CIRI-CIRI PUASA YANG TIDAK DITERIMA ALLAH

Gambar : Ukhti Masih Puasa Bang..
Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah S.A.W dan para sahabatnya. Saat itu malam hari raya seperti biasanya Rasulullah S.A.W dan para sahabat membaca Takbir, Tahmid dan Tahlil di Masjidil Haram. Saat sedang bertakbir, tiba- tiba Rasulullah S.A.W keluar dari kelompok dan menepih kearah dinding. Kemudian Rasulullah S.A.W mengangkat kedua tangannya (layaknya orang berdoa) saat itu Rasulullah S.A.W mengatakan amin sampai tiga kali.

Setelah Rasulullah S.A.W mengusapkan kedua tangan diwajahnya (layaknya orang selesai berdoa) para sahabat mendekati dan bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang terjadi sehingga engkau mengangkat kedua belah tanganmu sambil mengatakan amin sampai tiga kali?” Jawab Rasulullah S.A.W, “Tadi saya didatangi Jibril dan meminta saya mengaminkan doanya.”

“Apa gerangan doa yang dibacakan Jibril itu ya Rasulullah?” tanya sahabat. Kemudian Rasulullah S.A.W menjawab, “Kalau kalian ingin tahu inilah doa yang disampaikan Jibril dan saya mengaminkan”:

1. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia masih bersalah kepada orang tuanya dan belum dimaafkan?. Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.

2. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal ibadah kaum muslimin selama bulan Ramadhan apabila suami isteri masih berselisih dan belum saling memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.

3. Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah diterima amal Ibadah kaum Muslimin selama bulan Ramadhan apabila dia dengan tetangga dan kerabatnya masih berselisih dan belum saling Memaafkan.? Rasulullah S.A.W mengatakan Amin.

Tanda Puasa yang Diterima Allah 

Apakah tandanya puasa seorang muslim yang diterima oleh Allah? Tandanya adalah segala perilaku Ia menjadi lebih baik dibandingkan sebelum bulan Ramadhan maupun setelah melewatinya. Dengan kata lain, segala amalan di bulan suci itu membekas pada karakternya dalam kehidupan sehari-hari.
Tetap rajin membaca Qur’an, tadarusan, berinfaq, banyak sholat sunah, dll. Ia tidak lagi suka menggunjing, memfitnah, berbohong, mencuri, menghasut, atau segala perbuatan buruk lainnya.

Manusia pasti tak ada yang bisa berperilaku sempurna, tapi setidaknya bisa mengurangi hal-hal yang tercela dan terus berusaha berlomba-lomba dalam beramal kebajikan.
Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka.” (HR Ahmad)
“Ya Allah, terimalah puasa kami, ampuni segala kesalahan kami, lindungi kami semua dari siksa api neraka, bimbinglah selalu agar kami berada di jalan yang lurus dan senantiasa istiqomah di sisa hidup yang tak lama ini.” Amin.

Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar