. Kehormatan dan kedudukan lebih kepada bersikap patuh pada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, dan bergantung pada hukum Allah SWT yang murni. Dengarkanlah kalimat Allah; “sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa diantara kamu..”(QS. Al-Hujurat:13) .Kesimpulannya, lakukanlah sesuatu dengan mencari kesenangan dan keridhoan Allah SWT, dan berikan harga yang sedikit pada benda-benda mahal yang dapat menjerumuskanmu.
ALASAN IV :
Udara di daerah saya amatlah panas dan saya tidak dapat menahannya. Bagaimana mungkin saya dapat mengatasinya apalagi jika saya memakai jilbab.
Allah SWT memberikan perumpamaan dengan mengatakan; “api neraka jahannam itu lebih lebih sangat panas(nya) jikalau mereka mengetahui..”(QS At-Taubah : 81)Bagaimana mungkin kamu dapat membandingkan panas di daerahmu dengan panas di neraka jahannam? Sesungguhnya saudariku, syetan telah mencoba membuat talli besar untuk menarikmud ari panasnya bumi ini kedalam panasnya suasana neraka. Bebaskan dirimu dari jeratannya dan cobalah untuk melihat panasnya matahari sebagai anugerah, bukan kesengsaraan. Apalagi mengingat bahwa intensitas hukuman dari Allah SWT akan jauh lebih berat dari apa yang kau rasakan sekarang di dunia fana ini. Kembalilah pada hukum Allah SWT dan berlindunglah dari hukuman-Nya, sebagaimana tercantum dalam ayat; “mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, selain air yang mendidih dan nanah”(QS. AN-NABA 78:24-25). Kesimpulannya, surga yang Allah SWT janjikan, penuh dengan cobaan dan ujian. Sementara jalan menuju neraka penuh dengan kesenangan, nafsu dan kenikmatan.
ALASAN V :
Saya takut, bila saya memakai jilbab sekarang, di lain hari saya akan melepasnya kembali, karena saya melihat banyak sekali orang yang begitu.
Kepada saudari itu saya berkata, “apabila semua orang mengaplikasikan logika anda tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka tekut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunjuk bagimu? Allah SWT menyukai ketaatan yang berkesinambungan walaupun hanya suatu ketaatan yang sangat kecil atau dianjurkan. Lalu bagaimana dengan sesuatu yang benar-benar diwajibkan sebagaimana kewajiban memakai jilbab? Rasulullah SAW bersabda; “Perbuatan yang paling dicintai Allah adalah perbuatan mulia yang terus menerus, yang mungkin orang lain anggap kecil.” Mengapa kamu saudariku, tidak melihat alasan mereka yang dibuat-buat untuk menanggalkan kembali jilbab mereka dan menjauhi mereka? Mengapa tidak kau buka tabir kebenaran dan berpegang teguh padanya? Allah SWT sesungguhnya telah berfirman; “maka kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang di masa kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa”(QS. AL BAQARAH 2:66) Kesimpulannya, apabila kau memegang teguh petunjuk dan merasakan manisnya keimanan, kau tidak akan meninggalkan sekali pun perintah Allah SWT setelah kau melaksanakannya.
ALASAN VI :
Apabila saya memakai jilbab, maka jodohku akan sulit, jadi aku akan memakainya nanti setelah menikah.
Saudariku, suami mana pun yang lebih menyukaimu tidak memakai jilbab dan membiarkan auratmu di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi api neraka, apalagi memasuki surga Allah SWT. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti. Allah SWT bersabda; “dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”(QS. TAHA 20:124) Pernikahan adalah sebuah pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Berapa banyak wanita yang ternyata menikah sementara mereka yang tidak memakai jilbab tidak?
Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanm u kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.
Apabila kau, saudariku tersayang, mengatakan bahwa ketidak-tertutupanm u kini adalah suatu jalan menuju sesuatu yang murni, asli, yaitu pernikahan. Tidak ada ketertutupan. Saudariku, suatu tujuan yang murni, tidak akan tercapai melalui jalan yang tidak murni dan kotor dalam Islam. Apabila tujuannya bersih dan murni, serta terhormat, maka jalan menuju kesana pastilah harus dicapai dengan bersih dan murni pula. Dalam syariat Islam kita menyebutnya : Alat atau jalan untuk mencapai sesuatu, tergantung dari peraturan yang ada untuk mencapai tujuan tersebut. Kesimpulannya, tidak ada keberkahan dari suatu perkawinan yang didasari oleh dosa dan kebodohan.
ALASAN VII :
Saya tidak memakai jilbab berdasarkan perkataan Allah SWT : “dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”(QS. Ad-Dhuhaa 93: 11). Bagaimana mungkin saya menutupi anugerah Allah berupa kulit mulus dan rambutku yang indah?
Jadi saudari kita ini mengacu pada Kitab Allah selama itu mendukung kepentingannya dan pemahamannya sendiri ! ia meninggalkan tafsir sesungguhnya dibelakang ayat itu apabila hal itu tidak menyenangkannya. Apabila yang saya katakan ini salah, mengapa saudari kita ini tidak mengikuti ayat : “janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak daripadanya”(QS An-Nur 24: 31] dan sabda Allah SWT: “katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin; hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya..” (QS Al-Ahzab 33:59). Dengan pernyataan darimu itu, saudariku, engkau telah membuat syariah sendiri bagi dirimu, yang sesungguhnya telah dilarang oleh Allah SWT, yang disebut at-tabarruj dan as-sufoor. Berkah terbesar dari Allah SWT bagi kita adalah iman dan hidayah, yang diantaranya adalah menggunakan hijab. Mengapa kamu tidak mempelajari dan menelaah anugerah terbesar bagimu ini? Kesimpulannya, apakah ada anugerah dan pertolongan terhadap wanita yang lebih besar daripada petunjuk dan hijab?
ALASAN VIII :
Saya tahu bahwa jilbab adalah kewajiban, tapi saya akan memakainya bila saya sudah merasa terpanggil dan diberi petunjuk oleh-Nya.
Saya bertanya kepada saudariku ini, rencana atau langkah apa yang ia lakukan selama menunggu hidayah, petunjuk dari Allah SWT seperti yang dia katakan? Kita mengetahui bahwa Allah SWT dalam kalimat-kalimat bijak-Nya menciptakan sebab atau cara untuk segala sesuatu. Itulah mengapa orang yang sakit menelan sebutir obat untuk menjadi sehat, dan sebagainya. Apakah saudariku ini telah dengan seluruh keseriusan dan usahanya mencari petunjuk sesungguhnya dengan segala ketulusannya, berdoa, sebagaimana dalam surah Al-Fatihah 1:6 “Tunjukilah kami jalan yang lurus” serta berkumpul mencari pengetahuan kepada muslimah-muslimah lain yang lebih taat dan yang menurutnya telah diberi petunjuk dengan menggunakan jilbab? Kesimpulannya, apabila saudariku ini benar-benar serius dalam mencari atau pun menunggu petunjuk dari Allah SWT, dia pastilah akan melakukan jalan-jalan menuju pencariannya itu.
ALASAN IX :
ALASAN IX :
Belum waktunya bagi saya. Saya masih terlalu muda untuk memakainya. Saya pasti akan memakainya nanti seiring dengan penambahan umur dan setelah saya pergi haji.
Malaikat kematian, saudariku, mengunjungi dan menunggu di pintumu kapan saja Allah SWT berkehendak. Sayangnya, saudariku, kematian tidak mendiskriminasi antara tua dan muda dan ia mungkin saja datang disaat kau masih dalam keadaan penuh dosa dan ketidaksiapan Allah SWT bersabda; “tiap umat mepunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya” (QS Al-An’aam 7:34] saudariku tersayang, kau harus berlomba-lomba dalam kepatuhan pada Allah SWT; “berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumu..”(QS Al-Hadid 57:21) saudariku, jangan melupakan Allah SWT atau Ia akan melupakanmu di dunia ini dan selanjutnya. Kau melupakan jiwamu sendiri dengan tidak memenuhi hak jiwamu untuk mematuhi-Nya.. Allah mengatakan tentang orang-orang yang munafik, “dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri” (QS Al-Hashr 59: 19) saudariku, memakai jilbab di usiamu yang muda, akan memudahkanmu. Karena Allah SWT akan menanyakanmu akan waktu yang kau habiskan semasa mudamu, dan setiap waktu dalam hidupmu di hari pembalasan nanti.Kesimpulannya , berhentilah menetapkan kegiatanmu dimasa datang, karena tidak seorang pun yang dapat menjamin kehidupannya hingga esok hari.
ALASAN X :
Saya takut, bila saya memakai jilbab, saya akan di-cap dan digolongkan dalam kelompok tertentu! Saya benci pengelompokan!
Saudariku, hanya ada dua kelompok dalam Islam. Dan keduanya disebutkan dalam Kitabullah. Kelompok pertama adalah kelompok / tentara Allah (Hizbullah) yang diberikan pada mereka kemenangan, karena kepatuhan mereka. Dan kelompok kedua adalah kelompok syetan yang terkutuk (hizbush-shaitan) yang selalu melanggar Allah SWT. Apabila kau, saudariku, memegang teguh perintah Allah SWT, dan ternyata disekelilingmu adalah saudara-saudaramu yang memakai jilbab, kau tetap akan dimasukkan dalam kelompok Allah SWT. Namun apabila kau memperindah nafsu dan egomu, kau akan mengendarai kendaraan Syetan, seburuk-buruknya teman.
KESIMPULAN
Tubuhmu, dipertontonkan di pasar para syetan dan merayu hati para pria. Model rambut, pakaian ketat yang mempertontonkan setiap detail tubuhmu, pakaian-pakaian pendek yang menunjukkan keindahan kakimu, dan semua yang dapat membangkitkan amarah Allah SWT dan menyenangkan syetan. Setiap waktumu yang kau habiskan dalam kondisi ini, akan terus semakin menjauhkanmu dari Allah SWT dan semakin membawamu lebih dekat pada syetan. Setiap waktu kutukan dan kemarahan menuju kepadamu dari surga hingga kau bertaubat. Setiap hari membawamu semakin dekat kepada kematian. “tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain dari kesenangan yang memperdayakan”(QS Ali ‘Imran 3:185).
Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat
Naikilah kereta untuk mengejar ketinggalan, saudariku, sebelum kereta itu melewati stasiunmu. Renungkan secara mendalam, saudariku, apa yang terjadi hari ini sebelum esok datang. Pikirkan tentang hal ini, saudariku, sekarang, sebelum semuanya terlambat
Sumber:
http://www.facebook.com/notes/rahasia-ketajaman-mata-hati/sepuluh-alasan-untuk-tidak-memakai-jilbab/10150278894332182
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLq3lN55uzOWpLKF7TqcS90YQMErPu47PPVmxh9LUXkoWn5LLEczqZfNHK_pNRi2EPB-5wF_2cTclShQ1XPXgpnQG0LPpe_677kkK1kqh7JDFblPhIvF0CsSgIYjfOBZ-mUduGUxNaGxc/s1600/578043_303840253037941_100002359063660_690272_1067311409_n.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLq3lN55uzOWpLKF7TqcS90YQMErPu47PPVmxh9LUXkoWn5LLEczqZfNHK_pNRi2EPB-5wF_2cTclShQ1XPXgpnQG0LPpe_677kkK1kqh7JDFblPhIvF0CsSgIYjfOBZ-mUduGUxNaGxc/s1600/578043_303840253037941_100002359063660_690272_1067311409_n.jpg
Susahkah menjadi wanita muslim?
![]() |
| Hijab kewajiban wanita muslim.. |
Ada kaum wanita berkata,,, “susah menjadi wanita ISLAM”. Lihat saja peraturan dibawah ini :
- Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.
- Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
- Wanita saksinya kurang dibanding lelaki.
- Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki.
- Wanita harus menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
- Wanita wajib taat kepada suaminya tetapi suami tak perlu taat pada isterinya.
- Talak ada di tangan suami dan bukan isteri.
- Wanita kurang beribadah kerana masalah haid dan nifas yang tidak dialami lelaki.
PERNAHKAH KITA BERFIKIR SEBALIKNYA…??
Satu:
Aurat serta perhiasan wanita adalah suatu yang sangat mahal dan berharga…
makanya..
Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak, bukan? Itulah bandingannya antara seorang muslimah dgn pompuan jalanan.
Aurat serta perhiasan wanita adalah suatu yang sangat mahal dan berharga…
makanya..
Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak, bukan? Itulah bandingannya antara seorang muslimah dgn pompuan jalanan.
Dua:
Wanita perlu taat kepada suami, tetapi lelaki pun wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
Tiga:
Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya.
Manakala lelaki menerima pusaka atau warisan, ia akan menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya.
Empat:
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan matinya jika saat melahirkan adalah syahid.
Wanita menerima pusaka atau warisan kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya.
Manakala lelaki menerima pusaka atau warisan, ia akan menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anaknya.
Empat:
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat, dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan matinya jika saat melahirkan adalah syahid.
Lima:
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawabkan 4 wanita ini:
Isterinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.
Enam:
Seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini:
Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara, lelakinya.
Tujuh:
Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu manapun yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja :
“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.” (HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan lighairihi)
Delapan:
Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat pada suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, ia akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggungjawabkan 4 wanita ini:
Isterinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.
Enam:
Seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki ini:
Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara, lelakinya.
Tujuh:
Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu manapun yang disukainya cukup dengan 4 syarat saja :
“Jika seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulannya, menjaga kehormatannya dan menaati suaminya, niscaya dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia inginkan.” (HR. Ahmad nomor 1661, hadits hasan lighairihi)
Delapan:
Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat pada suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, ia akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
MasyaAllah…
demikian sayangnya Allah pada wanita, kan?
ALLAH Maha Adil Lagi Maha Bijaksana..
Setiap apa yang Dia tetapkan penuh dengan hikmah..
Pikirkan, renungkan dan bersyukurlah..
Bagaimana……? Masih merasa tidak adil?
Berbahagialah menjadi seorang Muslimah!!
Sumber:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhksvVMMQCEff9LXG1X2SJxqBuTljkDL8t2t7Ed_ffCyEEFqNmhFMZXS-rraT1hXhy6CJCtCIVtsMTDoVXiYTCZvhqWsWv3-F6J_AJU2eYO8_NTmkCGPCmNeEH4nW1UHDL6E-B9Zzbk7G8/s1600/ads1.jpg
http://the-imung.blogspot.com/2012/08/ada-kaum-wanita-berkata-susah-menjadi.html
Kisah Istri Sholihah Yang Sabar Akan Penyakitnya
![]() |
| Kesabaran yang membawa hikmah.. |
Muslimahzone.com Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.
Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…
Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.
Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.
Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..
Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.
Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.
Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.
***
Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…
Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.
Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.
***
“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…
Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.
Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.
“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”
“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.
Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.
“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”
“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.
Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”
“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.
“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”
“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”
”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.
***
Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.
“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.
Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.
Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.
“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”
Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…
Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.
“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”
Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits.
“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).
***
“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.
Subhanallah…
Sumber:
http://muslimahzone.com/kisah-nyata-kisah-seorang-istri-yang-shalihah/
http://eikavio.files.wordpress.com/2010/09/new-1.jpg?w=474&h=300
Kisah Puteri Tidur Muslimah
![]() |
| Bangunlah putri tidurku.. |
artikel ini berjudul asli "teka-teki putri tidur"
Pada zaman dahulu kala ada seorang puteri yang dikenal sebagai Putri tidur.. Yupz sesuai dengan namanya, sang putri amat senang tidur… Sehingga sang raja merasa prihatin dengan sang putri bungsu… Karena ia sering sekali ditemui tidur pada waktu dan tempat yang tidak tepat. Sehingga sang raja pun berbincang mengenai Putrinya dengan sang permaisuri yang cantik dan sholehah…
Raja: “Permaisuri, bagaimana dengan puteri kita yang sering kedapatan tidur, di sekolah keputerian, di kelas tahsin, di kelas ilmu politik, dan juga di kelas desainer dan di tempat-tempat dan waktu yang tidak tepat.
Permaisuri: “Ini masalah serius Rajaku…. Kita perlu mengetahui penyebabnya, adakah ini suatu penyakit atau apakah pertanda kemalasan?”…
Raja: “Benar permaisuriku, kita perlu mengetahuinya, saya akan mengadakan sayembara untuk menemukan solusi mengenai puteri kita”.
Maka ke esokan harinya sang raja pun mengutus pengawal untuk mengumumkan kepada rakyat kerajaan hijau…SAYEMBARA
Puteri Raihana binti Muhammad umam sering banget tidur pada waktu dan tempat yang tidak tepat, oleh karenanya raja Muhammad umam mengadakan SAYEMBARA yang terbuka untuk semua kalangan. Hadiahnya berupa naik haji.
Maka berbondong-bondong rakyat kerajaan hijau mendatangi istana hijau. Mulai dari pak tani, tukang jahit, penyair, penyanyi, semua datang hingga pelajar. Satu persatu membawa obat penawar. Namun tidak mempan sang puteri yang memiliki bola mata kehijau-hijauan, berkulit putih, dan menggunakan jilbab ini pun masih belum juga hilang kebiasaannya…
Hingga datanglah seorang pemuda dari negeri seberang, negeri merah. Ah sebenarnya ia tidak ada maksud mengikuti SAYEMBARA… hanya saja ia membawa surat rahasia yang ia tidak tahu- menahu tentang isi surat itu. Ia hanya menjalankan amanah dari sang ayahndanya.. yang kebetulan tahu permasalahan yang dihadapi istana hijau. Ups! Ternyata pangeran yang bernama Mujahidin ini baru saja pulang menyelesaikan kuliahnya di Kairo…
Ini adalah isi suratnya..
______ooO^^ _^^Ooo_____
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيمالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Wahai sahabat lamaku, lama tak berkabar… saya mendengar tentang putri anda yang sedang mendapatkan ujian dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala… putri tidur diwaktu dan tempat yang tak tepat… Sudikah saya membantumu? Saya akan mengutuskan pangeran semata wayang saya untuk memecahkan sayembara tersebut… Pabila pangeranku dapat menemukan solusinya, maka sudikah pangeranku kau nikahkan kepada putrimu?
------<<<<<<*>>>>>> -----
Tersenyum sekaligus berdebar … sang baginda raja membaca isi surat tersebut.. Dalam hatinya “yang mau dilamar itu siapa?” yaa namanya jua putri bungsu senang sekaligus berdebar apakah sang pangeran yang tiba ba’da dzuhur tadi menggunakan kuda putih cokelat keemas-emasan ini bisa mendapatkan solusinya. Padahal sang raja pun ingin sekali bermantukan pangeran yang dikenal cerdas, tampan, namun tetap rendaah hati ini..
Setelah ishoma alias istirahat sholat makan mandi, sang pangeran pun bertemu sang raja sekaligus berniat berpamitan untuk pulang. Pangeran yang belum tahu isi surat dan belum bertemu dengan putri Raihana teman semasa kecilnya ini tentu saja bujur arus. Sebenarnya dalam hatinya bertanya-tanya, “kenapa sih abi, memang tak ada orang lain yang dipercaya”… ckckckck…. Sebenarnya berat hati ia melangkahkan kaki ke istana ini. Karena saudari-saudari perempuannya sering menggodanya dengan putri Raihana. Baginya jatuh cinta itu setelah menikah nanti… tentu saja ada rasa, itu fitrah. Rasa malulah yang membuat hatinya berat, meskipun Raihana tak tahu kalau ia sering digoda-godain kakaknya. Dalam hatinya semoga saja tak bertemu Putri Raihana pada selama di istana, itu sebabnya tadi setelah sukses tidak bertemu pada saat makan siang di istana hijau ia bergegas pulang…
Selain ia memikirkan amanah-amanah lain yang banyak di istana merah, maksud hati ingin pamitan pulang eh ternyata sang raja mengajaknya melihat proyek baru istana hijau sekaligus bermalam disekolah putra rakyat untuk menjadi pembicara. Sang pangeran pun tak bisa menolak, yang penting saya tidak bertemu dengan putri dalam hatinya. Makan malamnya sang raja menjemput pangeran dengan alasan rindu sudah lama tak bersua, eng ing eng… dimakan malam ini sang pangeran bertemu tuan putri, masih cantik tapi agak sedikit gemuk. Tuan putri makannya banyak sekali… sang pangeran yang berhadapan dengan meja sang putri tak sengaja melihat tuan putri. Lho tuan putri menguap. Sang ayah sengaja mengajak tuan putri sekaligus ikut serta mengantarkan pangeran ke sekolah rakyat. Karena pangeran tak mau tidur di istana. Sepanjang perjalanan sang putri tertidur. Dengan hati-hati sang pangeran berkata kepada sang raja agar tak menyinggung perasaan sang raja.
![]() |
| Wake up my princess.. |
Pangeran: “Wahai raja, ma’afkan saya.. bolehkan saya mengatakan suatu hal penting?, namun ma’af pabila kiranya saya lancang”…
Raja: “Silahkan ananda, bukankah ayah kau dan saya adalah sahabat lama yang baik?, katakan apa yang ingin kau katakan pangeran Mujahidin..”.
Pangeran: “Ananda melihat sekarang, putri Raihana tidak selincah dan seceriwis dulu, bahkan sekarang ia sering mengantuk dan tertidur.. bukankah terlalu awal? Apakah karena padatnya aktivitas? Wahai raja?”.
Raja: (tersenyum)…. Sudah tahulah raja dan segera menyadari kekhilafan mereka selama ini… namun ia tetap menjawab pertanyaan sang pangeran, “tidak pangeran anakku…, tapi tahukah engkau penyebabnya?“
Pangeran: “ma’afkan ananda, tuan putri ini terlalu banyak makan. Makan yang terlalu banyak tak dibarengi dengan aktifitas yang lumayan memakan energy akan membuat kita bermalas-malasan. Makan dan minumlah secukupnya, sebagaimana dalam sabda baginda nabi Muhammad saw.
Raja: “Silahkan ananda, bukankah ayah kau dan saya adalah sahabat lama yang baik?, katakan apa yang ingin kau katakan pangeran Mujahidin..”.
Pangeran: “Ananda melihat sekarang, putri Raihana tidak selincah dan seceriwis dulu, bahkan sekarang ia sering mengantuk dan tertidur.. bukankah terlalu awal? Apakah karena padatnya aktivitas? Wahai raja?”.
Raja: (tersenyum)…. Sudah tahulah raja dan segera menyadari kekhilafan mereka selama ini… namun ia tetap menjawab pertanyaan sang pangeran, “tidak pangeran anakku…, tapi tahukah engkau penyebabnya?“
Pangeran: “ma’afkan ananda, tuan putri ini terlalu banyak makan. Makan yang terlalu banyak tak dibarengi dengan aktifitas yang lumayan memakan energy akan membuat kita bermalas-malasan. Makan dan minumlah secukupnya, sebagaimana dalam sabda baginda nabi Muhammad saw.
عن المقدام بن معدي كرب أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال
( ما ملأ ابن آدم وعاء شرا من بطنه حسب المرء أكلات يقمن صلبه فإن كان لا محالة فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه )
: ورواه ابن حبان ( 1349 موارد ) والحاكم ( 4 / 121 ) والمصنف في المعجم الكبير ( ج 20 رقم 645 ) وتقدم ( 1375 و1376
“Tidaklah anak turun Adam memenuhi wadah yang lebih jelek dibandingkan perut.JIka ia harus memenuhi nya, maka hendaknya sepertiga untuk makanan,sepertiga untuk minuman,sepertiga untuk bernafas”
Dan juga telah Allah sampaikan dalam ayat-ayat cintaNYA
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidaklah menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (Q.S. Al A’raf : 31)
Maka terpecahlah teka-teki ini… Sang pangeran pun diangkat menjadi menantu sang raja yang baik hatinya…
Sumber:
http://hujanrindu12.blogspot.com/2013/02/teka-teki-putri-tidur.html
http://islamicartdb.com/wp-content/uploads/cache/2013/02/anime-girl-dreaming/anime-girl-dreaming-1880849660.jpg
http://islamicartdb.com/wp-content/uploads/cache/2013/02/elegant-puffy-hijab-dress/elegant-puffy-hijab-dress-2369098332.jpg
Fatimah, Kenapa Loe Gak Mau Pacaran Sih?
![]() |
| Jaga dirimu ukhti.. |
Pertanyaan inilah yang selalu dilontarkan oleh teman-teman wanita Fatimah. Mereka sungguh merasa heran dengan Fatimah, yang belum punya pacar padahal umur fatimah sudah lebih dari sweet seventeen.
Rata-rata hampir semua teman Fatimah sudah memiliki pacar, yang kata mereka pacaran itu indah bangat, serasa dunia milik berdua (waduhh..!). Diantara teman-teman Fatimah pun ada yang berjilbab (jilbab versi masa kini) dan sudah memiliki pacar.
Meraka juga terheran-heran sama Fatimah. Kenapa demikian karena Fatimah termasuk gadis yg paling cantik dan manis diantara mereka. Aura kecantikan Fatimah begitu memikat mereka , padahal fatimah masih menggunakan hijab (pakian longgar yang menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan).
Pernah suatu saat teman-teman wanita Fatimah datang ke rumah Fatimah untuk mengerjakan tugas kelompok. Kebetulan waktu itu Fatimah sedang mau mengerjakan sholat Zuhur, karena semua teman-temanya Fatimah adalah wanita. Fatimah tidak merasa khawatir untuk membuka Hijabnya untuk keperluan wudu, sehingga nampaklah rambut indah fatimah serta leher fatimah.
Saat itu teman-teman wanita Fatimah melihat Fatimah tidak memakai penetup kepala dan rambut serta leharnya kelihatan, mereka semua terpana bahkan salah seorang berteriak histeris: Wooww imah kamu cantik sekali! Fatimah tersenyum mendengar teriakan keterpesonaan temannya itu.
Salah satu temannya berkata: “Imah kamu tidak kalah sama pemain sinetron yang cantik itu, itu lo si Bella..?!” Fatimah membalas: “si Bella siapa ya?” Salah satu temannya heran: “Aduh Imah kamu tidak tahu si bella, semua orang juga tahu lagi, dia pemain sinetron yang lagi naik daun lo.” “Maaf Imah gak pernah nonton sinetron.” balas fatimah.
Salah seorang dari mereka bercanda sambil nyindir: “Makanya Imah jangan baca buku agama terus dong, bosan tau, sekali-kali nonton sinetron kek, ke pub kek, nongkrong malam mingguan kek sama kita-kita, kan biar gaul gitu, kan malu nanti gak dibilang gaul , masak si Bella aja kagak kenal.” Fatimah hanya tersenyum sedih dan dalam hatinya berkata: “ Ya Allah berilah petunjuk kepada teman-temanku ini.”
Bukannya Fatimah tidak pernah memberikan nasehat kepada mereka bahkan sering. Namun mereka hanya tersenyum masam-masam aja seolah menganggap remeh nasehat dari Fatimah bahkan setelah diberi nasehat bukannya berterimakasih tetapi malah dibuat candaan. “Iya bu ustadzah” kata seorang temannya saat itu (Astagafirulloh).
Bahkan yang lebih gila lagi ada seorang temannya, yang menganjurkan Fatimah untuk membuka hijabnya dan menganjurkan berpakaian ketat. Alasannya agar semua pria bisa melihat pesona kecantikan wajah Fatimah dan keseksian tubuh Fatimah. “Eh Imah, kita-kita kan tau kamu cantik, full cantik, kalau boleh usul ni, itu jilbab dibuka saja. Berpakain kayak kita-kita gitu lo. Aku yakin para pria tampan dan ganteng akan datang ke Imah, untuk mendapatkan cinta Imah, kita-kita sebagai teman ikut bangga lo, barangkali aja kita-kita dapat keciprakan pria ganteng sisa-sisa dari Imah (sambil tertawa genit).” Begitu kata salah seorang teman sekolah Fatimah. Tentu saja Fatimah yang tahu hukum bertabbaruj itu menolak dengan keras usulan tersebut.
Dalam kesendiriannya Fatimah berdoa agar Allah menunjuki atau memberi hidayah teman-temannya. Fatimah pernah dengar dari seorang temannya yang berpendapat. “Imah kamu kan tahu aku ini pake jilbab juga, yah walau pun beda-beda dikit aja sama kamu, tapi aku pacaran juga, kan tidak ada salahnya punya pacar asalkan kita bisa menjaga diri kita.” Begitu kata pendapat temannya.
Apakah dia tidak tahu bahwa islam sangat perhatian tentang menjaga hati. Islam tidak mengekang cinta seseorang karena itu sudah fitrah manusia berlainan jenis. Tetapi islam menganjurkan untuk mengikuti aturan yang ada. Aturan dari yang menciptakan cinta itu yaitu Allah.
Mungkin pendapat temannya Fatimah itu benar bahwa mereka tidak melakukan apa-apa dan bisa jaga diri. Ok-lah anggap saja mereka tidak melakukan hubungan badan seperti suami isteri. Tetapi berkali-kali Fatimah menjelaskan ke teman-temannya bahwa zina itu bukan hanya hubungan badan diluar nikah tapi ada beberapa zina selain itu.
Kemudian Fatimah teringat bunyi hadis: “Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243).
Fatimah pernah membaca kitab dari imam An Nawawi tentang penjelasan hadis diatas bahwasanya: Pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram.
Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156157).
Sambil bergumam dalam hati Fatimah hampir dapat memastikan bahwa adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau lak-ilaki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!.
Salah seorang teman Fatimah berkata bahwa mereka berpacaran untuk proses pengenalan sebalum menuju ke pernikahan. Mereka berpendapat: “Bagaimana mungkin kita menikah tanpa pacaran terlebih dahulu tanpa mengenal masing-masing karekternya masing-masing. Gak mungkin dong ah.” Betul islam juga menganjurkan untuk mengenal pasangannya masing-masing tetapi bukan dengan cara berpacaran. Fatimah juga teringat akan hadis nabi berikut ini: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan." (HR Ahmad).
Fatimah teringat akan kisah seorang sahabat yang datang kepada Rasul. Sahabat ini datang kepada Rasul untuk menyampaikan niatnya bahwa dia ingin menikah. Kemudian Rasululloh bertanya : “ Bagus , tapi apakah kamu sudah mengenali calon mu itu..?” . Kemudian si sahabat rasul ini menjawab : “ Belum ya Rasul..”. Selanjutnya rasul menyuruh dia agar terlebih dahulu mengenalinya. Artinya kita diwajibkan untuk mengenal pasangan kita terlebih dahulu (Ta’aruf) tapi bukan dengan pacaran melainkan dengan aturan yang ada.
Kemudian Fatimah juga teringat akan hadis berikut : “Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.” (H.R. alBukhori: 1862, Muslim: 1338).
Pada dasarnya kita mengenal wanita yang ingin kita nikahi itu bisa melalui mahromnya wanita tersebut. Jadi bukan berdua-duan. Jika misalnya kita ingin meneliti akhlak si wanita tersebut tanpa sepengetahuannya kita boleh mengutus seseorang untuk menelitinya. Misalnya dengan temannya si mahrom wanita tersebut. Atau bisa juga memanfaatkan teknologi yang lagi ngetrend sekarang. Tukar biodatanya masing-masing via email. Juga bisa juga lewat chatting tetapi perlu diingat juga chatting disini bukan tidak ada batasnya. Dilarang chatting bebas artinya harus dalam rambu-rambu yang dibenarkan. Tidak boleh ada kata-kata maksiat atau yang lagi ngetren sekarang dengan menggunakan kata cinta-cintaan, sayang-sayangan dan sejenis itu. Chatting disini dilakukan semata-mata untuk mengenal si wanita tersebut. Saling tukar menukar informasi yang berguna ke proses penganalan tersebut dan tidak mengarah kepada maksiat juga tidak melalaikan serta mengotori hati.
Fatimah tidak mau menyalahkan sepenuhnya persepsi atau pandangan dari teman-temannya itu. Fatimah sadar bahwa yang mempengaruhi mereka adalah media-media ala barat, juga pergaulan ala barat yang banyak digemari sekarang ini. Fatimah menyadari bahwa acara-acara televisi sekarang mulai dari lagu-lagunya, filem-filemnya sampai sinetron-sinetronnya kebanyakan menyajikan cinta berlainan jenis. Dan cinta itu diwujudkan dengan pacaran dan mereka terjebak dalam lingkaran setan pergaulan seperti itu.
Fatimah dalam sholatnya dan dalam kesendiriannya hanya bisa berdoa : “Ya Allah berilah hidayah kepada teman-teman hamba agar bisa merasakan, menikmati indahnya hasil menjaga hati, indahnya menjaga bagian tubuh ini dari hal-hal yang Engkau larang. Tangan ini hanya untuk dijalanMU, Mata ini hanya untuk melihat yg tidak Engkau larang dan segala anggota tubuh ini adalah amanah dariMU, yang engkau perintahkan untuk digunakan dijalanMU. Ya Allah berilah kenikmatan dan keinginan yang luar biasa, bagi hambaMU ini dan teman-teman hambaMU untuk selalu berada dijalanMU dan berilah kebencian yang luar biasa bagi hambaMU ini dan teman-teman hamba dari hal-hal yang Engkau larang. Sesungguhnya Engkau maha mendengar dan maha penyayang bagi hambaMU yang ikhlas memohon kepadaMU amin ya Allah.”
Seraya meneteskan air mata begitulah doa singkat yang selalu di lafazkan oleh Fatimah dalam setiap sholatnya dan dalam kesendiriaannya.
Rata-rata hampir semua teman Fatimah sudah memiliki pacar, yang kata mereka pacaran itu indah bangat, serasa dunia milik berdua (waduhh..!). Diantara teman-teman Fatimah pun ada yang berjilbab (jilbab versi masa kini) dan sudah memiliki pacar.
Meraka juga terheran-heran sama Fatimah. Kenapa demikian karena Fatimah termasuk gadis yg paling cantik dan manis diantara mereka. Aura kecantikan Fatimah begitu memikat mereka , padahal fatimah masih menggunakan hijab (pakian longgar yang menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan).
Pernah suatu saat teman-teman wanita Fatimah datang ke rumah Fatimah untuk mengerjakan tugas kelompok. Kebetulan waktu itu Fatimah sedang mau mengerjakan sholat Zuhur, karena semua teman-temanya Fatimah adalah wanita. Fatimah tidak merasa khawatir untuk membuka Hijabnya untuk keperluan wudu, sehingga nampaklah rambut indah fatimah serta leher fatimah.
Saat itu teman-teman wanita Fatimah melihat Fatimah tidak memakai penetup kepala dan rambut serta leharnya kelihatan, mereka semua terpana bahkan salah seorang berteriak histeris: Wooww imah kamu cantik sekali! Fatimah tersenyum mendengar teriakan keterpesonaan temannya itu.
Salah satu temannya berkata: “Imah kamu tidak kalah sama pemain sinetron yang cantik itu, itu lo si Bella..?!” Fatimah membalas: “si Bella siapa ya?” Salah satu temannya heran: “Aduh Imah kamu tidak tahu si bella, semua orang juga tahu lagi, dia pemain sinetron yang lagi naik daun lo.” “Maaf Imah gak pernah nonton sinetron.” balas fatimah.
Salah seorang dari mereka bercanda sambil nyindir: “Makanya Imah jangan baca buku agama terus dong, bosan tau, sekali-kali nonton sinetron kek, ke pub kek, nongkrong malam mingguan kek sama kita-kita, kan biar gaul gitu, kan malu nanti gak dibilang gaul , masak si Bella aja kagak kenal.” Fatimah hanya tersenyum sedih dan dalam hatinya berkata: “ Ya Allah berilah petunjuk kepada teman-temanku ini.”
Bukannya Fatimah tidak pernah memberikan nasehat kepada mereka bahkan sering. Namun mereka hanya tersenyum masam-masam aja seolah menganggap remeh nasehat dari Fatimah bahkan setelah diberi nasehat bukannya berterimakasih tetapi malah dibuat candaan. “Iya bu ustadzah” kata seorang temannya saat itu (Astagafirulloh).
Bahkan yang lebih gila lagi ada seorang temannya, yang menganjurkan Fatimah untuk membuka hijabnya dan menganjurkan berpakaian ketat. Alasannya agar semua pria bisa melihat pesona kecantikan wajah Fatimah dan keseksian tubuh Fatimah. “Eh Imah, kita-kita kan tau kamu cantik, full cantik, kalau boleh usul ni, itu jilbab dibuka saja. Berpakain kayak kita-kita gitu lo. Aku yakin para pria tampan dan ganteng akan datang ke Imah, untuk mendapatkan cinta Imah, kita-kita sebagai teman ikut bangga lo, barangkali aja kita-kita dapat keciprakan pria ganteng sisa-sisa dari Imah (sambil tertawa genit).” Begitu kata salah seorang teman sekolah Fatimah. Tentu saja Fatimah yang tahu hukum bertabbaruj itu menolak dengan keras usulan tersebut.
Dalam kesendiriannya Fatimah berdoa agar Allah menunjuki atau memberi hidayah teman-temannya. Fatimah pernah dengar dari seorang temannya yang berpendapat. “Imah kamu kan tahu aku ini pake jilbab juga, yah walau pun beda-beda dikit aja sama kamu, tapi aku pacaran juga, kan tidak ada salahnya punya pacar asalkan kita bisa menjaga diri kita.” Begitu kata pendapat temannya.
Apakah dia tidak tahu bahwa islam sangat perhatian tentang menjaga hati. Islam tidak mengekang cinta seseorang karena itu sudah fitrah manusia berlainan jenis. Tetapi islam menganjurkan untuk mengikuti aturan yang ada. Aturan dari yang menciptakan cinta itu yaitu Allah.
Mungkin pendapat temannya Fatimah itu benar bahwa mereka tidak melakukan apa-apa dan bisa jaga diri. Ok-lah anggap saja mereka tidak melakukan hubungan badan seperti suami isteri. Tetapi berkali-kali Fatimah menjelaskan ke teman-temannya bahwa zina itu bukan hanya hubungan badan diluar nikah tapi ada beberapa zina selain itu.
Kemudian Fatimah teringat bunyi hadis: “Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” (H.R. Muslim: 2657, alBukhori: 6243).
Fatimah pernah membaca kitab dari imam An Nawawi tentang penjelasan hadis diatas bahwasanya: Pada anak Adam itu ditetapkan bagiannya dari zina. Di antara mereka ada yang melakukan zina secara hakiki dengan memasukkan farji (kemaluan)nya ke dalam farji yang haram.
Ada yang zinanya secara majazi (kiasan) dengan memandang wanita yang haram, mendengar perbuatan zina dan perkara yang mengantarkan kepada zina, atau dengan sentuhan tangan di mana tangannya meraba wanita yang bukan mahromnya atau menciumnya, atau kakinya melangkah untuk menuju ke tempat berzina, atau melihat zina, atau menyentuh wanita yang bukan mahromnya, atau melakukan pembicaraan yang haram dengan wanita yang bukan mahromnya dan semisalnya, atau ia memikirkan dalam hatinya. Semuanya ini termasuk zina secara majazi.” (Syarah Shohih Muslim: 16/156157).
Sambil bergumam dalam hati Fatimah hampir dapat memastikan bahwa adakah di antara mereka tatkala berpacaran dapat menjaga pandangan mata mereka dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) atau lak-ilaki ajnabi (bukan mahrom) termasuk perbuatan yang diharamkan?!.
Salah seorang teman Fatimah berkata bahwa mereka berpacaran untuk proses pengenalan sebalum menuju ke pernikahan. Mereka berpendapat: “Bagaimana mungkin kita menikah tanpa pacaran terlebih dahulu tanpa mengenal masing-masing karekternya masing-masing. Gak mungkin dong ah.” Betul islam juga menganjurkan untuk mengenal pasangannya masing-masing tetapi bukan dengan cara berpacaran. Fatimah juga teringat akan hadis nabi berikut ini: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan." (HR Ahmad).
Fatimah teringat akan kisah seorang sahabat yang datang kepada Rasul. Sahabat ini datang kepada Rasul untuk menyampaikan niatnya bahwa dia ingin menikah. Kemudian Rasululloh bertanya : “ Bagus , tapi apakah kamu sudah mengenali calon mu itu..?” . Kemudian si sahabat rasul ini menjawab : “ Belum ya Rasul..”. Selanjutnya rasul menyuruh dia agar terlebih dahulu mengenalinya. Artinya kita diwajibkan untuk mengenal pasangan kita terlebih dahulu (Ta’aruf) tapi bukan dengan pacaran melainkan dengan aturan yang ada.
Kemudian Fatimah juga teringat akan hadis berikut : “Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.” (H.R. alBukhori: 1862, Muslim: 1338).
Pada dasarnya kita mengenal wanita yang ingin kita nikahi itu bisa melalui mahromnya wanita tersebut. Jadi bukan berdua-duan. Jika misalnya kita ingin meneliti akhlak si wanita tersebut tanpa sepengetahuannya kita boleh mengutus seseorang untuk menelitinya. Misalnya dengan temannya si mahrom wanita tersebut. Atau bisa juga memanfaatkan teknologi yang lagi ngetrend sekarang. Tukar biodatanya masing-masing via email. Juga bisa juga lewat chatting tetapi perlu diingat juga chatting disini bukan tidak ada batasnya. Dilarang chatting bebas artinya harus dalam rambu-rambu yang dibenarkan. Tidak boleh ada kata-kata maksiat atau yang lagi ngetren sekarang dengan menggunakan kata cinta-cintaan, sayang-sayangan dan sejenis itu. Chatting disini dilakukan semata-mata untuk mengenal si wanita tersebut. Saling tukar menukar informasi yang berguna ke proses penganalan tersebut dan tidak mengarah kepada maksiat juga tidak melalaikan serta mengotori hati.
Fatimah tidak mau menyalahkan sepenuhnya persepsi atau pandangan dari teman-temannya itu. Fatimah sadar bahwa yang mempengaruhi mereka adalah media-media ala barat, juga pergaulan ala barat yang banyak digemari sekarang ini. Fatimah menyadari bahwa acara-acara televisi sekarang mulai dari lagu-lagunya, filem-filemnya sampai sinetron-sinetronnya kebanyakan menyajikan cinta berlainan jenis. Dan cinta itu diwujudkan dengan pacaran dan mereka terjebak dalam lingkaran setan pergaulan seperti itu.
Fatimah dalam sholatnya dan dalam kesendiriannya hanya bisa berdoa : “Ya Allah berilah hidayah kepada teman-teman hamba agar bisa merasakan, menikmati indahnya hasil menjaga hati, indahnya menjaga bagian tubuh ini dari hal-hal yang Engkau larang. Tangan ini hanya untuk dijalanMU, Mata ini hanya untuk melihat yg tidak Engkau larang dan segala anggota tubuh ini adalah amanah dariMU, yang engkau perintahkan untuk digunakan dijalanMU. Ya Allah berilah kenikmatan dan keinginan yang luar biasa, bagi hambaMU ini dan teman-teman hambaMU untuk selalu berada dijalanMU dan berilah kebencian yang luar biasa bagi hambaMU ini dan teman-teman hamba dari hal-hal yang Engkau larang. Sesungguhnya Engkau maha mendengar dan maha penyayang bagi hambaMU yang ikhlas memohon kepadaMU amin ya Allah.”
Seraya meneteskan air mata begitulah doa singkat yang selalu di lafazkan oleh Fatimah dalam setiap sholatnya dan dalam kesendiriaannya.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)
























